Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Muzemmil Ubaidillah oleh Muzemmil Ubaidillah
24 Juni 2026
A A
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink! (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai peringatan, kalian akan muak dengan warna pink setelah membaca tulisan ini. Sama halnya dengan perasaan warga Jember selama ini

Meskipun saya jarang memiliki barang dengan warna pink, saya tidak punya masalah dengan warna itu. Sungguh, saya benar-benar tidak ada masalah dengan warna pink. Namun, itu semua berubah sejak pilkada serentak yang lalu.

ADVERTISEMENT

Warna pink biasanya digambarkan sebagai simbol dari kasih sayang, ceria dan kedamaian. Secara tradisional warna ini sering diidentikkan dengan feminitas. Pink biasanya dominan terletak pada alat-alat kecantikan, tas, dompet, maupun dekorasi kamar.

Semua keceriaan dan kedamaian itu sirna jika kalian jadi warga Jember. Warna pink di Jember menjadi alat kampanye dan memoles citra pemkab.

Awalnya saya pikir hanya akan sesaat menghiasi Jember

Sejak awal kontestasi pilkada, Bupati dan Wakil Bupati yang sekarang menjabat memang warna dominan yang digunakan untuk kegiatan kampanye adalah warna pink. Semua printilan-printilan kampanye, mulai dari kemeja yang digunakan oleh paslon, baliho, gamis-gamis yang dibagikan ke emak-emak, hingga mobil operasional selama kampanye pun tak luput untuk diwarnai pink.

Saya kira itu hanya akan terjadi selama masa kontestasi dan nantinya setelah terpilih tidak akan menonjolkan warna tertentu selama menjabat. Dugaan saya salah, ketika saya mengikuti KKN Kolaboratif yang diadakan oleh Pemkab Jember pada 2025 lalu.

Balon yang ditermbangkan sebagai bentuk simbolis pelepasan mahasiswa KKN warnanya pink. Topi yang saya gunakan masih ada unsur-unsur pink-nya dengan kombinasi warna putih. Bahkan, desain kaos berkerah yang akan diberikan kepada mahasiswa KKN pun warnaya pink, meskipun kaos tersebut hingga sekarang tidak ada wujudnya.

Kalau jalan-jalan ke Kabupaten Jember, kalian akan melihat warna pink bertebaran di mana-mana. Mulai dari baliho sebagai alat memoles citra (meskipun sudah bukan masa kampanye), puskesmas, rombong UMKM, hingga gerobak mlijo, semaunya warna pink!

Baca Juga:

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

BACA JUGA: Saya Rindu Jember, tapi Tidak dengan Kenangan Buruknya

Memang tidak ada parpol di indonesia yang warnanya pink, tapi jangan kebablasan

Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam beberapa kesempatan ketika ditanyai mengapa sering menggunakan warna pink, menjawab bahwa tidak ada partai politik di Indonesia yang menggunakan warna pink sebagai warna utamanya sehingga diharapkan tidak menimbulkan kesan untuk menonjolkan partai politik tertentu selama dirinya menjabat.

ADVERTISEMENT

Kalau memang itu alasannya, kan masih banyak lagi warna yang tidak digunakan oleh partai politik tetapi masih enak dipandang di mata dan bersifat netral, misalnya abu-abu, krem, hitam atau coklat.

Ini sudah bukan masa kampanye lagi yang memerlukan identitas tertentu untuk membedakan dengan pasangan calon yang lain. Berkaca dari Kabupaten sebelah di wilayah Tapal Kuda, misalnya Situbondo, Bupati-Wakil Bupati yang saat ini menjabat pada saat pilkada identik dengan warna oren. Namun, pilkada telah usai dan jarang kita temui warna tersebut di Kabupaten Situbondo. Bahkan, hal tersebut sudah diultimatum oleh sang bupati untuk tidak selalu menggunakan warna tersebut pada setiap kegiatan pemerintah kabupaten.

Sekali lagi, saya sudah muak dengan warna pink dan mohon untuk dikurangi penggunaannya

Dalam memoles citra kepala daerah, tidak perlu semua keberhasilan kinerja diidentikkan dengan warna tertentu, terlebih lagi pink. Apabila memang kinerja bupati dianggap berhasil, masyarakat akan dengan sendirinya merasakan keberhasilan tersebut. Ia dikenali dari kerja nyatanya yang terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Pada saat tulisan ini dibuat, saya juga mencari di Google apakah ada orang yang memiliki phobia terhadap warna. Ternyata hal tersebut ada dan dalam istilah medis disebut dengan istilah kromophobia. Bahkan, secara khusus warna pink yang menjadi pokok permasalahan dalam tulisan ini, dikenal dengan istilah rhodophobia.

Pesan saya adalah mengajak untuk mengurangi penggunaan warna tersebut pada setiap program Pemerintah Kabupaten Jember. Jangan sampai jumlah orang yang menderita rhodophobia—yang jumlahnya sedikit—bertambah akibat booming-nya warna pink di Jember. Bahkan yang saya takutkan adalah orang yang mengalami rhodophobia mayoritas berasal dari Kabupaten Jember.

Saya juga yakin bahwa kalian yang membaca tulisan ini muak dengan kata “pink” yang hampir ada pada setiap paragraf tulisan ini. Begitulah yang dirasakan oleh warga Jember, muak.

Penulis: Muzemmil Ubaidillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2026 oleh

Tags: bupati jemberjemberpilkada jemberwarna pink jember
Muzemmil Ubaidillah

Muzemmil Ubaidillah

Mahasiswa UIN KHAS Jember yang punya banyak keresahan, tetapi terlalu sedikit yang mendengarkan, akhirnya menulis saja

ArtikelTerkait

Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu Mojok.co

Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu

2 November 2023
Pantai Watu Ulo Jember, Berwisata di Antara Kisah Mistis dan Tumpukan Sampah Mojok.co

Pantai Watu Ulo Jember, Berwisata di Antara Kisah Tragis dan Tumpukan Sampah

15 Januari 2024
Surat Terbuka untuk Bupati Jember Terkait Dana Rp7 Miliar (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Bupati Jember Terkait Revitalisasi Alun-Alun Kota yang Menelan Biaya Rp7 Miliar

10 Juni 2023
4 Rekomendasi Kafe di Jember yang Cocok untuk Healing

4 Rekomendasi Kafe di Jember yang Cocok untuk Menangis

14 Januari 2022
Pulau Nusa Barong, Tempat Bersejarah di Jember yang Keindahannya Tertutup Mitos dan Kisah Kelam

Pulau Nusa Barong, Tempat Bersejarah di Jember yang Keindahannya Tertutup Mitos dan Kisah Kelam

1 Februari 2024
Sawah Hilang, Data Bertambah: Trik Sulap LP2B Ala Jember

Sawah Hilang, Data Bertambah: Trik Sulap LP2B Ala Jember

18 September 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku Mojok.co

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku

26 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.