Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Review 3 Jenis Keranda Jenazah Berdasarkan Pengalaman Pengangkut Jenazah

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
1 Agustus 2020
A A
keranda jenazah mojok

keranda jenazah mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Jawa, saya punya satu kepercayaan perihal kematian. Saya percaya, mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir adalah perbuatan mulia. Dan tidak ada cara mengantarkan jenazah terbaik selain memanggul langsung keranda jenazah. Karena kepercayaan ini, saya selalu berusaha mendapat peran sebagai pengangkat jenazah. Toh, hitung-hitung berdoa agar kelak saya juga dihantarkan ke peristirahatan terakhir.

Dari beberapa kali mengangkat keranda jenazah, saya menemukan beragam jenis keranda. Baik bentuk ataupun bahan. Setiap jenis keranda memiliki nilai seni serta kenyamanan tersendiri bagi pengangkatnya. Maka saya mencoba mereview tiga jenis keranda yang pernah saya angkat.

Review saya berdasarkan penampilan serta kenyamanan saat memanggul. Tentu saya tidak akan mereview kenyamanan dari sisi penumpang. Bos, tolong lah.

Keranda bambu

Keranda ini sedang mengalami kepunahan. Keranda bambu mulai berganti dengan gaya keranda lain yang nanti akan saya review. Tapi, beberapa masjid dan pemakaman masih menggunakan keranda ini. Bentuknya sederhana, kalem, dan tidak neko-neko. Mengesankan bahwa manusia akan melepaskan segala kemegahan dunia dan kembali pada sang pencipta dalam keadaan sederhana.

Bagi saya, keranda bambu adalah keranda yang nyaman dipanggul. Alasan pertama, bambu adalah bahan keranda yang ringan. Alasan kedua, diameter bagian tangkai pemanggul cukup besar. dengan diameter yang cukup besar, beban terdistribusi merata di pundak. Sederhana, nyaman, dan berfilosofi tinggi. Menurut saya ini keranda paling sempurna. No debat!

Keranda kayu

Keranda jenazah ini juga mengalami kepunahan. Namun keranda kayu tetap dikenang dalam film horror dan religi yang tidak masuk akal itu. Dari pengalaman saya, keranda ini punya dua gaya penampilan. Yang pertama, bagian penutup atas berbentuk lengkung klasik. Yang kedua, bagian penutup atas berbentuk seperti atap rumah. Ciri khas keranda ini juga pada warna. Kalau bukan warna biru telur asin, paling banter warna hijau gelap. Khas warna cat dasar kelurahan.

Keranda jenazah ini cukup tricky saat dipanggul. Karena bentuk tangkai pemanggul sering berbentuk siku, sudut tangkai ini bisa melukai pemanggul jenazah. Ancaman kedua adalah paku. Beberapa keranda kayu dibuat serampangan sehingga paku penyambung sering mencuat tidak karuan. Namun, segala kekurangan keranda kayu masih bisa saya terima. Setidaknya keranda kayu masih lebih manusiawi daripada keranda berikutnya.

Keranda Besi

Inilah keranda jenazah yang sedang populer serta menggeser dua keranda sebelumnya. Dengan alasan usia pakai serta penampilan yang indah, besi dipilih sebagai bahan baku keranda milenial ini. Memang, keranda ini terlihat lebih berkelas. Meskipun bentuknya itu-itu saja, namun kilap logamnya menambah kesan gagah dan mewah.

Baca Juga:

Niat Healing dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Cibiran Pesepeda Lain

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B

Namun keindahan dan keawetan tidak sebanding dengan kenyamanan para pemanggul jenazah. Keranda besi kosong saja sudah berat. Belum lagi tangkai pemanggul yang berukuran kecil. Beban keranda terpusat pada titik kecil dan menekan pundak semena-mena. Pengalaman pertama (dan terakhir) memanggul keranda besi, pundak saya langsung lebam-lebam cantik.

Honorable mention

Selain tiga keranda yang saya review di atas, saya ingin menyampaikan dua jenis kontainer jenazah yang tidak layak disebut keranda. Pertama adalah peti mati. Peti mati umum dipakai sebagai kontainer jenazah bagi warga non muslim. Bahan peti mati umumnya mahoni dan jati. Tampilan peti mati juga beragam dan bisa kustom lho.

Dari pengalaman saya, mengangkat peti mati mudah-mudah susah. Peti dari bahan mahoni lebih ringan sehingga nyaman saat dipanggul. Saat meletakkan peti mati kita perlu berhati-hati. Jangan sampai jari kita terjepit karena peti mati tidak memiliki kaki-kaki yang menyisakan ruang antara peti dengan lantai atau tanah. Saya sendiri pernah terjepit saat meletakkan peti di samping makam. Ingin mengumpat, tapi kok sedang berduka.

Yang kedua adalah keranda jenazah dorong. sebenarnya keranda ini adalah modifikasi keranda pada umumnya. Namun ditambah alat dorong seperti gerobak. Tambahan gerobak ini menyebabkan keranda terlihat lebih megah. Saya sering membayangkan keranda ini seperti kereta kuda yang anggun namun syahdu.

Memang, ini adalah jenis keranda yang memanjakan si pengantar jenazah. Tinggal dorong, keranda ini siap meluncur. Namun saya tidak setuju bahwa keranda dorong layak disebut keranda. Bagi saya, keranda itu harus beroda manusia alias dipanggul. Memanggul keranda memberi kesan menghargai jenazah yang telah berpulang. Bukannya didorong-dorong seperti gerobak angkringan!

BACA JUGA Ontran-Ontran Yogyakarta dan tulisan Dimas Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2020 oleh

Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Pengalaman Menggunakan Female Seat Map KAI Sejauh Ini: Hanya Menampilkan Penumpang Saat Berangkat dan Kecolongan Saat Ada yang Tukar Tempat

Pengalaman Menggunakan “Female Seat Map” KAI Sejauh Ini: Hanya Menampilkan Penumpang Saat Berangkat dan Kecolongan Saat Ada yang Tukar Tempat

25 Mei 2025
Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi? (Pixabay.com)

Nggak Ada Masalah Musisi Terjun ke Dunia Politik, asalkan…

4 Maret 2023
Bukannya Memperlancar Lalu Lintas, Perempatan Radial Palembang Justru Bikin Pengendara Makin Was-was Mojok.co

Bukannya Memperlancar Lalu Lintas, Perempatan Radial Palembang Justru Bikin Pengendara Makin Was-was

17 Februari 2024
Toyota Calya, Mobil Berbodi (Terlihat) Gede, tapi Tenaga Memble

Toyota Calya, Mobil Berbodi (Terlihat) Gede, tapi Tenaga Memble

19 September 2023
Hari Raya Ketupat

Tradisi Hari Raya Ketupat di Kota Bitung Sebagai Solusi Mempersatukan Masyarakat

21 Juni 2019
Review 'Lily of The Valley', Potret Dilema Ibu Tunggal yang Juga Seorang Perempuan terminal mojok.co

Review ‘Lily of The Valley’, Potret Dilema Ibu Tunggal yang Juga Seorang Perempuan

29 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Jogja Menampar Orang Makassar yang Sedang Merantau (Unsplash)

Culture Shock Orang Makassar ketika Merantau ke Jogja: Ketika Sopan Santun Orang Jogja Lebih Misterius ketimbang Rumus Fisika Kuantum

27 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Angkringan Kamar Jenazah, Angkringan Aneh Ada di Kulon Progo (Wikimedia Commons)

Angkringan Paling Aneh Ada di Kulon Progo: Makan Kenyang Murah Sembari Dapat Pemandangan Sawah, Kereta Api, dan Kamar Jenazah

22 Mei 2026
Sekolah Bukan Cuma Formalitas. Bimbel Tak Akan Bisa dan Tak Akan Pernah Bisa Menggantikan Sekolah  

Sekolah Bukan Cuma Formalitas, Bimbel Tak Akan Bisa dan Tak Akan Pernah Bisa Menggantikan Sekolah  

25 Mei 2026
Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak Mojok.co

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

23 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.