Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
11 Desember 2025
A A
AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet Mojok.co

AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya selalu percaya bahwa ada dua jenis sepatu di dunia ini. Pertama, sepatu yang tampil gagah di foto produk, tapi payah di lapangan. Kedua, sepatu yang tampilannya kurang meyakinkan, tapi ternyata tahan banting. AeroStreet Black Classic, masuk ke kategori yang kedua. Sepatu lokal ini seperti kawan lama yang selalu bisa diandalkan.

Saya membeli AeroStreet pada 2023 di Shopee dengan harganya sekitar Rp130.000. Harga yang membuat saya tidak memasang berekspektasi tinggi. Biasanya, sepatu di harga segitu punya hubungan toxic dengan pemiliknya: awalnya manis, akhirnya bikin sakit hati. Tapi, karena waktu itu ada promo, saya pun langsung memasukkannya ke keranjang.

ADVERTISEMENT

Begitu paket yang dinanti tiba, saya tidak seperti merasa sedang menerima sepatu spesial. Kardusnya biasa, isinya biasa, aromanya pun seperti sepatu baru pada umumnya. Namun, ada sesuatu yang membuat saya sedikit curiga: sepatunya terasa lebih berat daripada dugaan. Biasanya, sepatu murah itu ringan. Dan, sepatu ringan biasanya cepat rusak. 

Sepatu lokal yang awet

Saya pun mulai memakai AeroStreet Black Classic untuk aktivitas harian. Jalan kaki rutin satu kilometer lebih, mondar-mandir ke warung, dipakai nendang pintu kos yang macet, hingga menahan cipratan hujan yang suka datang tanpa izin. Dari hari ke hari, sepatu ini tidak menunjukkan tanda-tanda drama. Tidak ada sol menganga, tidak ada kulit sintetis mengelupas. Justru sebaliknya, dia terlihat seperti menikmati hidup baru sebagai sepatu pekerja keras.

Ternyata, setelah saya telusuri, rahasia kekuatan ada di sol Shoes Injection Mold. Teknologi ini membuat bagian sol dan badan sepatu menyatu tanpa lem. Jadi bukan ditempel, melainkan dibentuk bersama sejak lahir. Sol seperti ini jauh lebih kuat dan tidak rewel. Kekurangannya cuma satu: dia agak kaku dan berat. Tapi, jujur saja, saya lebih rela punya sepatu yang berat, tapi awet daripada ringan, tapi cepat rusak. 

Material atasnya menggabungkan kanvas, mesh, dan kulit sintetis. Hasilnya adalah sepatu yang lumayan adem. Bukan adem premium yang membuat kaki merasa seperti sedang liburan di pegunungan, tapi cukup nyaman untuk dipakai berjam-jam. Saya tidak pernah melakukan perawatan khusus, tidak pernah menyemir, tidak pernah mencuci dengan sabun khusus. Meski begitu, warnanya tetap hitam stabil, seperti sudah berjanji tidak akan pudar sebelum kontrak dua tahun berakhir.

AeroStreet Black Classic tidak lekang oleh waktu

Kalau soal desain, AeroStreet Black Classic tidak mencoba jadi sepatu-sepatu estetik yang kini sedang digandrungi. Namun, hal itu justru jadi ciri khasnya. AeroStreet Black Classic tidak punya garis agresif,  warna eksperimental, maupun gaya yang berusaha tampil superior. Itu mengapa, sepatu ini sangat cocok untuk siswa yang harus terlihat patuh, pegawai yang butuh sepatu aman, atau orang seperti saya yang lebih suka kenyamanan daripada gaya.

Ada pengait besi di lubang tali yang membuatnya terlihat lebih tahan banting. Detail kecil seperti ini jarang ditemukan di sepatu murah. Kesan yang muncul adalah: sepatu ini bukan dibuat untuk kelihatan keren, tetapi untuk bertahan.

Baca Juga:

Nostalgia Masa Kejayaan Bata, Sepatu Jadul yang Membuat Saya Sombong saat Lebaran

Alasan Sneakers Lokal Aerostreet Bisa Memenangkan Hati Rakyat Indonesia, Bukan Sekedar Menang Harga dan Desain

Tentu saja, sepatu ini tidak sempurna. Solnya tidak fleksibel, jadi kalau butuh sepatu untuk olahraga lari atau melompat tiba-tiba, AeroStreet bukan pilihan ideal. Bobotnya juga bisa membuat kaki sedikit kaget di awal. Namun dalam hal value, sepatu ini merupakan anomali yang menyenangkan. Banyak sepatu dua atau tiga kali lipat harga justru menyerah duluan.

Sudah dua tahun menemani

Setelah hampir dua tahun memakainya, saya mulai merasa ada ironi yang lucu. Di tengah gempuran merek-merek luar negeri, ada sepatu lokal yang pelan-pelan membuktikan bahwa kualitasnya. AeroStreet Black Classic adalah bukti hidup bahwa industri sepatu lokal sebenarnya juga punya potensi untuk bersaing. 

Dari sini saya belajar bahwa tidak semua hal yang tampak minimalis itu murahan. Kadang justru barang yang tampil apa adanya itulah yang membuat hidup lebih mudah. AeroStreet tidak berusaha menjadi sepatu keren, tidak berusaha menjadi pusat perhatian. Ia hanya bekerja. Setiap hari. Tanpa keluhan.

Dan bagi sepatu yang harganya cuma seratus tiga puluh ribuan, itu adalah karakter yang lebih berharga daripada sekadar tampilan. AeroStreet Black Classic mungkin tidak membuat penggunanya terlihat lebih modis, tetapi ia membuat langkah terasa mantap. Dan langkah yang mantap adalah salah satu hal penting dalam hidup.

Penulis: Faris Firdaus Alkautsar
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Rekomendasi Sepatu Wanita Lokal Terbaik Kurang dari Rp400 Ribuan, Harga Murah Tampilan Mewah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Desember 2025 oleh

Tags: AerostreetAeroStreet Black Classicmerek lokalsepatusepatu lokalsepatu murah
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

Dosa Saat Beli Sepatu yang Sering Dilakukan

4 Dosa Saat Beli Sepatu yang Sering Dilakukan

28 Juli 2022
curhat orang dengan kaki kecil kaki mungil susah nyari sepatu dikira anak-anak mojok.co

Curhat Orang dengan Kaki Kecil yang Nggak Penting-penting Amat

29 Mei 2020
Mengenal Teknologi Midsole Sepatu Nike agar Nggak Menyesal di Kemudian Hari

Mengenal Teknologi Midsole Sepatu Nike agar Nggak Menyesal di Kemudian Hari

19 Juni 2022
Membeli Sepatu Itu Nggak Selalu Mudah, Sering Rumitnya

Membeli Sepatu Itu Nggak Selalu Mudah, Sering Rumitnya

23 November 2019
fabulous

Tampil Fabulous di Hari Kemerdekaan ala Mahasiswa Miss Queen

26 Agustus 2019
Sepatu Adidas Adizero Y-3, Sepatu Lari yang Sebaiknya Nggak Usah Dipakai Lari oleh Kaum Mendang-Mending. Eman-eman!

Sepatu Adidas Adizero Y-3, Sepatu Lari yang Sebaiknya Nggak Usah Dipakai Lari oleh Kaum Mendang-Mending. Eman-eman!

26 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Ingat Ada Revisi Mojok.co

Jangan Bangga Skripsi Nggak Banyak Revisi, Bisa Jadi Itu Pertanda Salah Arah yang Bikin Repot Saat Sidang Nanti  

20 Juni 2026
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja Mojok.co

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja

25 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.