Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saya Membisukan Story WA Semua Orang dan Saya Tidak Menyesal

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
23 November 2020
A A
Trik Sukses Berjualan di WhatsApp agar Story-mu Nggak Di-skip Orang

Trik Sukses Berjualan di WhatsApp agar Story-mu Nggak Di-skip Orang

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai manusia pada umunya, saya juga pakai WA untuk berkomunikasi. Hampir semua dari Anda pasti juga pakai. Tapi, ada salah satu fungsi WA yang bisa kita gunakan sebagai sarana eksistensi dan pamer. Ya, story WA tentu saja. Saya suka bikin story WA untuk promosi usaha dan pamer juga. Tapi, hampir satu tahun ini saya matikan.

Memang saya jarang buka story WA. Paling hanya seminggu atau sebulan sekali, itu pun hanya beberapa. Sebenarnya kalau memang nggak ingin lihat yang tinggal gak usah lihat. Tapi, tangan saya suka gatel makanya semua saya bisukan sekalian.

Mungkin aneh orang yang suka bikin story kok mematikan story. Saya bikinnya memang saat promosi usaha dan saat saya kerja saja. Saya kebetulan kerja jadi dekorator acara. Semoga Anda penasaran kenapa saya melakukan hal itu. Tenang, saya akan beritahu alasannya

#1 Saya malas baca quotes anak indie

Saya rasa quotes sudah tak berguna bagi saya. Entah kenapa tiap lihat quotes begini berseliweran saya kok malas sendiri. Makanya semua story orang saya sembunyikan. Saya rasa quotes anak indie yang dilengkapi senja dan kopi sudah usang. Hal seperti itu bisa dianggap keren pada era 2008 sampai 2012. Saat itu, quotes sudah ramai di Twitter. Galau, kesendirian, kopi, harapan, dan beberapa pakai bahasa Inggris. Quote begini dua kali lipat tingkat nyebelinnya diatas story bisnis motivator. 

#2 Saya nggak mau lihat story dengan hashtag #selfreminder

Apa anda pernah sebel baca story WA orang yang isinya cuma marah-marah? Sebel sama orang yang bikin konten berisi nasihat, mana dikasih #selfreminder pula. Biasanya saya nggak sengaja lihat yang begini. Pokoknya hashtag self reminder itu nyebelin. Mungkin karena saya bukan orang suci yang selalu berbaik sangka, saya selalu curiga dengan hashtag ini. Kesannya seperti ngomongin orang tapi berpura-pura mengingatkan diri-sendiri. Duh pokoknya saya ini suka berprasangka buruk, makanya mending nggak usah lihat begituan daripada mangkel sendiri.

#3 Saya malas lihat konten hoaks

Biasanya memang video, foto, dan berita hoaks itu kepunyaan om dan tante yang budiman. Namun, tak jarang kawan sejawat juga membuat konten serupa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Yah namanya manusia, kadang bisa khilaf. Saya maklum saja mau gimana lagi, mendebat juga malas. Kalau storynya sudah terlalu sering ngehoaks, tinggal saya block. Padahal jika diperhatikan, hoaks yang mereka bagikan itu sangat tidak masuk akal. Mau gimana lagi, namanya juga khilaf.

#4 Saya nggak mau baca story caper

“Aku laper”, “Pusing nih”, “Semoga aku baik-baik saja. Ya Allah berilah kesembuhan *emot nangis, emot sedih*”. Ada juga yang upload foto obat, infus, termometer, foto kelihatan matanya doang, dan lain-lain. Saya nggak pengin lihat konten semacam ini berseliweran. Mungkin saya yang suuzan. Mereka mungkin hanya mengabari dan ingin didoakan. Tapi, daripada saya berburuk sangka mending nggak usah lihat sama sekali. Konten semacam ini seolah cuma caper dengan harapan orang-orang memperhatikan.

#5 Nggak suka story WA bokep

Ayolah, jangan share video dan link begituan di story WA. Saya sering banget menemui hal begini. Kalau punya video dan link adegan dewasa, silakan nikmati sendiri dan jangan nyebarin. Yang suka ya sak karepmu, tapi saya nggak ikut-ikut. Biasanya ABG tanggung dan orang nggak jelas yang sering berbuat amoral gini. Saya juga nggak ngerti kok saya punya kontaknya. Pokonya kalau menemui hal begini, tanpa pikir panjang langsung saya block. Umbi rambat kok dikasih kuota, pantesan postingannya nggak ada otak.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

#6 Irit kuota

Anda ngerti lah arti irit. Saya nggak mau terlalu banyak buang-buang kuota hanya untuk nontonin konten orang yang sebenarnya nggak berguna-berguna amat. Katanya, hemat pangkal kaya, maka saya pun melakukannya. Semoga dengan hemat kuota saya jadi kaya.

#7 Hemat waktu

Kadang terlalu banyak waktu yang saya habiskan di depan layar smartphone. Ini adalah salah satu cara menghabiskan waktu dengan kesia-siaan. Dengan ngak baca story WA, ada waktu saya yang bisa manfaatkan untuk hal yang lebih baik. Pokoknya saya membentengi diri untuk tidak terlalu lama lihat layar dan mencoba kegiatan lain yang lebih bermanfaat. 

#8 Saya mungkin bukan orang kepo

Tak dimungkiri, orang kepo adalah manusia yang kita benci. Makanya saya nggak mau kepo dan ngurusin hidup orang lain. Semoga kita semua nggak masuk kategori orang kepo yang nyebelin. Cukup ingin tahu aja jangan sampai kepo yang nyebelin. Lagian buat apa tahu hidup orang lain? Kenalilah diri Anda dulu. Kan lebih baik ngurusin tanaman, bisa menghasilkan oksigen. Ngurusin hidup orang cuma bikin sesak nafas.

Semoga pengalaman saya bisa bermanfaat untuk Anda sekalian. Saya pasti bukan satu-satunya orang yang nggak suka lihat story orang di WhatsApp. Nggak dosa kok. Untuk orang yang gampang suuzan dan nggak suci seperti saya, lebih baik kurang-kurangi menghabiskan waktu buat mantengin story WA.

BACA JUGA Pernikahan Saat Pandemi Mengatasi Malu dan Gengsi dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2020 oleh

Tags: Media Sosialstatus whatsapp
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

harapan awal bulan

#AugustWish: Perayaan Harapan Para Netizen di Awal Bulan

3 Agustus 2019
Mengingat Banyak Password Adalah Bukti Kecanggihan Otak Kita

Mengingat Banyak Password Adalah Bukti Kecanggihan Otak Kita

27 Februari 2020
link di bio

Hei Kalian yang Link di Bio Medsos Kalau Dibuka Isinya Kosong: Tolong Sadar Diri!

26 Juni 2019
film the hater netflix resensi sinopsis review cara kerja buzzer mojok.co

Melihat Cara Buzzer Polandia Bekerja

27 Agustus 2020
Jangan Biarkan Pengguna Quora Makin Banyak dan Ramai, Nanti Toksik terminal mojok.co

Seberapa Nyinyir Kamu di Media Sosial?

11 Desember 2019
Kelebihan Cowok Pendek yang Sering Tidak Disyukuri terminal mojok.co cowok tinggi peninggi badan meninggikan badan menambah tinggi laki-laki

Fakboi Hanyalah Gondes kalau Dia Tinggal di Bantul

11 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.