Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
4 Mei 2026
A A
Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan Mojok.co

Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Satu hal yang terlintas di benak saya ketika membicarakan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jakarta adalah film Pengabdi Setan 2: Communion. Seperti yang digambarkan dalam film, di kepala saya, rusunawa lekat akan image fasilitas yang ala kadarnya dan horor. Saya kemudian bertanya kepada salah satu teman yang saat ini memilih tinggal di Rusunawa ketika merantau ke Jakarta. 

Teman saya tinggal di salah satu rusunawa di kawasan Jakarta Timur. Sebelumnya dia tinggal di sebuah kos-kosan kecil yang berada di gang sempit. Singkatnya lingkungan di kos-kosannya membuatnya lelah. Harga sewanya naik, lingkungannya makin padat. Dan, yang paling membuatnya khawatir adalah banjir ketika hujan deras menghujam tanpa henti.

ADVERTISEMENT

Akhirnya, teman saya mempertimbangkan rusunawa sebagai opsi yang realistis. Alasannya tentu tidak untuk hidup yang mewah, tapi lebih karena ingin mendapatkan suasana baru yang lebih tenang, terjamin, dan terjangkau. Sebab di Jakarta, hidup di hunian yang legal, bersih, bebas banjir, dengan sewa murah adalah keberuntungan tersendiri.

Baca juga Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku.

Rusunawa Jakarta harga Rp800 ribu ternyata tidak buruk-buruk amat

Singkat cerita, pencarian teman saya membawanya pada sebuah rusunawa di daerah Jakarta Timur yang biayanya Rp800 ribuan. Tentu mendapat hunian dengan harga di bawah Rp1 juta membuat teman saya merasa lega. Terlebih, sebelum-sebelumnya, kawan saya ini selalu tinggal di hunian dengan harga di atas Rp1 juta. 

Memang, dari segi unit rusun nggak terlalu luas. Ruang tamu, kamar, dapur kecil, kamar mandi, semuanya harus diatur supaya tidak terasa sesak. Namun, dari situlah teman saya jadi belajar hidup lebih sederhana dan ringkas. Dia jadi nggak sering beli-beli barang yang nggak dibutuhkan dan memenuhi kamar.

Teman saya justru merasa ada lebih banyak hal baik ketika memutuskan pindah ke rusunawa. Kalau dulu ketika masih ngekos, tiap hujan deras dia selalu waswas dilanda banjir. Saat di rusun, teman saya jauh lebih tenang, tidurnya lebih lelap, tidak khawatir kasurnya tiba-tiba basah karena disapa oleh genangan air yang masuk tengah malam.

Dia juga merasa fasilitas pendukungnya terjamin, kebersihan lumayan terjaga karena sampah ada pengelolanya. Lingkungan jauh lebih tertata. Selain itu, akses air bersih tidak sulit dan listriknya jelas. Walau memang, setelah tinggal di sana beberapa saat, dia menyadari hidup di rusunawa ternyata ada pengeluaran  biaya lainnya seperti listrik, air, gas, kebutuhan dapur, iuran mingguan, dan transportasi. 

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

Asal tahu saja, rusunawa memang lebih lenggang dan humanis. Namun, itu semua “dibayar mahal” dengan  jarak ke tempat kerja yang jadi lebih jauh. Pada situasi tersebut, teman saya akhirnya berdamai, sewa rusunawa memang lebih terjangkau daripada ngekos. Namun, itu bukan berarti biaya hidup akan jauh lebih murah. Poin baiknya, setidaknya pengeluaran terkait hunian jadi lebih jelas saat tinggal di rusunawa. 

Kehidupan bertetangga yang jadi tantangan

Tantangan utama tinggal di rusunawa justru terletak pada bersosialisasi dengan penghuni rusun, terlebih bagi para introvert. Sebab, tinggal di rusunawa berarti mau tak mau tiap hari mesti berpapasan dengan orang lain. Hampir selalu ada orang ketika naik lift, lewat tangga, menyusuri koridor, hingga tempat jemur. Awalnya akan terasa kaku. Banyak aturan yang harus dijaga agar tidak memicu ketersinggungan.

Seperti soal kebersihan di masing-masing lorong rusun, aturan jam bertemu, aturan soal parkir, dan aturan soal menaruh barang di lorong. Ini yang harus diperhatikan, karena ketika aturan itu tidak lakukan, maka bisa jadi yang nggak nyaman nggak hanya satu ruangan, tapi ruangan lain yang ada di lorong rusun yang sama,

Akan tetapi, meski sudah ada aturan, tetap saja tinggal di rusun butuh kesabaran sosial. Suara tetangga yang tetap keras dan bising. Ada yang nyanyi dengan suara yang bahkan lebih bagus suara gonggongan anjing daripada suaranya. Ada saja yang tidak tertib soal penempatan barang sehingga menutupi jalan di lorong rusun. Bagi yang introvert yang baterai sosial terbatas, sungguh sangat merepotkan.

Meski begitu, teman saya tidak menyesal memilih tinggal di rusunawa. Setidaknya menurut teman saya, rusunawa menawarkan tempat tinggal yang lebih layak, lebih aman, dan lebih bersih. Memang ada hal yang tetap butuh penyesuaian kebiasaan dan budaya sosial, tapi menurutnya itu setimpal.

Di Jakarta, kota yang harga tanah dan sewa kosannya tidak masuk akal, bisa tinggal di daerah yang legal, bebas banjir dan manusiawi terasa memberikan kewarasan tersendiri untuk menjalani hari-hari yang berat.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Kelemahan Tinggal di Apartemen yang Nggak Tertera dalam Brosur.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2026 oleh

Tags: JakartakosRumah Susun Sederhana Sewarusunrusunawa jakarta
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Pemda Karawang Sadarlah, Daerah Kalian Juga Mulai Tenggelam seperti Jakarta! Mojok.co

Pemda Karawang Sadarlah, Daerah Kalian Juga Mulai Tenggelam seperti Jakarta!

19 November 2023
Bekasi, Daerah yang Paling Cocok Ditinggali Dibanding Kota Penyangga Jakarta Lain Mojok,co

Bekasi, Daerah yang Paling Cocok Ditinggali Dibanding Kota Penyangga Jakarta Lain

20 April 2025
Beratnya Meninggalkan Yogyakarta dan Berpindah ke Kota 'Loe Gue'

Beratnya Meninggalkan Yogyakarta dan Berpindah ke Kota ‘Loe Gue’

28 November 2019
Solo Tidak Kalah dari Jakarta, Tidak Kalah Memprihatinkan Mojok.co

Solo Memang Tidak Kalah dari Jakarta, Tidak Kalah Memprihatinkan

18 Desember 2023
5 Rekomendasi Warung Makan Underrated di Tebet yang Wajib Dicoba

5 Rekomendasi Warung Makan Underrated di Tebet yang Wajib Dicoba

19 September 2022
Rasanya Hidup Nyaman Setelah Berani Minggat dari Jakarta (Unsplash)

Minggat dari Jakarta dan Memutuskan Hidup di Padang Adalah Keputusan Terbaik Meski Harus Melawan Arus

2 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tetapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan Mojok.co

6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan

3 Juli 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026
Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera (Unsplash)

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera karena Potensi Wisata Kota Ini Begitu Besar tapi Terbentur Tembok Birokrasi

5 Juli 2026
Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Duit, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka Mojok.co

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Nafkah, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka

2 Juli 2026
Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan Mojok.co

Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan

1 Juli 2026
Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

2 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.