Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Semoga Tren Makanan Pedas Overrated Segera Berakhir

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
28 Desember 2022
A A
Semoga Tren Makanan Pedas Overrated Segera Berakhir

Semoga Tren Makanan Pedas Overrated Segera Berakhir (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi orang Indonesia, rasanya cukup sulit hidup tanpa sambal. Bahkan sambal jadi salah satu makanan yang paling dikangenin orang Indonesia yang merantau ke luar negeri. Begitu sukanya masyarakat kita dengan cita rasa pedas, nggak heran kalau tren makanan pedas nggak pernah ada matinya di Indonesia.

Saya ingat betul, ketika SMP dulu ada kripik pedas Maicih sangat booming di sekolah. Padahal penggunaan sosial media belum semasif saat ini. Tapi nyatanya demam kripik pedas asal Bandung ini bisa sampai juga di Malang. Saking viralnya, banyak oknum yang berusaha bikin tembakan merek Maicih.

Harga kripik ini terbilang mahal untuk ukuran uang saku anak sekolah di zaman itu ketika harga-harga masih serba murah. Untuk bisa memuaskan rasa penasaran setidaknya perlu menabung seminggu dari uang saku. Karena cemilan ini menjual gimmick sebagai makanan pedas, tentunya teman-teman di sekolah berlomba-lomba untuk mendapatkan level pedas yang paling tinggi. Sekalian jadi ajang adu gengsi gitu buat mendapatkan gelar raja pedas.

Sayangnya makin tingginya level pedas ini nggak sebanding dengan level kenikmatan makanan. Makin tinggi level pedasnya, justru semakin menyiksa lidah dan bikin nangis. Nangis karena kepedesan iya, nangis karena duit melayang sia-sia juga iya.

Bayangin deh, rasa makanannya emang jadi aneh. Rasa gurih yang diharapkan dari kripik ini malah ketutup total sama pedesnya. Belum lagi bonus sakit perutnya yang berujung dimarahi ibu. Aduh, kalau bukan pencinta pedas garis keras yang lambungnya sekuat baja mending nggak usah coba-coba deh. Kalau mau menikmati kripik ini dengan khidmat mending beli level pedas yang cupu-cupu aja.

Maicih jadi perkenalan pertama saya dengan tren makanan pedas. Sekarang, tren makanan pedas masih menolak padam. Malah rasa-rasanya trennya jadi makin aneh-aneh. Dari ayam, mi, kripik, jajanan kelompok aci-acian, pokoknya apa-apa dibikin serba pedas. Makanan pedas biasa dijual lebih mahal daripada versi originalnya karena perlu cabai yang lebih banyak. Padahal versi normalnya kemungkinan besar punya rasa yang lebih enak dan harganya lebih bersahabat.

Yang paling nggak masuk akal adalah Paqui One Chip Challenge yang ngetren sekitar 3 tahun lalu. Merek makanan ringan dari Amerika Serikat ini merilis inovasi gila berupa 1 buah kripik tortilla yang pedasnya mencapai >1 juta SHU (Scoville Heat Unit, alias skala kepedasan cabai). Artis-artis dan konten kreator ramai-ramai join tren ini sampai banyak yang dibawa ke rumah sakit gara-gara nggak kuat sama pedasnya. Harga kripik ini juga nggak murah lo, ratusan ribu sampai jutaan rupiah per kemasan yang isinya hanya 1 buah kripik saja. Belum termasuk biaya ke rumah sakit kalau terjadi apa-apa dan berbagai resiko fatal lainnya.

Tren makanan pedas kini menjadi terlalu overrated demi mengejar konten yang sensasional. Padahal makanan-makanan dengan level kepedasan nggak masuk akal ini belum tentu enak. Bahkan nggak ada rasa lain yang bisa dinikmati selain pedas dan pedas. Mungkin malah ada pahitnya kalau menggunakan cabai bubuk.

Baca Juga:

Derita Orang yang Tidak Bisa Makan Pedas di Indonesia: Jadi Golongan Minoritas dan Kadang Kena Ranjau Tak Terduga

Bagikan Spotify Wrapped Kalian, Biarkan Orang yang Benci Makin Benci dan Makin Terlihat Tolol

Selain hobi menyiksa diri dengan tren makanan-makanan pedas tadi, semakin banyak konten kreator yang doyan sambal dan saus jenis apapun. Ketika review makanan mereka hobi nambah-nambahin saus dan sambal berlebihan yang jatuhnya jadi lebay. Berdasarkan penelitian, makanan berwarna merah memang cenderung menarik secara visual dan menggugah selera. Mungkin itu sebabnya banyak orang yang hobi nonton konten makan-makan yang thumbnailnya menunjukkan makanan berlumur saus atau sambal. Atau bisa jadi ada pergeseran kultur bersosial media yang makin hobi nonton orang tersiksa. Salah satunya tersiksa karena makanan pedas.

Nggak masalah kalau memang mereka hobi makan pedas. Tapi di sisi lain saya penasaran betul, emangnya mereka beneran bisa habisin makanan itu sendirian atau nggak dibuang? Kan sayang juga kalau sambalnya malah terbuang sia-sia. Kebiasaan buang-buang sambal dan saus ini sejujurnya cukup meresahkan kalau sampai ditiru oleh pengikutnya.

Memang rasa pedas bisa membuat makanan jadi lebih nampol. Nafsu makan pun bisa meningkat dengan sentuhan rasa pedas. Tapi kalau makanan yang jualan gimmick pedas nggak masuk akal kayaknya terlalu overrated deh. Mending dipikir-pikir lagi sebelum mengikuti tren daripada menyesal. Udahlah harganya lebih mahal, kenikmatannya ilang, bisa bikin sakit pula. 

Penulis: Erma Kumala Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Obsesi Rasa Pedas dan Menikmati Penderitaan kayak Masokis

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2022 oleh

Tags: makanan pedastren
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

musim permainan di sd anak 2000an tren remaja anak-anak di indonesia mojok.co

Pengalaman Saya Sekolah di SD yang Punya 6 Musim

16 Juli 2020
Alasan Makan Makanan Pedas Saat Kencan Pertama Nggak Dianjurkan

Alasan Makan Makanan Pedas Saat Kencan Pertama Nggak Dianjurkan

15 Maret 2023
NGL Link, Tren yang Menyenangkan Sekaligus Menyebalkan

NGL Link, Tren yang Menyenangkan Sekaligus Menyebalkan

6 Juli 2022
bubur diaduk

Perkara Bubur Diaduk atau Tidak Saja Kita Semua Terkotak-kotak

22 Juli 2019
Memilih Prabowo Subianto karena Gemoy Itu Sesat, Prestasinya Banyak, Masak Milih karena Tren TikTok doang

Memilih Prabowo Subianto karena Gemoy Itu Sesat, Prestasinya Banyak, Masak Milih karena Tren TikTok doang

5 November 2023
Makanan Khas Pulau Lombok yang Lombok Abis terminal mojok

Mengenal Ragam Makanan Khas Pulau Lombok yang Lombok Abis

24 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

14 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

20 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.