Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
19 Februari 2021
A A
Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain terminal mojok.co

Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu seni menjadi pemimpin itu adalah pandai bersilat lidah. Ketika mencalonkan diri sampai mendapatkan posisi, rasanya seni bersilat lidah ini memang wajib dipelajari. Silat lidah itu bukan ndobos atau ngapusi lho ya. Silat lidah ini setara dengan dialektika yang dilakukan Socrates kepada kaum sofis. Atau kalau nggak ya mirip lah seperti Pakde Jokowi kepada kita selaku rakyat marjinal bin terpinggirkan bin akar rumput.

Tapi, silat lidah ala Jokowi ini tatarannya lebih kompleks. Lebih unggul dari Socrates. Lha gimana, Jokowi bersilat lidah dengan segelintir fakta yang sudah nyata-nyata ada, namun dinegasi oleh perkataannya. Arti lainnya nih ya, apa yang dikatakan oleh Jokowi itu bak arus lain dari fakta.

ADVERTISEMENT

Makin hari, bukannya makin saya pahami dan maklumi, perkataan Pakde Jokowi bikin saya ngeri sendiri. Sungguh, saya simpati dengan Jokowi. Apalagi melihat citra blio yang dipandang ramah, murah senyum, dan sendu melagu, melihat retorika yang acapkali blio sebutkan, kok ya saya makin iba.

Saya curiganya nih ya, Pakde Jokowi itu sedang ditawan oleh UFO dan diseret ke dimensi lain. Jadi, apa pun yang ada di pikiran Pakde Jokowi, itu selalu positif dan nggak terjadi apa pun. Para alien ini mendoktrin Pakde dengan kata-kata kurang lebih seperti ini, “Tenang saja, Jokowi, Indonesia baik-baik saja kok.”

Komunikasi yang buruk dengan publik, ini pasti ulah alien yang menyandera blio. Soalnya, dialektika silat lidah Jokowi ini makin hari makin mencurigakan saja. Nggak percaya? Ini saya kasih bukti sahihnya.

Begini, apa yang dikatakan oleh Jokowi, kadang kok ya berseberangan dengan fakta yang ada dan tersaji di masyarakat. Kita bahas masalah pandemi Covid-19. Kok ya bisa-bisanya ketika jumlah kasus Covid-19 hendak mencapai angka satu juta, beberapa hari kepungkur Jokowi ngajak masyarakat untuk bersyukur. We lha, pitikih.

Lantas blio berkata bahwa Indonesia sukses kendalikan pandemi Covid-19 kala rumah sakit kapasitas sudah penuh dan pemakaman antre. “Kita bersyukur, Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik,” ujar blio bulan lalu.

Lantas Institut Lowy dari Australia merilis negara dengan penanganan pandemi terbaik, Indonesia menempati urutan ke-85. Indikatornya bukan hanya penularan, namun juga cara pemerintah memperlakukan tenaga medis. Dari 98 peserta, Indonesia peringkat 85, kurang wangun apa coba?

Baca Juga:

5 Istilah di Jurusan Ilmu Politik yang Kerap Disalahpahami. Sepele sih, tapi Bikin Emosi

4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Politik yang Sudah Terlanjur Dipercaya

Tentu saja, buzzerRp ambil peran, media aseeeng buat apa dipercaya? Halaaah, ngising!

Itu babagan pandemi ya, ini ada yang lebih seru lagi dan silat lidah atau dialektika Jokowi yang sungguh mbois, makin menjadi-jadi.

Terakhir Pakde Jokowi bilang masyarakat bebas kritik pemerintah. Wow, kurang membagongkan apalagi coba? Seakan idiom “penak jamanku tho” terlupakan dengan elegan. Wes to, pokoknya Jokowi presidenku, Indonesia maju!

Tapi tunggu dulu, Mylov. Fakta di lapangan mengatakan berbeda. Saya ambil paling dekat dan lumayan naik waktu itu, ya. Ngapunten, Pakde, bahwa Ananda Badudu dan Dandhy Laksono ditangkap pihak kepolisian atas tuduhan menebarkan kebencian SARA.

Alurnya sama, buzzerRp menyerang dan mengatakan bahwa ujaran kebencian dan kritik itu berbeda. Lha iya berbeda, namun masalahnya itu ada di bagaimana cara Undang-undang melindungi kritik dan batasan apa sebuah kritik masuk kategori ujaran kebencian.

Gimana saya nggak curiga bahwa Pakde Jokowi sedang memasuki universe yang lain, lha wong fakta dan data berbanding terbalik dengan apa yang blio omongkan. Saya itu khawatir je, Mylov, dengan Pakde. Kok ya alien-alien ini tega semisal beneran kejadian.

Saya jadi inget film Journey to the Far Side of the Sun yang rilis tahun 1969. Judul lainnya itu Doppelgänger. Ceritanya bikin saya tambah parno dan khawatir terhadap pakde kita bersama. Begini lho, ceritanya ada astronot yang menemukan planet jan plek mirip dengan Bumi. Sampai pada satu titik, mereka sadar bahwa itu bukan Bumi.

Apa yang membuat mereka sadar adalah bahwa semua kegiatan di planet itu jan beda puoool dengan bumi. Wolak walik ndonya itu ya Doppelgänger. Nah, jangan-jangan nih, si Pakde sedang masuk di sebuah lintas waktu yang sama dengan film Doppelgänger.

Apa yang Jokowi lihat, itu negasi dari dunia nyata. Jadi semisal kondisi negeri ini karut marut, ya di mata blio kondisinya baik-baik saja. Pandemi menggila, di matanya menurun. Ketika banyak yang ditangkap karena UU ITE yang karet itu, blio menganggap bahwa nggak ada yang vokal kritik pemerintah.

Siapa pun itu, bagi alien yang menyandera Pakde Jokowi dan kebetulan membaca Mojok, tolong kembalikan presiden kami. Sebab saya yakin, blio nggak mungkin berkata nggak sesuai data dan kenyataan seperti ini.

BACA JUGA Saya Nggak Mau Terlalu Bahagia Mendengar Kabar Revisi UU ITE dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2021 oleh

Tags: pemerintahPolitikUU ITE
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Cepat Tanggap Pemerintah Desa Labang Talon Perlu Diacungi Jempol, Beginilah Seharusnya Pemerintah Menanggapi Kritik!

Cepat Tanggap Pemerintah Desa Labang Talon Perlu Diacungi Jempol, Beginilah Seharusnya Pemerintah Menanggapi Kritik!

17 April 2023
3 Film Korea tentang Kesenjangan Sosial selain Parasite terminal mojok.co

3 Film Korea tentang Kesenjangan Sosial selain Parasite

7 Desember 2020
UU ITE Harus Segera Dinobatkan Sebagai UU Paling Nggak Jelas Fungsinya MOJOK.CO

Sebelum Debat Online, Pahami 2 Pasal UU ITE Ini

17 April 2021
RKUHP: Rakyat Menghina Pemerintah Bisa Dipenjara, kalau Sebaliknya, Bagaimana?

RKUHP: Rakyat Menghina Pemerintah Bisa Dipenjara, kalau Sebaliknya, Bagaimana?

8 Juli 2022
Mas AHY, Kurangi Bawa-bawa Pak SBY dalam Orasi, Anda Nggak Kalah Jago kok!

Mas AHY, Kurangi Bawa-bawa Pak SBY dalam Orasi, Anda Nggak Kalah Jago kok!

25 September 2022
kebebasan berpendapat

Kebebasan Berpendapat di Media Sosial Bagian 2: Bodo Amat adalah Cara Bermedia Sosial Paling Benar

22 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku “32 Tahun Menjarah Alam” Mojok.co

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

25 Juni 2026
Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

28 Juni 2026
Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto PAI UIN Saizu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.