Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Rekomendasi Film Berlatar Jogja: Ternyata Jogja Memang Romantis

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
31 Mei 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa film berlatar Jogja berikut ini, begitu mudah untuk menunjukkan bahwa Jogja betul-betul romantis.

Besar di SMP 16 Yogyakarta, saya akrab sekali dengan dunia syuting film. Bukan, bukan karena jadi cast atau kru, melainkan ya nontonin artis-artis sedang syuting. Hal itu disebabkan, SMP saya terletak di jantung Jogja, tempatnya bangunan-bangunan padat sejarah, area Taman Sari, Kraton.

Jadi sudah biasa saya melihat artis yang terkenal sampai lumayan terkenal beradu akting di depan wajah saya. Banyak rumah tua nan antik dekat sekolah yang biasanya jadi langganan syuting film skala layar lebar hingga FTV yang judulnya unik-unik (contohnya, Cantik-cantik Kepergok Pakai Dana-is).

Kalau Dimas Prabu bilang Jogja itu keistimewaan dan sisi romantisnya masih diragukan, saya berani jamin bahwa Jogja itu istimewa. Ha, mbok tenan. Melalui studi observasi dan penelitian yang saya lakukan lama sekali… Satu jam, saya menemukan sisi istimewa kota ini dari beberapa film berlatar Jogja. Nggak percaya? Mari.

#1 Java Heat

Waktu saya ngepit mau pulang sekolah ke Bantul via Plengkung Gading, audio ledakan bikin saya berteriak “koko bako”. Lha gimana nggak kaget, suara ledakan itu mengingatkan saya kepada gempa. Jebul, tanpa dinyana, itu adalah rentetan syuting film Java Heat yang banyak bule-bulenya.

Pencurian permata milik Puteri Sultan, sekelompok polisi “nakal”, rentetan aksi baku tembak, chaos sepanjang jalan: kurang Jogja apalagi coba? Adegan demi adegan berlangsung menggambarkan seperti apa kata Adhitia Sofyan, “Ku percaya selalu ada sesuatu di Jogja.”

Yha sesuatu di Jogja-nya itu dengan apik dirangkum oleh film Java Heat. Kekerasan itu bukan sesuatu yang nggak istimewa. Daerah manalagi yang menyediakan kesempatan kepada warganya untuk deg-degan tiap keluar malam?

Klitih saja sangat diperhitungkan, sampai-sampai Java Heat layaknya sebuah ramalan, jika kekerasan jalanan ini nggak segera ditindak, pada akhirnya Jogja ketika malam ya penuh dengan baku tembak. Los Santos saja barangkali kalah gayeng ketimbang Jogja ketika malam.

Baca Juga:

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

Kata siapa UMR Jogja rendah? Enak saja. Coba lihat film Java Heat, deh. Lihat saja betapa makmurnya warga Jogja sampai-sampai berlian milik Puteri Sultan (Atiqah Hasiholan) saja ada yang mencuri.

Kata siapa Jogja itu penuh dengan ketimpangan? Lihat kehidupan Atiqah yang berperan ciamik, anggun, nan modis dan menggambarkan betapa sejahteranya…. Penghuni Kraton. Lho, maksud saya, penghuni Kraton saja sejahtera, apalagi rakyatnya. Kan kehidupan istana adalah representasi masyarakat.

#2 Aach… Aku Jatuh Cinta (iya, judulnya emang begini)

Katanya, ini katanya lho yha, Jogja adalah serpihan surga yang jatuh ke bumi. Sebelumnya saya nggak percaya, tapi setelah melihat film berlatar Jogja ni, betapa buagusnya Rumi (Riyanto, eh, Chicco Jerikho) dan anggunnya Yulia (Pevita Pearce), serta kombinasi latar Jogja yang syahdu. Saya jadi percaya Jogja itu printilan surga yang jatuh.

Film roman garapan Garin Nugroho ini rekomendasi sekali bagi kalian yang sedang jatuh cinta atau hendak mencari cinta. Dialog yang mengalir dan kekuatan cerita jadi pilihan utama. Namun, saya nggak hanya berbicara seputar teknik film lantaran saya nggak terlalu menguasai itu.

Latar cerita film ini memang menampilkan Jogja yang teduh, bangunan-bangunan kuno yang luhur, jalanan yang langgang, hingga manusia-manusia Jogja yang menampilkan keramahan. Benarkan apa kata saya, Jogja itu memang romantis. Kalian saja yang terlalu pesimis.

Ehmm, tapi masalahnya begini, latar film tersebut menceritakan Jogja tahun 70 sampai 90-an. Ya maklum, kalau film berlatar Jogja di tahun-tahun belakangan ini, yang ada Chicco Jerikho sibuk kejebak macet di Jalan AM Sangaji.

Bayangin aja betapa lucunya Mbak Pevita yang wajahnya merah padam karena kelamaan menunggu lampu merah Jalan Magelang kilometer 1. Yang ada judulnya bukan, Aach… Aku Jatuh Cinta, tapi Aacu… Aku Kena Macet.

Haaa nggak lucu kan sebagai film dihabiskan oleh set percakapan dalam mobil. Ini film layar lebar, Bung, bukan sinetron RCTI dan Indosiar.

#3 Ada Apa dengan Cinta 2

Sejatinya, saya nggak tahu menahu emangnya ada apa dengan Mbak Cinta (Dian Sastrowardoyo). Namun, setelah menonton film ini, kemungkinan Mbak Cinta ini “kenapa” ada dua: (1) terpesona dengan Kota Jogja atau (2) keselilitan daging sate klatak.

Kalau nomer dua, keselilitan daging di celah-celah untu-nya, Mbak Cinta tinggal pakai tusuk gigi. Masalah kelar. Namun, kalau nomer satu, ini bisa jadi analisis pendukung bahwa Jogja itu romantis, sekaligus film ini bisa jadi rekomendasi.

Jogja dipilih sebagai tempat liburan Cinta dan gengnya. Lihat saja, liburannya Mbak Cinta saja ke Jogja, lho. Harusnya ini jadi modal bagus buat akun-akun buzzer romantisasi untuk mengundang wisatawan agar mampir terus ke Jogja.

Padahal akun-akun seperti itu punya tanggung jawab moral buat menampilkan wajah Jogja yang sesungguhnya kan, ya? Eh, tapi kalau memang benar-benar romantis dan nggak ada kasus-kasus seperti klitih dan kemiskinan gitu ya apa mau dikata, kan?

Pada 2016, mungkin TikTok belum meledak seperti sekarang. Jika saja saat itu sudah ada TikTok, mbok yakin Mbak Cinta dan gengnya bakalan bikin konten TikTok, “Rekomendasi Wisata Hits Jogja yang Instagram-able Bangets Sampe Mo Meninggal”. Alurnya seperti ini: viral – banyak yang kunjungi – sudah.

Akan tetapi, saya bingung satu hal. Walau Jogja romantis, kenapa mood-nya Mbak Cinta tetap ngawu-ngawu sama Mas Rangga (Nicolas Saputra), ya? Kenapa bilang, “Apa yang kamu lakukan itu jahat”? Kenapa kok nggak hal-hal puitis seperti kalimat-kalimat adiluhung Fiersa Besari yang hujan, senja, dan kenang?

Ha mosok Jogja jahat to, Mbak? Coba kita analisis. Oh, mungkin Mbak Cinta datengnya ke tempat wisata pinggiran Jogja. Bukan ke pusat kota seperti Tugu yang selalu dapat jatah pemugaran tiap akhir tahun. Kan bisa, nih, Mbak Cinta bilangnya gini ke Mas Rangga, “Apa yang kamu lakukan ke aku itu nggatheli!”

BACA JUGA 40 Film Indonesia Favorit dalam Satu Dekade dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: AADC 2Film IndonesiaHiburan TerminalJogja
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Gudeg Emperan Murah dan Enak di Jogja terminal mojok

5 Rekomendasi Gudeg Emperan Murah dan Enak di Jogja

6 Desember 2021
Colt Kampus (Kol Kampus), Legenda Penyelamat Mahasiswa UGM Jogja yang Hendak Berangkat Kuliah

Colt Kampus (Kol Kampus), Legenda Penyelamat Mahasiswa UGM Jogja yang Hendak Berangkat Kuliah

8 April 2024
Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

6 Maret 2024
Pasar Klithikan Pakuncen Jogja Sepi seperti Menunggu Mati (Unsplash)

Merindukan Pasar Klithikan Pakuncen Jogja, Surga Barang Bekas yang Kini Sepi seperti Menunggu Mati

19 April 2025
menggugat pagar alun-alun utara jogja mojok.co

Wawancara Eksklusif dengan Korban Kebakaran Alun-alun Utara Jogja

29 Mei 2021
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.