Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Retno Gumilang, Ratu Malang yang Bernasib Malang

Annisa Herawati oleh Annisa Herawati
26 September 2020
A A
retno gumilang mataram ki ageng mangir mojok

retno gumilang mataram ki ageng mangir mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Retno Gumilang adalah putri dari Ki Wayah, seorang dalang wayang gedog yang tersohor di bumi Mataram. Darah seni dari sang ayah turut mengalir dalam tubuhnya. Dia seorang sinden, bersuamikan lelaki yang memiliki profesi tak jauh-jauh dari lingkup kehidupannya, seorang dalang, Ki Dalang Panjang Mas namanya. Sama seperti mertuanya, Ki Panjang juga terkenal di seluruh Mataram raya.

Kehidupan Retno Gumilang harusnya sudah sempurna. Dia sudah bahagia dengan kehidupan pernikahan yang ia lalui bersama Ki Panjang. Namun, tak dinyana, nasib malang menghampiri hidupnya semenjak penguasa Mataram saat itu, Amangkurat I, mulai mengenal dirinya.

Amangkurat I memang berniat untuk menikah lagi. Oleh Pangeran Blitar, dia dikenalkan dengan Retno Gumilang. Lewat pandangan pertama, sang raja langsung menaruh hati kepada putri Ki Wayah tersebut. Dia langsung memantapkan hatinya untuk segera mempersunting Retno Gumilang. Segala keperluan pernikahan segera ia siapkan. Sayangnya, Amangkurat I menerima kenyataan bahwa Retno Gumilang sudah berkeluarga. Lantas apakah fakta tersebut membuat Amangkurat I menyerah begitu saja?

Jawabannya adalah tidak. Terkadang, antara cinta dan nafsu memang sangat sulit untuk dibedakan. Dalam kasus Amangkurat I ini, sepertinya nafsu telah menguasai sanubarinya hingga ia memiliki siasat keji untuk menyingkirkan suami Retno Gumilang. Maka, diundanglah Ki Panjang dan seluruh rombongan pementas wayang asuhan Ki Panjang untuk menghadiri jamuan makan istimewa di istana. Namun, di balik jamuan yang manis itu, ternyata Amangkurat I menaruh racun pada makanan jamuan yang membuat Ki Panjang dan seluruh rombongan yang turut serta harus meregang nyawa.

Meninggalnya Ki Panjang membuat Retno Gumilang menjadi janda. Kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Amangkurat I untuk menjadikannya sebagai selir sang baginda. Entah bagaimana cerita detailnya, akhirnya Retno Gumilang berhasil diboyong ke istana dalam keadaan hamil dua bulan, buah dari pernikahan sebelumnya dengan Ki Panjang.

Amangkurat I pun sangat berbahagia wanita yang diidamkannya kini sudah ada di sampingnya. Hidupnya yang sebelumnya terasa hambar, kini mulai berwarna. Dia sangat mencintai Retno Gumilang. Dia curahkan seluruh kasih sayangnya kepada wanita tersebut. Anak yang dilahirkan sang istri juga begitu ia sayangi meskipun bukan darah dagingnya sendiri. Retno Gumilang yang sebenarnya hanya selir ia bangunkan istana khusus bernama Istana Wetan dan selanjutnya ia memberi gelar Ratu Wetan kepada sang istri.

Namun, bukan berarti setelah tinggal di istana dan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari penguasa Mataram membuat nasib Retno Gumilang yang malang berubah. Kemewahan yang ia dapat justru membuat hidupnya menjadi malang. Setelah mengetahui fakta bahwa Ki Panjang tewas akibat dibunuh oleh Amangkurat I membuat Retno Gumilang sangat terpukul. Ia menangis siang dan malam meratapi kepergian sang suami yang amat menyedihkan. Meskipun kini ia sudah menjadi istri dari penguasa Mataram, cinta tulusnya hanya ia persembahkan untuk Ki Panjang. Separuh nyawanya yang pergi membuat jiwanya serasa tak utuh lagi.

Kemalangan Retno Gumilang diperburuk dengan perlakuan tidak mengenakkan yang ia dapatkan dari sebagian besar orang di istana. Perlakuan khusus Amangkurat I kepada dirinya menyulut api cemburu para istri Amangkurat lainnya. Keinginan Amangkurat I yang ingin mengangkat Retno Gumilang sebagai permaisuri juga semakin memperkeruh keadaan. Padahal saat itu ia sudah memiliki permaisuri yang berkediaman di Istana Kulon. Oleh karena itu, ia mendapat julukan Ratu Malang dari para istri Amangkurat I, yang berarti orang yang melintang di jalan sehingga menyebabkan Amangkurat I serasa abai dengan istri yang lainnya.

Baca Juga:

Taman Mayura Mataram Sepi padahal Tempat Paling Nyaman untuk Melepas Penat

Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Korban Kelicikan Panembahan Senopati demi Memuluskan Ambisi

Setelah lama menanggung kemalangan, Ratu Malang pun akhirnya menghembuskan nafas terakhir di kediamannya, Istana Wetan. Kematiannya dicurigai akibat diracun karena sebelum meninggal sang ratu menunjukkan gejala keracunan dengan banyak mengeluarkan cairan dari tubuhnya. Kepergian sang ratu merupakan pukulan yang sangat berat bagi Amangkurat I.

Raja Mataram tersebut mengantarkan jasad sang ratu ke Gunung Kelir untuk dipusarakan. Selama beberapa hari, ia meminta agar liang lahat sang ratu tidak ditutup. Ia dengan membawa putra Ratu Malang berdiam diri di samping makam sang ratu. Malam harinya ia tidur di dekat liang lahat tersebut untuk menemani jasad sang ratu yang telah terbujur kaku. Pada malam terakhir, dalam sebuah mimpi ia mendengar bahwa Retno Gumilang sudah kembali bersama dengan suami pertamanya, Ki Panjang. Mungkin di alam yang berbeda, kemalangan Ratu Malang telah hilang.

BACA JUGA Ketika Raffles Merampas Harta Pusaka Keraton Yogyakarta dan tulisan Annisa Herawati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 26 September 2020 oleh

Tags: amangkuratmatarampermaisuriratu malangretno gumilangselir
Annisa Herawati

Annisa Herawati

Cah asli Blitar

ArtikelTerkait

Penyakit Orang Ngapak yang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

Istilah “Adoh Ratu Perek Watu”, Penyebab Orang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

15 Juli 2023
makam amangkurat I raja mataram islam di tegal sejarah mataram islam sultan agung mojok.co

Presiden Kita Perlu Mengenal Raja Amangkurat yang Jangan-jangan Adalah Dirinya Sendiri

22 Juni 2020
minuman sampah wedhang uwuh sejarah asal-usul resep ahli rempah mojok.co

Kisah tentang Minuman Sampah di Makam Raja Mataram

14 Juli 2020
Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Korban Kelicikan Panembahan Senopati demi Memuluskan Ambisi mataram

Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Korban Kelicikan Panembahan Senopati demi Memuluskan Ambisi

8 Maret 2024
sultan agung sejarah kelam penaklukan gelar bangsawan mojok

Jejak Hitam Sultan Agung dalam Penaklukan Giri Kedaton

25 September 2020
Taman Mayura Mataram Sepi padahal Tempat Paling Nyaman untuk Melepas Penat

Taman Mayura Mataram Sepi padahal Tempat Paling Nyaman untuk Melepas Penat

19 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.