Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Rumble Strips Jalan Letjen Suprapto Jogja, Solusi yang Malah Berubah Jadi Masalah

Fuadi Afif oleh Fuadi Afif
28 September 2024
A A
Rumble Strips Jalan Letjen Suprapto Jogja, Solusi yang Malah Berubah Jadi Masalah

Rumble Strips Jalan Letjen Suprapto Jogja, Solusi yang Malah Berubah Jadi Masalah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pengguna jalan dan kekecewaan akan rumble strip di Jalan Letjen Suprapto

Di sisi lain, pengguna jalan tidak sepenuhnya setuju. Keluhan mereka datang bukan dari aspek keamanan, melainkan dari segi kenyamanan dan potensi kerusakan pada kendaraan. Banyak pengguna jalan mengeluhkan bahwa ketinggian rumble strip di Jalan Letjen Suprapto Jogja dianggap terlalu tinggi, bahkan beberapa mencurigai bahwa pemasangannya tidak sesuai standar yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 82 Tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan.

Pada Peraturan itu jelas mengatur bahwa ketebalan rumble strip seharusnya tidak lebih dari 40 milimeter, dengan jarak antar strip antara 500 hingga 5000 milimeter, serta kemiringan sisi tepi strip paling besar 15%. Fakta bahwa rumble strip di jalan ini dirasa melampaui standar tersebut menimbulkan kecurigaan di kalangan pengguna jalan. Tak sedikit pengendara motor dan mobil yang merasa bahwa keberadaan rumble strip justru merusak kendaraannya.

Menurut beberapa pengendara, ada lima titik rumble strip yang dipasang di sepanjang Jalan Letjen Suprapto, dan semuanya dianggap terlalu tinggi. Efeknya, kendaraan yang melewati jalan tersebut berpotensi mengalami kerusakan, terutama pada bagian suspensi. Pengendara motor Supra juga waswas batok lampunya akan bergetar hebat, bahkan bisa saja copot saat melewati rumble strip. Dengan demikian, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga keselamatan kendaraan mereka.

Solusi yang perlu dipertimbangkan kembali

Ketidakpuasan pengguna jalan terhadap rumble strip ini memang perlu diperhatikan. Di satu sisi, Dishub ingin memastikan bahwa pengguna jalan tetap aman dengan menurunkan kecepatan di area rawan kecelakaan. Namun di sisi lain, jika pemasangan rumble strip tidak sesuai ketentuan justru menambah masalah baru bagi para pengendara.

Idealnya, solusi yang lebih baik perlu dipertimbangkan. Misalnya, pengaturan ulang ketinggian rumble strip sesuai dengan standar yang berlaku agar tidak ada lagi kecurigaan pengguna jalan, atau bahkan mencari alternatif pengendali kecepatan yang lebih ramah bagi kendaraan tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan. Peran aktif masyarakat dalam memberikan masukan juga penting untuk memastikan bahwa setiap solusi yang diterapkan benar-benar bermanfaat dan tidak merugikan pihak manapun.

Kondisi di Jalan Letjen Suprapto Jogja menunjukkan bahwa permasalahan lalu lintas tidak selalu bisa diselesaikan dengan satu solusi. Keamanan dan kenyamanan harus berjalan seiring, dan pendapat semua pihak, baik warga, pengguna jalan, maupun pemerintah, perlu dipertimbangkan dengan bijak.

Satu hal yang jelas, Jalan Letjen Suprapto bukanlah sirkuit. Kecepatan yang berlebihan memang harus diatasi, namun caranya pun harus sesuai. Bagaimanapun, setiap solusi yang diambil harus bisa memberikan rasa aman bagi semua pengguna jalan, tanpa merusak kendaraan mereka.

Penulis: Fuadi Afif
Editor: Rizky Prasetya

Baca Juga:

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

BACA JUGA Polisi Tidur: Dibutuhkan Warga, tapi Bikin Jengkel Pengendara

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 September 2024 oleh

Tags: Jalan Letjen SupraptoJalan Letjen Suprapto JogjaJogjarumble strips
Fuadi Afif

Fuadi Afif

Praktisi fotografi dan pengkaji pariwisata.

ArtikelTerkait

Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur (Unsplash)

Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur: Ketika Gen Z Tidak Paham Kursi Prioritas dan Berani “Melawan” Petugas

23 Januari 2024
UIN Sunan Kalijaga Tepati Janji, Maba Tak Menderita Lagi (uin-suka.ac.id) UIN SUKA, UGM, UNY, Jogja

Bangga sih Bangga, tapi kalau Bilang UIN SUKA Lebih Unggul ketimbang UGM, Itu mah Bukan Bangga, tapi Halu!

13 Maret 2024
Jalan Lempuyangan, Jalur KA Paling Menjengkelkan di Jogja (Unsplash)

Jalan Lempuyangan, Perlintasan Kereta Api Paling Menjengkelkan di Jogja

1 April 2025
Salah Kaprah Anggapan Jogja Serbamurah. Tabok Saja kalau Ada yang Protes! terminal mojok.co

Upah Kerja Rendah di Yogyakarta, Siapa yang Paling Menderita?

22 November 2020
Sudah Saatnya Jogja Meninggalkan Kata “Istimewa” dan Kembali ke “Berhati Nyaman” Mojok.co

Jogja Tidak Lagi Pantas Menyandang Status Istimewa. Saatnya Kembali ke Jogja Berhati Nyaman

13 Februari 2024
Puncak Sosok, Sebaik-baiknya Tempat Healing di Jogja

Puncak Sosok, Sebaik-baiknya Tempat Healing di Jogja

12 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Menghubungi Dosen, Tolong Jangan Dilakukan Mojok.co

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

30 Mei 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Jarang Srawung karena Lingkungannya Toxic dan Pemikirannya Jalan di Tempat!

30 Mei 2026
Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok Mojok.co

Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok

27 Mei 2026
Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
Ketika Jogja Menampar Orang Makassar yang Sedang Merantau (Unsplash)

Culture Shock Orang Makassar ketika Merantau ke Jogja: Ketika Sopan Santun Orang Jogja Lebih Misterius ketimbang Rumus Fisika Kuantum

27 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.