Ada beberapa destinasi wisata yang katanya di Salatiga, padahal secara administratif mereka ada di Kabupaten Semarang. Kalian mengira gitu juga nggak?
Siapa sih yang nggak kenal Salatiga? Kota kecil yang nyempil di kaki Gunung Merbabu ini punya reputasi mentereng sebagai kota paling toleran di Indonesia. Selain itu, katanya sih kota ini juga punya daya tarik luar biasa lewat kuliner legendaris sampai alamnya yang adem dan bikin betah.
Eits, tapi tunggu dulu, Salatiga itu indah, tapi soal wisata, dia sebenarnya numpang ke tetangga sebelah.
Coba aja cari di internet tentang rekomendasi wisata di Salatiga. Tanpa kalian sadari, mayoritas destinasi yang muncul tuh sebenernya di wilayah Kabupaten Semarang. Dampaknya, yang tadinya mungkin kalian mikir “deket nih cuma di Salatiga”, eh begitu perjalanan ke sana, lumayan jauh sampai menembus batas Kabupaten. Dan ini adalah destinasi yang katanya di Salatiga padahal di Kabupaten Semarang.
Saloka Theme Park: Jauh di Tuntang, tapi diklaim wisata Salatiga
Pertama, ada Saloka Theme Park. Taman rekreasi tematik terbesar di Jawa Tengah yang mengusung legenda Baru Klinthing ini emang magnet luar biasa. Lucunya, Saloka jadi nama pertama yang muncul kalau kamu cari rekomendasi wisata Salatiga di internet. Aneh, kayak Salatiga punya lahan luas aja buat bangun roller coaster, cari lahan parkir di tengah kota aja susahnya minta ampun.
Padahal secara administratif, Saloka itu ada di Kecamatan Tuntang. Jelas-jelas masuk wilayah Kabupaten Semarang! Jaraknya pun lumayan jauh kalau ditarik dari pusat kota Salatiga. Logikanya begini, kalau kamu datang dari arah Semarang nih, kamu bakal melewati Saloka jauh sebelum gapura masuk Salatiga. Begitu juga sebaliknya kalau kamu dari arah Solo, kamu harus melewati isi Kota Salatiga dulu baru sampai ke sini.
Mungkin karena letaknya yang dekat dari Gerbang Tol Salatiga, banyak orang akhirnya menganggap Saloka adalah bagian dari kota tersebut. Apalagi, kalau urusan cari hotel atau tempat makan enak setelah capek bermain, pelarian paling masuk akal emang ke pusat Kota Salatiga. Jadi, mengklaim Saloka sebagai wisata Salatiga itu ibarat mengaku-ngaku rumah megah tetangga sebagai milik sendiri hanya karena dekat dan kamu sering main ke sana.
Rawa Pening: milik 4 kecamatan Kabupaten Semarang, tapi Salatiga yang kebagian nama
Kedua, ada Rawa Pening. Danau ini biasanya menempati urutan kedua dalam daftar rekomendasi wisata Salatiga di internet setelah Saloka. Tapi tolong dicatat baik-baik di kepala kalian. Nggak ada satu inci pun wilayah danau seluas 2.670 hektar ini yang masuk ke peta administratif Salatiga. Jadi, klaim Wisata Salatiga untuk danau ini benar-benar nggak masuk akal secara geografis.
Jaraknya pun sebenarnya nggak bisa dibilang dekat, sekitar 18 kilometer dari pusat kota. Jarak ini juga bakal terasa makin jauh kalau kamu wisatawan yang datang dari arah Solo, karena harus membelah kota dulu. Sebaliknya, bagi wisatawan dari arah Semarang, lokasi Rawa Pening sebenarnya jauh sebelum kamu sampai di gerbang masuk Salatiga.
Dan emang sebenarnya Rawa Pening itu milik empat kecamatan di Kabupaten Semarang, yaitu Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Namun, karena tempat ini udah jadi spot nyore favorit bagi anak-anak Salatiga mungkin ya, jadinya banyak orang akhirnya menganggap kalau Rawa Pening itu ada di Salatiga.
Lagi-lagi, Kota ini hanya menang nama, padahal lahannya punya tetangga.
Kopeng: “Puncaknya” Salatiga, yang padahal lokasinya di Kabupaten
Kopeng sendiri sebenarnya adalah nama sebuah desa yang bertengger di lereng Gunung Merbabu. Sebagai wilayah dataran tinggi, desa ini menyimpan segudang wisata alam yang sering diklaim sebagai “Puncaknya” Salatiga. Wisata yang bisa dikunjungi pun beragam mulai dari Kopeng Treetop Adventure Park, Bukit Harapan Cuntel, Kebun Stroberi, hingga gerbang utama bagi para pendaki Merbabu melalui jalur Cuntel dan Thekelan.
Namun, meskipun namanya cukup dikenal, banyak wisatawan yang masih salah sangka dan mengira desa ini adalah bagian dari Salatiga. Padahal, secara administratif, Kopeng merupakan wilayah milik Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Wajar aja jika banyak orang terkecoh, contohnya bagi wisatawan yang datang dari arah Solo.
Saat menuju ke sini, kamu akan disambut oleh megahnya gapura Selamat Datang Salatiga. Lalu diarahkan menyusuri Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga yang setelah itu mulai nanjak ke arah Kopeng. Perjalanan inilah yang bikin banyak orang akhirnya merasa seolah-olah Kopeng hanyalah teras belakang dari Kota Salatiga. Padahal tanpa kamu sadari, kamu udah pindah ke kabupaten saat mulai melewati tanjakan Getasan yang bikin mesin mobil ngos-ngosan itu.
Sendang Senjoyo: sumber airnya dipakai, wilayahnya diakui
Buat kamu yang hobi main air, Sendang ini pasti akan jadi tempat yang paling sering direkomendasikan. Selain itu, setiap malam satu Suro, Senjoyo juga jadi pusat wisata religi bagi masyarakat dari berbagai kota yang ingin melakukan ritual khusus. Lucunya, rekomendasi untuk datang ke sini pun nggak hanya muncul di internet, tapi udah mendarah daging di ucapan warga lokalnya.
Kalau kamu bertanya langsung kepada orang asli Salatiga, dengan bangganya Senjoyo pasti ikut disebut. Ya, ini karena lokasinya emang deket banget sama Kecamatan Tingkir. Cuma berjarak sekitar 5 km. Pun kalau kamu wisatawan yang datang menggunakan bus, Sendang ini dekat banget sama Terminal. Namun, jika ditarik garis dari pusat kota, ya jaraknya jadi sekitar 8 km.
Kedekatan itulah yang bikin banyak orang males lihat peta dan menjelaskan lokasi detailnya. Begitu pun banyak orang mengira Senjoyo adalah bagian dari Salatiga karena airnya merupakan sumber kehidupan utama bagi PDAM Salatiga. Padahal, secara administratif, Sendang Senjoyo sebenarnya berlokasi di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Jadi, berhenti bersikap seolah-olah ini adalah aset asli kota kalian.
Daripada menyesal, mending lihat peta
Nah, itulah destinasi wisata yang katanya di Salatiga, padahal secara administratif mereka ada di Kabupaten Semarang. Ya hal ini terjadi karena selain warga lokalnya hobi mempromosikan demikian, informasi di internet pun mayoritas menyebutnya sebagai bagian dari wisata Salatiga. Padahal, kota ini tuh sebenarnya sangat minim, atau bahkan hampir nggak punya destinasi wisata alam murni di dalam wilayahnya. Kota ini justru lebih menonjol dengan sudut-sudut kota yang estetik, deretan kafe kekinian, dan kuliner legendarisnya.
Jadi, kalau kamu berencana main ke sini, pastikan cek lagi lokasinya di peta ya. Jangan cuma buka media sosial aja. Jangan sampai niatnya cari wisata alam di Salatiga, eh malah kecelek karena ternyata lokasinya cukup jauh masuk ke wilayah Kabupaten Semarang. Intinya, jangan salah lagi! Kalau besok-besok kamu asik berfoto di sana lalu memasang location tag Salatiga di media sosial, astaga, kalian tuh salah alamat, Guys.
Penulis: M. Rafikhansa Dzaky Saputra
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















