Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Seni Mencintai Ala Erich Fromm yang Bagus buat Rujukan Yang-yangan

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
19 Februari 2021
A A
Seni Mencintai Ala Erich Fromm yang Bagus buat Rujukan Yang-yangan terminal mojok.co

Seni Mencintai Ala Erich Fromm yang Bagus buat Rujukan Yang-yangan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bertepatan dengan bulan kasih sayang ini, saya teringat pada salah satu materi kuliah saya yang kebetulan membahas mengenai cinta. “Kuliah kok bahas cinta? Kuliah jurusan mak comblang?” Ya memang begitulah jurusan saya, jurusan yang kepo segala kehidupan manusia termasuk dunia percintaan manusia, Jurusan Sosiologi namanya. Pembahasan materi kuliah tentang cinta pada kala itu, hanya berfokus pada satu tokoh sosiolog saja, yakni Erich Fromm. 

Inget-inget ya, “Erich Fromm”, bukan Erick Thohir, awas keliru atau terpeleset menyebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

Nah, mbah Fromm ini saking tergila-gilanya dengan dunia percintaan manusia, sampai-sampai ia mengarang buku yang fokus membahas mengenai konsep cinta. Buku tersebut berjudul The Art of Loving, sebuah buku yang biasanya paling laris untuk didiskusikan mahasiswa sosiologi.

Tulisan ini juga sedikit mengacu dengan isi buku tersebut mengenai perilaku yang paling mendasar dalam hal mencintai. Setidaknya ada empat perilaku dasar mencintai ala Erich Fromm yang perlu dilakukan oleh setiap insan yang sedang jatuh cinta. Siap-siap, ilmu ini bisa digunakan untuk kebutuhan yang-yangan dan memadu kasih.

#1 Perhatian

Perhatian di sini dalam artian usaha untuk memperhatikan apa pun yang ada pada sosok yang dicintai. Ibarat mencintai seorang perempuan, maka perhatianlah pada segala kehidupan, kondisi, bahkan hal-hal kecil yang ada dalam diri perempuan tersebut, misal anting-anting yang dikenakannya.

Panji Pragiwaksono dalam tour stand up-nya pernah menjelaskan rumus mendapatkan seseorang yang dia cintai, meskipun orang tersebut telah memiliki pasangan. Begini rumusnya, “perempuan butuh perhatian, laki-laki butuh pengakuan, kasih dia lebih dari biasanya didapatkan dari pasangan, dia jadi milik lo.” Melalui rumus ini, kalian akan sukses menjadi pelakor yang profesional.

#2 Tanggung jawab

Tanggung jawab yang dimaksud bukanlah sebuah beban tugas layaknya dalam dunia kerja yang cukup menjenuhkan jiwa, melainkan, sebuah bentuk sukarela.

Seseorang harus dapat mencintai secara sukarela tanpa ada paksaan maupun kekangan yang menghantamnya. Saya teringat wejangan mbah Sudjiwo Tejo, “Cinta itu nggak pake itung-itungan. Kalo udah mikir ‘pengorbanan’ itu namanya kalkulasi.” Nyatanya begitulah seharusnya mencintai, tanpa merasa berkorban, paksaan atau segala kekangan lainnya, melainkan secara sukarela.

Baca Juga:

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

Nyinyirin Jurusan Sosiologi Unej, Lalu Bersyukur karena Jurusan Ini Justru Memberi Banyak Bekal buat Lanjut S2

#3 Rasa menghormati

Hormat di sini bukan berarti instruksi “hormat grak!” layaknya upacara setiap Senin semasa sekolah dulu. Rasa menghormati yang dimaksud adalah sebuah kemampuan untuk melihat seseorang sebagaimana apa adanya, sebagai sosok yang unik.

Jadi sosok yang dicintai dibiarkan hadir sesuai caranya sendiri, sesuai keinginannya sendiri, tanpa paksaan maupun ambisi oleh mereka yang mencintai. Kalau boleh saya katakan bahwa model mencintai seperti ini adalah model mencintai yang membebaskan. Jauh dari kata posesif.

#4 Pengetahuan

Nah, ini nih, yang mungkin sedikit berbeda dibandingkan dengan tips-tips mencintai dari mak comblang pada umumnya. Mbah Erich Fromm menekankan bahwa mencintai itu harus berlandaskan pada pengetahuan.

Pengetahuan yang dimaksud adalah bentuk mengetahui dengan baik mengenai segala hal yang terkait dengan sosok yang dicintainya. Mulai dari mengenali kepribadian, karakter, sifat, kondisi, perubahan diri, latar belakang, dan lain sebagainya. Mencintainya nggak sebatas abal-abal ngomong “cinta” doang, tapi juga tahu betul sosok seperti apa yang dia cintai.

Setidaknya kalau manut Mbak Erich Fromm, mencintai itu sekurang-kurangnya memiliki empat perilaku ini. Kalau nggak punya keempat perilaku ini mending nggak usah sok ngaku mencintai orang lain deh, lha syarat dasarnya saja nggak terpenuhi kok bilang cinta. Haaash!

BACA JUGA Salahkah Mencintai Orang yang Tidak Mencintai Kita? dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2021 oleh

Tags: Mencintaisosiologi
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Kata Siapa Jurusan Sosiologi ketika Menjawab Soal Hanya Copy Paste Jawaban dari Internet_ terminal mojok

Bertobatlah Wahai Orang-orang yang Bilang Jurusan Sosiologi Jawab Soal Hanya Copas Jawaban dari Internet

4 Juli 2021
HMP Sosiologi UTM Problematik. Mending Segera Dibenahi, kalau Nggak Bubar Saja

HMP Sosiologi UTM Problematik. Mending Segera Dibenahi, kalau Nggak Bubar Saja

6 Mei 2024
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026
Nyinyirin Jurusan Sosiologi Unej, Lalu Bersyukur karena Jurusan Ini Justru Memberi Banyak Bekal buat Lanjut S2

Nyinyirin Jurusan Sosiologi Unej, Lalu Bersyukur karena Jurusan Ini Justru Memberi Banyak Bekal buat Lanjut S2

6 September 2025
Gara-gara Bayem Sore, Guru Sosiologi Jadi Tak Kesulitan Lagi Menjelaskan Materi Sosiologi, Kelas Abangku!

Gara-gara Bayem Sore, Guru Sosiologi Jadi Tak Kesulitan Lagi Menjelaskan Materi Sosiologi, Manyala Abangku!

4 Februari 2024
5 Drama Korea yang Bisa Jadi Topik Skripsi buat Mahasiswa Jurusan Sosiologi Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Bisa Jadi Topik Skripsi buat Mahasiswa Jurusan Sosiologi

30 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.