Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Ruang Merokok Changi Airport Singapura Adalah yang Terbaik Dibandingkan Soekarno-Hatta dan Bandara-bandara Lain yang Pernah Saya Sambangi

Ibnu Fikri Ghozali oleh Ibnu Fikri Ghozali
10 Desember 2025
A A
Ruang Merokok Changi Airport Singapura Membuatnya Menang dari Soekarno-Hatta dan Bandara-bandara Lain yang Pernah Saya Sambangi Mojok

Ruang Merokok Changi Airport Singapura Membuatnya Menang dari Soekarno-Hatta dan Bandara-bandara Lain yang Pernah Saya Sambangi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ruang merokok Changi Airport Singapura patut dicontoh ~

Saya tiba di Changi Airport Singapura atau Bandara Changi Singapura setelah penerbangan panjang dari Bandara Hat Yai, Thailand. Saya harus transit di sana selama 8 jam sebelum melanjutkan penerbangan selanjutnya. Namun, pengalaman transit kali ini berbeda. Terlebih bagi seorang perokok seperti saya.

Ruang merokok di Bandara Changi Singapura tersebar dari Terminal 1 hingga Terminal 4 sehingga tidak begitu sulit menemukannya. Pada saat itu, saya memutuskan untuk masuk ke sebuah lounge di Terminal 2. Ketika pintu dibuka, AC yang sejuk dan kursi yang empuk langsung menyapa. Ventilasi ruangan didesain dengan apik sehingga asap rokok tidak keluar. Benar-benar tampak dipikirkan dengan matang. 

Saya kemudian mengambil kopi dari vending machine dan duduk di dekat jendela besar yang menghadap landasan pacu. Di luar jendela pesawat lepas landas dan mendarat dengan ritme yang menenangkan. Sebatang rokok saya nyalakan dan aroma kopi hangat menyatu dengan udara AC yang bersih. 

Duduk di sana sambil melihat semuanya bergerak dengan tenang membuat waktu terasa melambat. Transit yang biasanya membosankan berubah menjadi momen kecil untuk menikmati diri sendiri.

Changi Airport Singapura yang terbaik soal ruang merokok

Bandara lain yang pernah saya kunjungi tidak seperti ini. Ruang merokok di Bandara Soekarno Hatta misal, ruangannya berada di area transit sempit pengap dan jauh dari terminal utama. Itu tidak jauh berbeda dengan bandara di Malaysia, fasilitas ruang merokok terbatas dan kurang nyaman. 

Sementara di Thailand bahkan tidak disediakan ruang merokok untuk penumpang transit. Artinya jika seseorang ingin merokok harus menunggu sampai di luar bandara yang jelas tidak praktis bagi yang transit panjang. 

Changi Airport Singapura berbeda. Ruang merokoknya luas, bersih, dan nyaman. Perokok bisa merokok dan beraktivitas dengan bebas tanpa mengganggu orang lain. Saya melihat sekeliling dan memperhatikan orang-orang yang juga menunggu. Ada yang membaca buku, ada yang menatap layar laptop, ada yang sekadar duduk menikmati suasana. Semua berjalan tertib. Tidak ada ketegangan atau konflik.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA

Ruang merokok yang nyaman membuat perokok merasa dihargai sementara penumpang non-perokok tetap aman dan nyaman. Bandara Changi Singapura seakan mengajarkan bahwa aturan bisa diterapkan dengan fleksibilitas dan ketegasan sekaligus.

Di lounge ini juga saya bisa melihat skytrain melintas. Penumpang yang ingin berpindah terminal dengan cepat bisa mengandalkan transportasi internal ini. Beberapa penumpang memanfaatkan free Singapore tour yang disediakan untuk transit panjang. Saya sendiri memilih tetap di lounge sambil menyeruput kopi hangat, menghirup asap rokok, dan menatap landasan pacu. Setiap detik terasa perlahan dan memberi saya ruang untuk bernapas.

Fasilitas yang membuatnya menang di hati para perokok

Selama delapan jam duduk di lounge, saya juga memikirkan bagaimana bandara ini mengatur ketertiban. Banyak bandara yang melarang total perokok justru bisa memicu orang merokok diam-diam yang akhirnya mengganggu keamanan atau kenyamanan penumpang lain. 

Bandara Changi Singapura mengambil pendekatan yang lebih realistis. Jika perilaku tertentu tidak bisa dihapus, maka perlu diatur agar aman. Semua pihak diuntungkan. Perokok nyaman, non-perokok aman, dan operasi bandara berjalan lancar. Bandara ini mengatur semua orang dengan profesional termasuk perokok tanpa mengorbankan kenyamanan publik. 

Berdasar pengalaman saya, Changi Airport Singapura adalah bandara paling ramah bagi perokok. Tidak heran kalau bandara ini termasuk daftar bandar udara dengan pelayanan dan kenyamanan terbaik sedunia. Banyak hal dipikirkan dan dieksekusi dengan baik. Transit kali ini membuat saya sadar bahwa pengaturan yang cerdas jauh lebih efektif daripada larangan kaku yang sering menimbulkan masalah lain.

Penulis: Ibnu Fikri Ghozali
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pengalaman Pencinta WC Jongkok Saat Boker di Bandara Changi Singapura.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2025 oleh

Tags: airportbandar udarabandaraChangi Airport SingapuraRuang MerokokRuang Merokok BandarasingapuraSoekarno Hatta
Ibnu Fikri Ghozali

Ibnu Fikri Ghozali

Mahasiswa S2 di Thailand yang gemar menjelajah tempat-tempat baru.

ArtikelTerkait

Menjawab Tudingan Orang-orang yang Belum Pernah ke Luar Negeri Tentang Singapura yang Katanya Nggak Beda Jauh sama Indonesia terminal mojok

Menjawab Tudingan Orang-orang yang Belum Pernah ke Luar Negeri Tentang Singapura yang Katanya Nggak Beda Jauh sama Indonesia

18 Juli 2021
Keistimewaan Bandara Banyuwangi, Bandara di Tengah Sawah yang Meraih Penghargaan Internasional

Keistimewaan Bandara Banyuwangi, Bandara di Tengah Sawah yang Meraih Penghargaan Internasional

7 Juli 2023
Raditya Dika

Mengenal Penyakit Raditya Dika yang Belum Bisa Disembuhkan

6 September 2019
Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA Mojok.co

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA

9 Januari 2026
Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu Terminal mojok

Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu

16 Februari 2021
Pengalaman Transit di Bandara Sultan Hasanuddin: Bandara Elite, AC dan Troli Pelit

Pengalaman Transit di Bandara Sultan Hasanuddin: Bandara Elite, AC dan Troli Pelit

1 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.