Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

RUU PKS Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2020 Oleh DPR, Ini 3 Alasannya

Muhammad Khairul Anam oleh Muhammad Khairul Anam
1 Juli 2020
A A
RUU PKS DPR MOJOK.CO

RUU PKS DPR MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Tiada yang bisa semena-mena selain DPR. Begitulah adanya. Sebenarnya bukan anak-anak jalanan atau anak-anak nakal yang semena-mena dan merugikan masyarakat. Tetapi perwakilan rakyat sendirilah yang suka semena-semena. Salah satunya dengan semena-mena mengeluarkan RUU PKS dari Prolegnas dengan alasan “sulit dibahas”.

Padahal jika dilihat dari kepanjangan DPR saja, mereka hanya sebatas “perwakilan”. Tetapi eh tetapi, tingkah mereka malah melebihi raja. Saking anehnya, dalih “pembuangan” RUU PKS bisa seajaib itu: hanya karena sulit dibahas. Padahal kita tahu, RUU PKS sudah lama “mangkrak”.

Saya heran, bukannya sejahtera, rakyat malah semakin sengsara. Mungkin yang dimaksud sejahtera itu perut mereka saja.

Sejahtera untuk mereka adalah terapi kejut bagi perempuan, khususnya. Komisi VIII DPR mengusulkan agar RUU PKS dikeluarkan dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.

Wakil ketua Komisi VIII marwan Dasopang mengatakan, pembahasan RUU PKS sulit dilakukan saat ini. Sebenarnya saya agak bagaimana begitu dengan pendapat si wakil tersebut, namanya kerja dan sudah menjadi tanggung jawab, sesulit apa pun tugasnya ya harus dijalankan, bukannya malah dihindari atau dikeluarkan begitu saja. Kalau enggak mau sulit, enggak usah jadi DPR saja, di rumah bisa tidur, kelon sama bojo. Astagfirullah maaf sengaja agak vulgar.

Untuk itu, saya mencoba menganalisis alasan DPR mengeluarkan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020

Satu: Adanya Covid-19

Saya masih mau berkhusnudzon dulu kepada beliau-beliau Bapak dan Ibu Dewan yang paling terhormat. Mungkin beliau-beliau mementingkan UU yang berkaitan dengan bencana-bencana saja.

Atau kalau tidak, dengan adanya covid 19 ini, mereka membahas UU yang berkaitan dengan kesejahteraan yang mampu membantu progres perekonomian. Sungguh betapa mulianya beliau-beliau. Mereka rela enggak tidur saat rapat lagi.

Baca Juga:

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

Tidurnya seorang DPR di kursi rapat bukan aib, kok. Sepatutnya kita justru mengapresiasi ketiduran mereka. Khusnudzon saja, semalam mereka mengerjakan tugas-tugas atau mencoba mencari jalan keluar untuk masalah-masalah yang sedang dihadapi rakyatnya istrinya.

Dua: Tidak punya anak perempuan

Untuk yang kedua ini, saya mencoba perlahan memasuki ranah prasangka buruk. Diibaratkan danau, saya baru berada di pinggirannya. Mereka yang mengusulkan untuk mengeluarkan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020 mungkin tidak punya anak perempuan. Jadinya mereka tidak terlalu was-was tentang adanya pelecehan seksual. Toh mereka belum pernah menjadi korbannya, jadi ya tidak peka dan menganggap semua itu tidak terlalu penting.

Kalau misalkan mereka punya anak tetapi ikut mengusulkan bagaimana? Ya tahu sendiri kan kalian, bagaimana anak DPR. Mereka enggak bakalan keluar ke mana begitu naik kendaraan umum yang maaf, sering terjadi pelecehan seksual.

Rumah mereka juga enggak bakalan berada di tempat rawan terjadi kejahatan. Mana ada, berita atau video yang memperlihatkan anak DPR jalan kaki di gang sepi. Enggak ada. Pernah dengar, anak DPR kena begal susu? Enggak kan?

Iya memang enggak pernah. Wong mereka kalau keluar naik mobil, itu pun ada beberapa yang memakai orang untuk mengawalnya. Belum lagi ditambah sopir. Jadi kemungkinan menjadi korban pelecehan seksual sangat sedikit. Makanya tak heran, mereka menganggap RUU PKS tidak terlalu penting.

Coba kalau nanti anaknya jadi korban. Seketika itu juga mereka langsung membahas RUU PKS. Hadeh hadeh. Kalau begini kan sama saja membiarkan rakyat mendoakan anak-anak beliau-beliau Tuan DPR menjadi korban pelecehan. Enggak apa-apalah wong semua ini juga gara-gara perilaku mereka sendiri.

Tiga: Malas Bekerja

Ketika membaca pendapat Pak Marwan yang katanya RUU PKS ini sulit. Dengan ilmu psikologi yang selama ini saya pelajari, seketika saya menjatuhi gelar kalau DPR itu malas bekerja dan kerjanya lelet.

Namanya tugas dan kewajiban, sesulit apa pun harus dihadapi, bukannya ditinggal begitu saja seenak jidat. Ada lagi pendapat dari pimpinan Komisi IV, mereka mengatakan belum melakukan apa-apa dan bersedia untuk dikeluarkan dari Prolegnas. Bayangkan belum melakukan apa-apa? Lah selama ini kerjanya apa?

Saya tarik nafas dulu agar tidak terbawa emosi. Tapi kok sulit sekali ya. Yasudah, marah-marah memang lebih enak, kok.

BACA JUGA Bagaimana Polisi Seharusnya Menangani Aksi Demonstrasi dan tulisan Muhammad Khairul Anam lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2020 oleh

Tags: dprkdrtkekerasan kepada perempuanProlegnas 2020RUU PKS
Muhammad Khairul Anam

Muhammad Khairul Anam

Suka melamun dan merindukan calon istri

ArtikelTerkait

Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain terminal mojok.co

Membela Jokowi dari Pengeroyokan Boleh, Tapi Jangan Dengan Cara Bodoh!

18 September 2019
RUU KKS

RUU KKS Diajukan Secara Diam-diam, Lalu Dibahas Super Kilat Oleh DPR

30 September 2019
korban kekerasan

Laki-laki Juga Bisa Jadi Korban Kekerasan

1 Agustus 2019
negara

Mari Waspada Kepada Negara Untuk 5 Tahun Ke Depan

4 Oktober 2019
5 Provinsi di Indonesia dengan Kasus KDRT Tertinggi Terminal Mojok

5 Provinsi di Indonesia dengan Kasus KDRT Tertinggi

11 Januari 2023
Membedah Isi Kepala Manusia yang Hobi Menggantungkan Hubungan Asmara terminal mojok.co

Pacar yang Abusive Itu Pantasnya Ditinggalin Bukan Malah Dinikahi

20 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.