Seperti Inilah yang Dilakukan para Pokemon Selama Pandemi – Terminal Mojok

Seperti Inilah yang Dilakukan para Pokemon Selama Pandemi

Artikel

Ada-ada saja tingkah manusia selama menghadapi pandemi dan berdiam diri di rumah guna mencegah keberlangsungan mata rantai virus corona. Mulai dari hal-hal non-faedah sampai keberadaan orang-orang prank di luar nalar yang bikin geleng-geleng kepala. Seperti memberi prank sumbangan bagi transpuan hingga mbatal puasa bakal dikasih 10 juta rupiah. Hal ini terjadi antara dua hal, nggak ada otak atau nggak ada hati.

Di luar sana, bukan hanya manusia yang dipertanyakan bagaimana cara menghabiskan waktu selama swakarantina, tapi juga para Pokemon lucu di jagat universe-nya. Semalam suntuk saya nggak bisa tidur karena memikirkan hal ini. Apa coba yang bakal dilakukan Pikachu pas kondisi seperti ini? Terus, apa yang bakal dilakukan Mr. Mime untuk bisa tetap hidup tanpa tuan di dunia luar semasa pandemi seperti ini?

Dengan melakukan studi analisis melalui sudut pandang kehaluan yang mendalam, begini yang dilakukan para Pokemon selama pandemi corona:

Bulbasaur, sibuk nemenin ibu-ibu kompleks berjemur tiap pagi karena ia suka cahaya matahari.

Charmander, digunakan pemiliknya sebagai ganti kompor gas karena bisa mengeluarkan api dari buntutnya.

Squirtle, karena bisa mengeluarkan air, Squirtle selama pandemi bertugas nguras bak mandi dan angkat-angkat galon.

Caterpie, selama pandemi bisa dijadikan pemiliknya penghasil benang untuk menjahit. Kalau siang, Caterpie biasanya nongkrong di pohon singkong sambil menunggu evolusi jadi Metapod.

Baca Juga:  Hal yang Dilakukan Tsubasa Ozora hingga Taro Misaki Saat Sepak Bola Libur

Weedle, bersembunyi sepanjang hari di dalam hutan. Weedle sudah menerapkan WFH jauh sebelum adanya woro-woro mengenai hal tersebut.

Pidgey, jadi musuh Mbah Yanto karena ganggu padi-padi hasil panen di sawahnya. Tapi selama pandemi, Pidgey lebih memilih untuk menunggu bantuan para Trainee.

Rattata, libur menjadi saingan hama wereng di sawah Mbah Yanto karena stay at home.

Spearow, nggak bisa ikut lomba burung kicauan karena event-event tersebut sedang ditiadakan selama pandemi.

Ekans, ikut konten Panji Petualangan sebagai pengganti Garaga yang sudah berevolusi.

Pikachu, bantu petugas PLN. Biar kalau daerahmu mati listrik, kamu nggak sambat melulu~

Sandshrew, biasanya nambang pasir di Lereng Merapi. Selama pandemi, kini harus banting stir jadi supir truk pengangkut pasir dari Merapi menuju Bantul.

Nidoran dan Nidorina, selama stay at home sibuk memperbanyak keturunannya yang lucu-lucu.

Clefairy, sibuk jadi selebgram karena kecantikan dan kegemasannya.

Vulpix, jadi make up artis dan cosplay Kurama Naruto.

Jigglypuff, bikin kanal YouTube dan bikin konten cover lagu Banda Neira.

Zubat, collab sama Kisah Tanah Jawa yang melakukan penelusuran di Goa Jepang.

Oddish, selama pandemi sibuk menulis artikel mengenai reformasi agraria.

Paras, melakukan bersih Pantai Baron mumpung nggak ada wisatawan yang datang.

Venonat, serangga yang satu ini libur nggodani ikan-ikan segar milik Yu Sumi di Pasar Giwangan.

Baca Juga:  Sebaiknya Bantuan Sosial dari Pemerintah Dihentikan Saja

Diglett, selama pandemi bantuin tukang bor jalan raya untuk renovasi jalanan menjelang Lebaran.

Meowth, bingung cari tongkol karena tukang sayur kompleks pada tutup. Sedang merencanakan mencuri whiskas kucing kompleks bersama Tim Roket.

Psyduck, seperti biasa, mainan air di kali sambil nunggu buka puasa.

Mankey, buka kelas Muay Thai online di padepokannya.

Growlithe, pensiun dari sirkus karena Sekaten nggak buka selama pandemi.

Poliwag, jadi buzzerp dan tiap balas argumen bakal nyeletuk, “Zubat mana paham~”.

Abra, pensiun jadi pesulap. Bikin kanal YouTube, undang Young Lex dan opening, “four, three, two, one, close the door!”

Machop, jadi kuli pembangunan proyek Hambalang. Hayo kowe.

Bellsprout, sibuk kontemplasi menentukan jati diri bahwa dirinya ini kantong semar atau toge.

Tentacool, bernapas lega karena laut sebagai tempat tinggalnya sedikit berkurang dari pencemaran.

Geodude, gagal ikut Olimpiade Tokyo dalam cabor panjat tebing.

Ponyta, biasanya narik andong di Malioboro. Sekarang usahanya jadi sepi karena pandemi.

Magnemite, karena matanya satu, dikira dirinya biang keladi antek global wahyudi konspirasi alam semesta.

Grimer, jadi bahan squishy Ria Ricis.

Shellder, jadi kerang yang dimakan Dara dan Bima di film Dua Garis Biru.

Exeggcute, lagi didiskon besar-besaran, nih. Telor sekilonya 22 ribu rupiah.

Mr. Mime, live streaming stand up comedy tapi cuma diem.

Hypno, bikin konten bareng Uya Kuya tentang hipnotis kliennya.

Baca Juga:  Mal yang Masih Ramai saat Pandemi Itu Salah Manajemen atau Pengunjungnya?

Koffing, nyamar jadi bau kentut manusia.

Tangela, mie ayam Tumini enak nih jam segini (((btw, Tangela itu bentuk mie kan, ya?))).

Magikarp, jadi ikan koi yang dijual di Pasar Pasty.

Onix, masang iklan, “terima jasa urug”.

Lapras, rebahan di Embung Langensari.

Voltorb, jadi batu batre radionya Bang Mandra. Killing me soplyyyy~

Articuno, sibuk stand by di freezer es krim Indomaret sambil nunggu stock es krim Viennetta yang langka.

Zapdos, digabur di sawah oleh pemiliknya. Srrrr srrr srrrr, yipp yipp yiiippp~

Dragonite, syuting jadi naga Indosiar.

Hooh, ngobrol sama burung kuntul di Hutan UGM.

Slowpoke, nonton drakor, nonton anime, medsosan, ngerecokin Reemar Martin, ngerecokin pacarnya Prince Mateen, muntab nggak jelas sama Han So Hee, repeat.

Snorlax, rebahan, rebahan, rebahan, rebahan, mandi sehari sekali, YouTube-an, ngguyoni JRX, pokoknya kamu banget deh~

BACA JUGA Pengalaman Mengajari Ibu Main Onet Klasik atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.