Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

Daffa Andarifka Syaifullah oleh Daffa Andarifka Syaifullah
19 Maret 2026
A A
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang asli Depok, saya bisa bilang daerah tempat saya lahir dan besar ini memang aneh. Kalian pasti masih ingat peristiwa babi ngepet yang meresahkan warga, keranda terbang, hingga daerah pertama di Indonesia yang terkena Covid-19. Melihat track record-nya, pantas kalau orang-orang memandang sebelah mata daerah satu ini.

Mungkin kalian akan menyangkal dengan berbagai data yang menunjukkan Depok adalah daerah satelit paling diinginkan para pekerja. Saya tidak menyangkalnya. Mengutip data BPS 2023, Depok adalah kota dengan persentase komuter paling tinggi di Jabodetabek. Angkanya mencapai 24,5 persen alias 485.355 orang tiap hari pulang pergi Depok-Jakarta. 

Akan tetapi, pertanyaan terbesar saya, benarkah ratusan orang itu benar-benar ingin tinggal di Depok? Saya yakin kalau ada daerah lain yang lebih layak dan terjangkau untuk bisa komuter ke Jakarta, ribuan orang itu akan beralih ke sana. 

Depok tampak baik-baik saja, tapi dari luarnya saja

Secara statistik, Depok  sebenarnya terlihat baik-baik saja. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 84,04 tergolong tinggi. Tingkat kemiskinannya terendah di Jawa Barat, hanya 2,34% pada 2024. UMK 2026 mencapai Rp5,5 juta. Angka-angka itu membuat Depok terlihat daerah yang makmur dan terurus. Akan tetapi, angka-angka yang menyenangkan itu ada campur tangan Jakarta di dalamnya. Tidak ada yang salah dengan hal itu, tapi rasa bangga akan Depok jadi sedikit berkurang. 

Depok punya UMK. Setiap tahun naik, setiap tahun diumumkan, setiap tahun jadi berita. Tapi, dari pengalaman saya kerja di Depok, dan cerita teman-teman yang bekerja di sana dari 2020 sampai 2025, ada satu pola yang tidak pernah berubah: perusahaan di Depok jarang yang mau bayar sesuai UMK-nya sendiri.

Bukan satu dua perusahaan. Bukan kebetulan. Ini sudah cukup konsisten untuk disebut sebagai tren. Yang lebih menarik, ini bukan masalah perusahaan kecil yang tidak mampu. Perusahaan yang cukup besar pun melakukan hal yang sama. Mereka memasang lowongan, menawarkan posisi yang terdengar layak, lalu di akhir proses interview angka yang muncul ada di bawah UMK. Tanpa penjelasan. Seolah UMK adalah angka dekoratif yang tidak perlu dipatuhi.

Teman saya pernah cerita soal pengalaman interview di salah satu perusahaan di Depok tahun 2024. Prosesnya panjang, beberapa tahap, terlihat serius. Sampai di tahap akhir, gaji yang ditawarkan masih di bawah UMK Depok tahun itu. Ketika ditanya, jawabannya selalu, “Kami menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan.”

Kemampuan perusahaan. Di kota dengan UMK yang mereka sendiri beroperasi di dalamnya.

Baca Juga:

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

Kota yang tidak menghargai penghuninya

Saya tidak sedang menuduh semua perusahaan di Depok melakukan hal ini. Tapi, polanya cukup jelas untuk membuat pertanyaan yang lebih besar: kalau kota ini tidak bisa menjamin penghuni yang bekerja di dalamnya mendapat upah yang layak, lalu apa sebenarnya yang daerah ini tawarkan?

Riset FEB UI 2025 mencatat bahwa warga Depok menghabiskan 16,3% pendapatannya untuk biaya transportasi, sekitar Rp1,8 juta per bulan. Angka tertinggi di antara semua kota penyangga Jakarta, bahkan lebih tinggi dari warga Jakarta sendiri yang hanya 11,8%. Artinya, dari gaji yang sudah dibayar di bawah UMK, warga Depok masih harus keluarkan hampir dua juta hanya untuk ongkos pergi bekerja di luar kotanya sendiri.

Sebagai orang yang sudah 25 tahun tinggal di tempat ini, rasa-rasanya tidak pernah bangga dengan Depok, apalagi melihat langsung kenyataan ini. Seperti banyak orang lain, saya merasa tempat ini sebagai tempat tinggal saja. Tidak lebih. 

Penulis: Daffa Andarifka Syaifullah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Setelah 3 Bulan Tinggal di Depok, Saya Sadar Ternyata Depok Itu Indah Jika Bisa Menikmatinya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2026 oleh

Tags: Daerah SatelitdepokjabodetabekJakartaOrang Depok
Daffa Andarifka Syaifullah

Daffa Andarifka Syaifullah

Penulis lepas berlatar D3 yang gemar mengamati kehidupan kota dan menuliskannya sebelum sempat dilupakan. Minatnya pada isu sosial-politik, dan metropolitan. Lahir dari kebiasaan memperhatikan hal-hal yang dianggap wajar padahal sebetulnya tidak.

ArtikelTerkait

Jalan Ciputat Musuh Bebuyutan Mahasiswa UIN Jakarta Mojok.co

Jalan Ciputat Musuh Bebuyutan Mahasiswa UIN Jakarta

2 Desember 2023
Orang Jakarta Stop Berpikir Pindah ke Purwokerto, Kota Ini Tidak Cocok untuk Kalian Mojok.co

Orang dari Kota Besar Stop Berpikir Pindah ke Purwokerto, Kota Ini Belum Tentu Cocok untuk Kalian

11 Desember 2025
Jembatan Aborsi, Jembatan Penyeberangan Paling Menyiksa yang Jadi Saksi Beratnya Kuliah di UI Depok

Jembatan Aborsi, Jembatan Penyeberangan Paling Menyiksa yang Jadi Saksi Beratnya Kuliah di UI Depok

4 Maret 2024
Sedap Malam Ciputat Dibenci Sekaligus Dicintai Penghuninya (Unsplash)

Sedap Malam Ciputat: Dibenci Sekaligus Dicintai Penghuninya

20 November 2023
Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh Mojok.co

Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh

25 Januari 2025
Perbedaan dan Persamaan Bahasa Betawi di Jakarta dan Depok terminal mojok.co

Perbedaan dan Persamaan Bahasa Betawi di Jakarta dan Depok

1 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026
Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

17 Juli 2026
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Potensi Besar, Hasil Dipertanyakan: 3 Alasan Warga Situbondo Wajib Kecewa dengan Daerahnya yang Gitu-gitu Aja

13 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
5 Tanda Warung Bebek Madura yang Sudah Pasti Enak: Makin Sederhana, Makin Enak!

Pedoman Kuliner Warung Bebek Madura, Saya Tuliskan karena Banyak yang Tertipu Tampilan Luarnya

13 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.