Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

Zamannya ASN Nggak Mau Lagi Pakai Sepatu Pantofel karena Nggak Nyaman untuk Kerja dan Memilih Memakai Sneakers Lokal

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
1 Juni 2024
A A
Sepatu Pantofel Dijauhi ASN, Lebih Nyaman Pakai Sneakers Lokal (Unsplash)

Sepatu Pantofel Dijauhi ASN, Lebih Nyaman Pakai Sneakers Lokal (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sepatu pantofel lekat dengan citra ASN. Namun, saat ini, malah banyak ASN yang mulai menjauhi pantofel karena nggak nyaman dan lebih suka pakai sepatu sneakers lokal aja yang murah dengan kualitas bersaing.

Di awal penemuannya, sepatu hanya berfungsi sebagai pelindung kaki. Siapa sangka, seiring perkembangan zaman, sepatu telah menjelma sebagai salah satu penunjang eksistensi. Maka, jangan heran jika banyak orang yang rela merogoh kocek hingga jutaan demi sesuatu yang akan mereka injak. 

Selain menunjang eksistensi, sepatu juga bisa menjadi gambaran profesi seseorang. Misalnya, sepatu Pakaian Dinas Lapangan atau biasa dikenal dengan nama sepatu PDL. Sepatu yang karakteristiknya mirip dengan sepatu boots ini identik dengan profesi polisi maupun ABRI. 

Lain cerita kalau kita bicara tentang sepatu pantofel. Ada banyak profesi yang identik dengan sepatu jenis ini. Salah satunya yaitu ASN. Setidaknya, itulah yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Kalau sekarang sih saya sudah mulai jarang melihat ASN menggunakan sepatu pantofel. Jarang sekali malahan. 

Kira-kira kenapa, ya?

Dari sepatu pantofel ke sneakers

Sebagai atribut yang menunjang penampilan seseorang, sepatu pantofel memang memiliki karakteristik khusus. Desain sepatu yang cenderung sederhana, umumnya tidak menggunakan tali serta dibuat dari bahan kulit, membuat pantofel cocok untuk sektor formal. Memakai pantofel, seseorang akan tampak semakin elegan dan berkelas. 

Sayangnya, sepatu pantofel bukan tanpa cela. Memang benar sepatu ini bisa membuat seseorang tampil lebih elegan karena keindahannya. Namun, apalah artinya keindahan jika tak dibarengi dengan kenyamanan. 

Nah, kenyamanan inilah yang kurang didapatkan oleh pengguna sepatu pantofel, termasuk ASN zaman sekarang. Dan terutama, bagi mereka yang memiliki mobilitas kerja tinggi. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, naik turun tangga. Wah, auto gempor tuh kaki kalau dipaksa menggunakan pantofel. 

Baca Juga:

AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet

Alasan Sneakers Lokal Aerostreet Bisa Memenangkan Hati Rakyat Indonesia, Bukan Sekedar Menang Harga dan Desain

Bisa jadi, itu sebabnya banyak ASN yang mulai “menggantung” sepatu pantofel mereka dan menggantinya dengan alas kaki yang lebih nyaman. Biasanya, jenis sepatu yang kemudian jadi pilihan mereka yaitu sneakers.

Sejarah Sneakers

Ketimbang sepatu pantofel, sneakers memang memiliki sol karet yang lebih lentur. Makanya jadi populer banget buat anak muda termasuk ASN. Alhasil, sneakers memberikan pengalaman bersepatu yang lebih nyaman. Apalagi kalau jenis sepatu yang dipakai adalah sneakers asli. Dijamin tidak akan ada drama kaki lecet atau pegel-pegel setelah dibawa jalan.

Sneakers sendiri memiliki sejarah yang panjang dalam perkembangannya di dunia. Sneaker pertama kali dibuat menggunakan material rubber soled shoes yang bernama plimsolls sekitar abad 18. 

Sayangnya, saat itu, sepatu plimsolls kurang nyaman sebab karakternya kaku serta kasar. Saking kakunya, orang akan sulit untuk membedakan mana sepatu bagian kanan, mana kiri. 

Barulah pada 1917, produsen sepatu di US bernama Rubber Company memproduksi sepatu dengan sol yang lebih empuk. Sepatu itu diberi nama Keds. Belakangan, orang-orang menyebut sepatu Keds ini dengan nama sneakers. Disebut demikian karena sepatu ini tidak berisik, sesuai dengan arti kata sneakers dalam Bahasa Inggris yang berarti mengendap-endap.

Tidak ada larangan bagi ASN

Kembali soal ASN yang kini jarang menggunakan sepatu pantofel dan lebih menggunakan sneakers. Jika menilik dari Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 6 tahun 2023 tanggal 11 september 2023 pasal 9, sah-sah saja sebenarnya jika ASN menggunakan sepatu jenis sneakers untuk bekerja. Toh, di pasal tersebut hanya disebutkan bahwa ASN pria wajib mengenakan ikat pinggang, sepatu, kaos kaki. Sedangkan ASN wanita wajib memakai sepatu. 

Dengan kata lain, selama si sepatu masih masuk dalam kategori pantas untuk dipakai ke kantor, ya, tidak masalah dipakai sekalipun itu adalah sepatu jenis sneakers. Yakali udah gede, ASN pula, pake sepatu futsal buat ngantor.

Nah, kalau sepatunya sudah nyaman kan bekerja bisa lebih fokus. Menariknya lagi, soal sepatu yang nyaman untuk bekerja ini, sekarang sudah bisa kita dapatkan dari merek-merek sepatu dalam negeri. Sepatu pantofel makin tersingkir, deh.

Sepatu lokal tak kalah dengan sepatu buatan luar negeri  

Saking kerennya kualitas sepatu lokal, beberapa merek sering dikira produk luar negeri. Sebut saja Ventela, Compass, Aerostreet, Saint Berkley, Buccheri, dan lain-lain. Khusus untuk nama yang terakhir, siapa sangka jika nama tersebut merupakan akronim dari nama 3 bersaudara, yaitu Budi, Ediansyah, dan Heri? Sepintas, namanya memang mengingatkan kita dengan nama salah satu kota yang ada di Italia.

Ada pula sepatu lokal lain yang namanya “barat banget”, padahal buatan anak negeri. Sepatu yang saya maksud adalah Piero. Ternyata oh ternyata, nama Piero ini terinspirasi dari kata dalam Bahasa Jawa, yaitu “Oerip” atau “Urip” yang berarti ‘hidup’. Kalian tahu berapa harga sepatu Piero? Start from 200 ribuan saja, Bestie! Bahkan harga sepatu Piero yang termahal saja nggak nyampe 600 ribu. Terjangkau sekali, bukan? 

Dengan fakta-fakta yang ada, bahwa sepatu pantofel itu menang keren doang tapi nggak nyaman untuk dipakai kerja, serta serta munculnya banyak sepatu lokal berkualitas yang harganya terjangkau, sudah cukup menjadi alasan kenapa ASN mulai ogah menggunakan pantofel. 

Ngomong-ngomong, kamu tim sepatu pantofel atau sneakers, nih?

Penulis: Dyan Arfiana A.P

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Battle Sneakers: Mending yang Terbuat dari Kulit Sintetis Atau Kanvas?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2024 oleh

Tags: Aerostreetbucchericompasspantofelpierosaint berkleysepatu asnsepatu lokalsepatu pantofelsneakerssneakers lokal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Dekadensi Sepatu Brodo: It's Evolving, Just Backwards!

Dekadensi Sepatu Brodo: It’s Evolving, Just Backwards!

4 Desember 2023
Kanky, Sepatu Lokal Rasa Internasional. Terbaik!

Kanky, Sepatu Lokal Rasa Internasional. Terbaik!

4 Januari 2025
AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet Mojok.co

AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet

11 Desember 2025
Battle Sneakers Mending yang Terbuat dari Kulit Sintetis Atau Kanvas Terminal Mojok

Battle Sneakers: Mending yang Terbuat dari Kulit Sintetis Atau Kanvas?

6 Januari 2023
Sepatu Aerostreet: Produk Lokal yang Cocok untuk Gaji UMR Jogja terminal mojok.co

Sepatu Aerostreet: Produk Lokal yang Cocok untuk Gaji UMR Jogja

25 Januari 2022
Hanya Orang Bodoh yang Mikir Sneakers Aerostreet Murahan (Unsplash)

Alasan Sneakers Lokal Aerostreet Bisa Memenangkan Hati Rakyat Indonesia, Bukan Sekedar Menang Harga dan Desain

19 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.