Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Rivalitas Nasi Kucing: Nasi Sambal vs Nasi Oseng, Mana yang Terbaik?

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
11 November 2020
A A
Rivalitas Nasi Kucing: Nasi Sambal vs Nasi Oseng, Mana yang Terbaik? terminal mojok.co

Rivalitas Nasi Kucing: Nasi Sambal vs Nasi Oseng, Mana yang Terbaik? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Apalah arti makanan tanpa rivalitas,” mungkin kalimat tersebut yang cukup relevan bahwa akhir-akhir ini banyak pilihan selera yang ditempurkan. Ambil contoh perdebatan antar sesama penikmat bubur ayam yang diaduk vs tidak diaduk, atau Indomie original vs Indomie sayur. Bahkan yang paling absurd sekalipun kini muncul pula golongan penikmat rendang dengan kecap. Walau saya yakin, massa rendang ditambah kecap ini hanya seuprit, setidaknya mereka berani mengonfrontasi penikmat rendang mainstream.

Herannya, saya malah tidak menemukan rivalitas antar panganan angkringan, yaitu rivalitas sesama klan nasi kucing, antara nasi sambal vs nasi oseng. Atau sebenarnya ada, tapi jelas rivalitas keduanya belum sampai pada level yang lebih keras. Nah, ada apa? Kok, diem-diem bae?

Tanpa mengurangi rasa hormat pada makanan lain di angkringan, kita harus sepakat bahwa tak ada yang lebih angkringan ketimbang nasi kucing. Mereka adalah pentolan, bahkan nasi kucing adalah angkringan itu sendiri. Walau perlahan, olahan angkringan bungkus lain seperti nasi goreng hingga bakmi mulai menunjukan pesonanya, tapi apalah angkringan tanpa keduanya (nasi sambal & oseng). Terserah pula mau pakem sambal Jogja atau Solo (teri atau bandeng). Sebagai pemuda yang akrab dengan bau arang angkringan, saya ingin membahas keduanya karena keduanya sama atau mungkin lebih layak untuk dirivalkan dibanding makanan lain.

Tidak ada perbedaan yang mencolok dari keduanya. Soal harga dan porsi sama. Peletakkan di meja angkringan pun sama. Paling hanya perbedaan peletakkan antara yang di kanan atau kiri, atau atas dan bawah kalau pakai rak. Dan tidak ada kecenderungan bahwa salah satu di kanan terus atau atas terus, tergantung penjualnya mau menaruh di mana. Sedikit perbedaan paling hanya pada bentuk bungkusan, yang kadang salah satunya lebih lancip. Namun tidak pasti, tergantung pihak penjual dan angkringan.

Jadi tidak ada simbol tersembunyi yang mengesankan salah satu lebih diunggulkan, karena tergantung masing-masing angkringan. Namun, karena tidak ada pakem pasti itulah, pembeli sering salah ambil. Yah, kecelek.

Selain mengamati, saya sering mengalami pengalaman seperti ini, apalagi jika tidak menetap di satu angkringan. Saya bahkan curiga, jangan-jangan ini adalah percikan permusuhan yang sebenarnya diam-diam diciptakan pihak angkringan. Yah, ini serius! Selain bisa diberi tulisan di bungkus atau kalau mau lebih mudah dikasih tulisan di rak dan nampan saja. Dan ini seharusnya adalah cara paling aman sebagai tindakan preventif sebelum terjadi perpecahan yang lebih serius. Dan beberapa memang diterapkan, selebihnya ya itu tadi, tidak diberi tulisan sebagai pembeda.

Perkara salah ambil alias kecelek, bukan permasalahan yang sepele. Saya atau orang sering mengalami kejadian “Bajindul, kok ternyata nasi oseng,”atau sebaliknya. Bagi konsumen dine in, jelas punya solusi yang lebih mudah, terutama kebanyakan orang membeli lebih dari satu jenis nasi. Misal tinggal balikin saja satunya, walau beberapa merasa sungkan atau malas jika harus mondar-mandir menukar satu nasi yang belum terlanjur dibuka. Atau yang lebih bodoh, membuka keduanya bebarengan, lalu rasa lapar campur aduk dengan perasaan kecewa.

Bagi penikmat take away kalau sudah terlanjur, lebih ribet lagi, nggak bisa dibalikin. Walau ada solusi lagi, sebelum beli tanya-tanya dulu sama penjualnya, tapi namanya orang lupa atau malah salah dengar.

Baca Juga:

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

4 Cara Mudah Mengenali Angkringan Enak, Jangan Sampai Terjebak!

Walau sering terjadi, beberapa orang tidak berani bereaksi ke arah yang lebih frontal, misal mencaci maki makanan dan penikmatnya atau ke penjualnya langsung, “Nasi oseng nggak enak!!!!!!” orang cenderung “nrimo-nrimo” aja, termasuk saya sendiri. Herannya, kalau terlalu sungkan secara langsung pun sebenarnya bisa meluapkannya di medsos kayak warganet sekarang.

Mungkin angkringan terlalu sering diromantisasi bahwa orang lupa dibalik harga murahnya. Sering orang kebablasan malah ke arah pemborosan. Di balik orang-orang ramah bercengkrama ada perdebatan-perdebatan kecil mengarah ke arah serius. Dan di balik dua jenis nasi kucing yang saling berdampingan, ada banyak orang kecewa ketika salah ambil.

Sebelumnya, saya perlu menyatakan sikap, dengan tegas saya adalah #TimNasiKucingSambal. Walau sejatinya saya sering mengombinasikan keduanya, tapi jelas soal selera saya tak mungkin mengganti posisi nasi sambal. Perkara nasi oseng diganti nasi goreng hingga bakmi pun, tak masalah. Semoga tulisan ini juga membantu kalian berani menyatakan sikap yang tegas. Terserah mau tim mana. Kalau bisa ribut, kenapa harus damai? Heuheuheu. Lantas kalian #TimNasiKucingOseng atau #TimNasiKucingSambal ?

BACA JUGA Makan di Angkringan: Niatnya Hemat, Ujung-ujungnya Sekarat dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 November 2020 oleh

Tags: nasi kucingnasi osengnasi sambal
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

Angkringan Palsu di Jogja Meresahkan: Dikonsep Ala Kafe, Jualnya Minuman Sachet dan Tempura Sosis

Angkringan Palsu di Jogja Meresahkan: Dikonsep Ala Kafe, Jualnya Minuman Sachet dan Tempura Sosis

18 Februari 2024
Alasan Angkringan Jogja yang Enak, Penjualnya Selalu Pagob terminal mojok.co

Alasan Angkringan Jogja yang Enak, Penjualnya Selalu Pagob

16 Oktober 2021
Nasi Kucing Adalah Satire Terbaik untuk Pemerintah Yogyakarta Terminal Mojok.co

Nasi Kucing, Satire Terbaik untuk Pemerintah Yogyakarta

10 Mei 2022
nasi jinggo pindah ke bali arak bali kkn ruu minuman beralkohol mojok

Nasi Jinggo, Kuliner Hemat yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Bali

3 September 2021
4 Cara Mudah Mengenali Angkringan Enak, Jangan Sampai Terjebak! Mojok.co angkringan jogja, angkringan stadion mojosari

4 Cara Mudah Mengenali Angkringan Enak, Jangan Sampai Terjebak!

9 Agustus 2024

Nasi Anjing yang Katanya Simbol Kesetiaan: Ah, Gimmick Macam Apa?!

27 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.