Sepatu Rakyat Itu Bukan Compass, tapi Kodachi – Terminal Mojok

Sepatu Rakyat Itu Bukan Compass, tapi Kodachi

ArtikelFeatured

 

Ngomongin hal-hal berbau local pride yang lagi ngetren akhir-akhir ini. Tidak elok rasanya, kalau kita tidak membahas sneaker lokal legendaris dari Bandung. Ventela? Kofuku? Bukan bambang, kita mau bahas Kodachi. Ventela sama Kofuku legendaris darimana bos? Mereka masih brand kemarin sore. Lho, bukanya itu brand jepang  ya, Bro? Nah ini yang bikin salah kaprah. Emang sih awalnya Kodachi didirikan sama investor asal Jepang. Namun semenjak menjamurnya brand asal Eropa seperti Nike, Adidas, dan  Puma, lambat laun merk ini tenggelam karena penduduk Negara +62 sing kakean nuruti gengsi, cen asu ogh.

Nah, kenapa disebut salah kaprah? Setelah keruntuhan Kodachi dengan investor Jepangnya, brand ini diambil alih oleh orang Indonesia pada tahun 1990-an. Kodachi akhirnya memiliki pabrik sendiri yang cukup besar di kota Bandung. Dengan jahitan dan press mesin yang sudah inject. Sepatu ini dibanderol dngan harga pasar Rp.100.000-Rp.115.000 saja. Mantap sekali untuk sobat misqueen yang memiliki masalah sepatu rusak dan perlu beli baru dengan dana minimalis. Kualitasnya gimana? Tidak buruk. Dengan desain klasik dan lentur, sepatu ini emang serinya buat orang yang sering olahraga. Karena kalau lihat dilihat, kemasannya bertuliskan “volleyball shoes”. Zaman bapak saya masih SMA sepatu ini sering dipakai olahraga katanya nggak gampang rusak.

Jasa Sepatu Kodachi untuk Indonsia

Oh iya, karena ini bulan Agustus, identik banget sama yang namanya bahasan-bahasan kemerdekaan. Tahu nggak sih, sepatu ini udah pernah bikin bangga Indonesia lho. Tepatnya di Olimpiade Barcelona, sepatu ini yang dipakai sama legenda bulutangkis Susi Susanti. Mantep kan, Lu? Jadi gausah sok gengsi deh, bilang sepatu murahan atau norak lah. Ini sepatu udah berjasa banget buat negara ini ya, Bambang.

Baca Juga:  Rekomendasi Acara Stand Up Comedy Special buat Kamu yang Lagi Butuh Ketawa

Ono Rego Ono Rupo

Pepatah “Ono Rego, Ono Rupo” yang dalam bahasa Indonesia berarti ada harga yang lumayan, sebanding dengan kualitas barang. Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku untuk sepatu Kodachi. Banyak orang yang teledor membeli barang karena terbius dengan harga yang terlalu murah seperti barang clone pada produk smartphone. Namun, sepatu Kodachi menawarkan kualitas dengan harga 100.000 saja. Itu disebabkan metode pemasaran mereka yang baru sebatas distrbusi ke reseller, lalu barang laku. Udah gitu doang, repeat. Dibandingkan dengan sepatu local brand yang lebih muda seperti ventela, ataupun compass, Kodachi lebih menjual sisi kualitas. Bahkan harus saya akui pabrik brand Kodachi adalah produsen sepatu berkualitas dengan modal minim.

The Real Sepatu Rakyat

Ngomong-ngomong nih ya, yang bikin gaung local pride selain influencer sekaligus pemilik usaha cuci sepatu shoesandcare. Yap, Tirta Mandhira Hudhi atau lebih dikenal sebagai dr.Tirta. Gerakan ini juga disebabkan boomingnya brand sepatu lokal yang menurut perspektif saya terlalu menjual nama rakyat. Diperparah kelakuan fans brand satu ini yang menurut saya overproud banget sampai konten review sepatunya dr.Tirta dihujat karena diduga menyudutkan brand yang mereka idolai.

Kalau kata dr.Tirta, dunia persepatuan lokal lebih gayeng dari percovidan, ndak usah disebut nama brandnya apa, udah pada tau kok. Kalau mau bikin sepatu yang mengatasnamakan rakyat tak saranin mbok ya konsultasi ke Kodachi dulu, biar tahu definisi sepatu rakyat itu kayak gimana, hehehe.

Baca Juga:  Stereotip Keliru yang Sering Ditempelkan ke Anak Rohis

Ok, sebagai penutup saya ingin mengutarakan rasa heran saya kepada fans brand lokal yang terlalu overproud pada salah satu brand lokal tertentu saja, kok mau-maunya beli barang resell nyampai dua kali lipat lebih harga aslinya, masih banyak kali brand lokal yang harganya terjangkau. Kalau fenomena kaya gini dibiarkan, jatuhnya cuma menggaungkan brand lokal doang nggak sih?! Unsur pride-nya nggak ada. Soalnya jelas, mereka beli bukan buat dipakai, tapi dijual lagi. Ya mungkin niat awalnya buat dipakai tapi kalau ditawar dua kali lipat sih saya juga mau.

Sumber gambar: Youtube InCipeng WeTrust.

BACA JUGA Sepatu Campess Akhirnya Gaib dan Mencoreng Demokrasi Persepatuan atau artikel Terminal Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.