Saya Anak Desa Konoha dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Ninja

Di sekolah ninja, seluruh siswanya dapat tunjangan ramen Ichiraku sebulan satu kali. Hal ini sungguh menggiurkan dan menggoda.

Featured

Gusti Aditya

Dalam hidup, pilihan kadang kala mempersilakan dengan anggunnya untuk diperhatikan dengan bijak. Baik itu pilihan yang awalnya terlihat mudah, tapi kebosanan menyertainya. Atau sudut pandang lain, pilihan yang berat, tapi di akhir menghaturkan dengan suka cita bahwa Ryo demi Ryo—walau sedikit—dapat menjadi bahagia jika berarti. Ketika lulus Genin, maka problema hidup memutuskan untuk daftar universitas atau melanjutkan karir ke sekolah ninja menjadi pertaruhan.

Tapi, sebagian besar di antara kalian, pasti tahu kan betapa susahnya masuk ke sekolah ninja. Selain masa depannya pasti cerah, sekolah ninja dikelola oleh kementerian, lembaga, atau badan secara mandiri di luar dari jangkauan Kage (pemerintah). Karena saya berasal dari Konoha, maka Hokage hanyalah sebagai kontrol mutu dan pemberian misi. Baik misi C sampai S. Misi C diperuntukan bagi mereka yang lulus universitas karena pol mentok ya jadi Chunin. Namun, bagi kami, lulusan sekolah ninja, maka misi S adalah jaminan.

Nggak Tahu Gratis atau Nggak

Di brosur, dalam kolom gambar Guru Iruka, terdapat jargon begini: Jika ada yang nggak tahu gratis atau nggak, kenapa harus yang mahal? Saya pun langsung tertegun dengan slogan yang diusung oleh sekolah ninja. Bagi lulusan Genin seperti saya, yang bingung hendak ke mana, tentu jargon ini langsung memusatkan jagad raya keputusan bahwa sekolah ninja adalah jalan ninja saya.

Memang, tidak ada yang menyangkal bahwa universitas sekarang mahal. Walau ada sistem uang kuliah tunggal di perguruan tinggi negeri, tapi anggap saja biaya kuliah itu mahal biar tulisan saya valid. Walau tersedia banyak beasiswa di universitas, tetap saja sekolah ninja adalah jalan ninja kebanyakan orang karena di sini, masalah biaya, nggak tahu gratis atau nggak. Ternyata, setelah saya cari tahu, biaya di sekolah ninja ini murni gratis jika peserta menjadi ninja yang hebat. Jika tidak, maka harus membayar tunggakan yang telah dihitung dari awal.

Gimana, sih, Iruka Sensei!

Dapat Tunjangan Ramen Ichiraku

Di sekolah ninja, seluruh siswanya dapat tunjangan ramen Ichiraku sebulan satu kali. Hal ini sungguh menggiurkan dan menggoda. Siapa, sih, yang nggak suka ramen yang satu ini? Pak Naruto, Hokage yang sekarang, saja suka dengan ramen yang satu ini. Konon, sekolah ninja ternyata menjalin kerja sama dengan ramen Ichiraku dan Pak Teuchi selaku founder ramen ini. Jika universitas punya beasiswa bidikmisi yang hanya memberikan seharga biaya kos, maka sekolah ninja memberikan kenikmatan tiada tara seperti ini sebulan sekali!

Baca Juga:  Meragukan Kekayaan Keluarga McCallister, Orang Tua Kevin ‘Home Alone’

Pasti Kerja Kalau Ada Kerjaan

Kebayang nggak sih, kita asyik-asyik sekolah terus pulang-pulang ada perang dunia ninja ketiga? Pasti itu mimpi setiap insan. Nggak seperti anak-anak yang memilih universitas, setelah lulus nggak tahu kerja di mana.

Setelah melalui ujian Chunin dan dinyatakan lulus, kami pasti akan diangkat sebagai PNS (Pegawai Ninja Sipil) golongan II. PNS di sini membantu urusan administrasi Hokage selaku pemimpin Konoha. Jika memutuskan naik tingkat lagi menuju Jounin, maka naik pula golongannya. Setelah lulus Jounin dan ambil spesifikasi khusus Tensai Jounin, maka naik pula golongannya menjadi golongan kami. Sedangkan gaji pokok PNS sekitar lima juta sampai enam juta Ryo. Berapa ya jika dikonfersi menjadi rupiah? Ah, pokoknya lebih banyak dari gaji Terminal Mojok! Bayangkan, pembaca, bayangkan!

Seperti Guru Guy: Dapat Tunjangan Ketika Pensiun

Coba, deh, bayangkan betapa perihnya menjadi Guru Guy. Menua sendirian, dengan kaki dan tangan yang cidera hebat akibat nyambit Madara juga kehilangan muridnya bernama Neji. Untungnya, Guru Guy sempat mengambil spesifikasi Jounin dan itu artinya dia sudah dianggap—anggap saja—menjadi PNS Konoha. Walau nggak banyak-banyak amat, setidaknya pahlawan desa yang satu ini bisa hidup tanpa bergantung kepada orang lain.

Kerja Semampunya, Nggak Bakal Ada PHK

Gimana ada PHK lha wong Konoha isi desanya itu-itu saja. Udah segini aja penjelasannya. Intinya sekolah ninja keren karena nggak ada PHK seperti bekerja di perusahaan-perusahaan.

Bertemu Teman Seluruh Dunia Ninja, Memperbanyak Relasi dan Aliansi

Nggak tahu teman-teman di universitas bakal ketemu orang asal Sunagakure yang bawa gentong di punggungnya atau nggak. Kepikiran nggak sih, kalau kalian bakal ketemu sama manusia ular berkulit putih yang sering melakukan percobaan-percobaan aneh? Yang jelas, di sekolah ninja, akan mempertemukan seluruh dunia karena ketika ujian spesifikasi, maka sekolah ninja negara lain juga mengirimkan murid-muridnya.

Menjadi PNS di Konoha harus siap kapan saja dan di tempatkan di mana saja. Bahkan, kita juga bisa menjadi duta besar bagi negara lain, loh!

Melatih Mental, Fisik, Kedisiplinan, Akal, Rohani, Bilas Muka, Gosok Gigi dan Evaluasi

Perlu dijelasin lagi bagian yang ini? Adu jutsu antara saya, Mas Shikamaru dan Mbak Temari masih kurang contohnya? Huft. Memang PNS golongan II bekerja di kantor Hogake dan stafnya. Namun, bagi kami yang mengambil spesifikasi lanjutan seperti Anbu hingga Sannin, tentu fisik dan stamina sangatlah dibutuhkan. Kami harus siap ditempatkan di mana saja, tergantung kondisi dan kebutuhan Pakdhe Naruto. Bisa saja malah di tempatkan di Senju Park dan berpura-pura menjadi penjual bakso yang membawa HT.

Baca Juga:  Kritik buat Kader Organisasi Ekstra Kampus yang Ngerasa Kalah Pamor sama Komunitas

MANTU IDAMAN!

Sengaja saya capslock, biar nanti sewaktu saya lulus ambil spesifikasi Anbu, langsung ada yang mau sama saya. Ya, berharapnya sih Mbak Hanabi—adeknya iparnya Pakdhe Naruto—yang sampai sekarang masih jomblo. Siapa sih yang nggak mau sama saya? Sudah hebat ninjutsu, nggak mudah terjebak genjutsu dan bisa melakukan taijutsu pula. Masalah gaji, tenang, Anbu gitu loh. Misi kelas S dan hitungan gaji yang pernah saya jelaskan pun bakal menjadi magnet bagi lawan jenis.

Tuntutan Orang Tua yang Sebenarnya Nggak Nuntut-nuntut Amat

Pada zaman Pak Danzo, menjadi PNS—khususnya golongan Anbu—adalah pekerjaan paling mukhtahir yang mampu melakukan segalanya. Menggoncangkan dunia dan mencabut gunung dari akarnya pun dirasa mampu jika dibutuhkan. Maka dari itu, banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi pegawai ninja sipil seperti saya.

Iya, to? Orang tua mu juga, to? Apa orang tua saya saja, ya?

Well, terlepas dari apa pun itu, sekolah apa pun itu, semua baik kok. Tinggal bagaimana orangnya saja yang melakukan, menjalankan, mengamalkan, dan mewujudkan menjadi nilai-nilai luhur. Yang daftar Universitas Konoha pun saya respect dengan mereka karena sudi menyulitkan diri sendiri untuk mencari kerja nantinya.

Jadi, tunggu apa lagi, sih? Yuk bergabung bersama kami di sekolah ninja. Belajar melempar syuriken bersama Iruka Sensei, belajar berjalan di atas air bersama Shino Sensei. Pun, saya dan teman-teman saya di sekolah ninja terus berusaha meningkatkan mutu agar tidak ada Madara-Madara baru di bumi Konoha dan segala persoalannya.

BACA JUGA Sarankan Nonton Anime Naruto pada Kaum Penghujat Jomblo atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
28


Komentar

Comments are closed.