Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Sebagai Guru, Saya Sepakat dengan Dedi Mulyadi, Wisuda Sekolah Dihapus Saja, Ribet dan Banyak Masalah!

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
8 Mei 2025
A A
Wisuda TK Tradisi Paling Nggak Penting dan Buang Duit, Lebih Baik Dihapus Aja Mojok.co wisuda sekolah

Wisuda TK Tradisi Paling Nggak Penting dan Buang Duit, Lebih Baik Dihapus Aja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Gubernur Jawa Barat, biasa disapa Kang Dedi Mulyadi, tengah menjadi sorotan akibat kebijakannya yang kontroversial akhir-akhir ini. Termasuk salah satunya yang menarik perhatian saya adalah menghapuskan kegiatan wisuda sekolah dari tingkat TK hingga SMA. Lebih menarik lagi bahwa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah malah menanggapinya dengan memperbolehkan adanya wisuda asal tidak memberatkan orang tua. Tentu hal tersebut bertentangan dengan kebijakan KDM yang berniat untuk benar-benar menghapuskannya.

Akhirnya, terkait penghapusan wisuda ini terjadi pro kontra di mana-mana. Banyak yang mendukung kebijakan KBM di Jabar tersebut karena relevan dengan kondisi ekonominya. Tak sedikit pula yang mencela penghapusan wisuda di sekolah karena seolah-olah merenggut budaya yang sudah ada. Namun, di balik kontroversi dan debat pro-kontra yang beredar, saya sebagai guru yang pernah mengurus tetek bengek wisuda sekolah sangat sepakat dengan kebijakan menghapus wisuda di tingkat sekolah.

Saya pernah menjadi guru wali kelas 9 SMP yang mau tidak mau perlu mengurus keperluan wisuda anak-anak. Jelas, saya otoritatif terkait hal ini.

Ekspektasi orang tua yang membebani

Beberapa tahun lalu, saya pernah diamanahi untuk menjadi guru wali kelas 9. Dengan polosnya, saya menerima tawaran tersebut. Tanpa tahu ternyata di penghujung pembelajaran, saya tiba-tiba ditugaskan untuk menjadi ketua pelaksana wisuda anak-anak. Mau bagaimana lagi, kan saya wali kelasnya.

Jujur, membantu acara wisuda sekolah ini terasa begitu merepotkan. Menyiapkan penampilan anak-anak, menyiapkan dekorasi panggung, menjadi penghubung antara orang tua dan sekolah, semua terasa begitu melelahkan.

Sewajarnya seorang guru, saya selalu ingin mempersembahkan yang terbaik kepada para murid, terlebih wali murid yang akan lengser. Ditambah ekspektasi orang tua yang begitu besar terhadap acara wisuda, ingin acaranya tampak begitu spesial lah, tampak mewah, dsb. Hal tersebut menjadi beban tersendiri bagi guru-guru untuk membuat acara wisuda yang tidak hanya lancar, tapi juga membuat semuanya tampak berkesan.

Sampai-sampai saat itu kami menyiapkan dekorasi wisuda yang begitu mewah. Panggung kelap-kelip ditambah kolam ikan di depannya sebagai hiasan yang tampak wah. Semuanya diusahakan dengan pengorbanan guru-guru yang merelakan beberapa hari sebelum wisuda untuk begadang, sampai-sampai menginap di sekolah.

Tidak jarang guru harus nombok

Anggaran wisuda ini biasanya memang sudah ada dari sekolah. Tapi ketika orang tua meminta kegiatan wisuda yang “lebih”, tentu harus ada biaya tambahan di dalamnya. Masalahnya, tidak semua orang tua mampu untuk membayar kekurangan iuran wisuda. Nah, siapa lagi yang menomboki kekurangan-kekurangan tersebut kalau bukan kami sebagai guru?

Baca Juga:

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

Jangan Sombong Saat Meraih PhD, di Balik Gelarmu Ada Jasa Banyak Orang

Tentu menjadi masalah lagi ketika adanya wisuda sekolah ini perlu baju seragam untuk anak-anak yang harganya tidak murah. Pernah ada anak yang benar-benar tidak dibiayai oleh orang tuanya untuk kebutuhan wisuda. Karena kasihan melihat teman-temannya memakai seragam wisuda, maka guru lagi yang harus mengeluarkan uang untuk membelikan seragamnya supaya sang anak tidak merasa minder.

Kalian mikir sampai sini nggak? Nggak? Ketebak.

Wisuda sekolah selalu banyak masalah

Dari pengalaman saya menangani wisuda sekolah, jujur saja, acara ini bisa dibilang problematik sebab selalu diiringi banyak masalah. Entah ada biaya tambahan karena biaya dekorasi di luar ekspektasi. Penampilan siswa yang terkesan diada-adakan. Belum lagi selalu ada orang tua yang tidak ingin ikut iuran.

Saya punya mantan murid yang orang tuanya memaksakan ikut wisuda SMP. Kabar terakhir yang saya dapatkan darinya, ia tidak lanjut sekolah dan berjualan gadget karena kurang biaya untuk melanjutkan sekolah.

Inilah yang bikin saya setuju dengan Dedi Mulyadi, wisuda sekolah sebaiknya dihapuskan saja. Sebab, nyatanya, sangat tidak worth it mengeluarkan uang jutaan, bahkan puluhan juta, hanya untuk merayakan kelulusan sekolah.

Ingat, masih ada jenjang pendidikan selanjutnya yang butuh biaya. Jadi, Dedi Mulyadi Benar, lebih baik adakan syukuran, makan-makan bareng bestie ataupun keluarga. Jelas lebih masuk akal ketimbang wisuda sekolah. Toh, sisa uangnya bisa buat biaya jenjang pendidikan selanjutnya.

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2025 oleh

Tags: dedi mulyadikebijakan sekolahwisudawisuda sekolah
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini kalau Mau Lulus

20 September 2025
Alasan Wisuda S2 Kalah Heboh dengan Wisuda S1, padahal Lulusnya Lebih Susah Mojok.co

Alasan Wisuda S2 Kalah Heboh Dibanding Wisuda S1, padahal Lulusnya Lebih Susah

9 Mei 2025
Wajib Nyumbang Buku sebagai Syarat Kelulusan Itu Perampokan, Bukan Usaha Mencerdaskan!

Wajib Nyumbang Buku sebagai Syarat Kelulusan Itu Perampokan, Bukan Usaha Mencerdaskan!

25 Juli 2023
Wisuda UNS, Sebaik-baiknya Sistem Wisuda Perguruan Tinggi Mojok.co

Wisuda UNS, Sebaik-baiknya Sistem Wisuda Perguruan Tinggi

30 Oktober 2023
5 Kasta Toga Wisuda dengan Desain Paling Unik hingga Biasa Aja Mojok.co

5 Kasta Toga Wisuda dengan Desain Paling Unik hingga Biasa Aja

13 Juni 2025
4 Perbedaan Wisuda di Jepang dan Indonesia Terminal Mojok

4 Perbedaan Wisuda di Jepang dan Indonesia

20 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Kampus-Kampus Bangkalan Madura Bakal Jadi "Pabrik" Pengangguran kalau Tidak Mau Berbenah Mojok.co

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

6 Mei 2026
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • JPPI Kritik SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Sebut Pemerintah Lebih Peduli Karyawan SPPG daripada Guru Honorer
  • Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong
  • Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri
  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.