40 Film Indonesia Favorit dalam Satu Dekade

Featured

Djaycoholyc

2010-2019 adalah masa di mana kita mulai disuguhi Film Indonesia dengan berbagai tema menarik. Dan 40 Film Indonesia inilah yang menurut gue sukses menjadi Film Favorit gue satu Dekade ini.

In Alphabetical Order

1. 27 Steps of May (2019)

Film tentang korban kekerasan seksual yang terus diam dan sang ayah yang denial terhadap situasi yang terjadi. A Powerful performance by Raihaanun and Lukman Sardi

Image

2. 3/Alif, Lam, Mim (2015)

Indonesia masa depan, tanpa sekat agama dengan teknologi terbaik. Kehidupan 3 sahabat yang berbeda karakter terbentur situasi, perbedaan agama dan kepentingan. Film ini sempet dilarang oleh Pemerintah.

Image

3. Abracadabra (2019)

Memang susah memahami apa maksud Faozan Rizal di film ini, tapi inilah sisi menarik dari ‘kotak’ yang dikeluarkan Faozan untuk mempresentasikan cerita yang simple dengan production value yang baik.

Image

4. Ada Apa Dengan Cinta? 2 (2016)

Orang lain boleh saja bilang AADC2 ini boring, tapi buat gue pendalaman karakter Rangga dan Cinta yang dewasa terpampang di sekuel ini. Buat gue, AADC2 berhasil membawa nostalgia dan konklusi terbaik dari ‘Satu Purnama’ terlewat

Image

5. Ada Cinta di SMA (2016)

Post-AADC kita memang sudah jarang melihat film remaja SMA yang dibuat dengan cheerful tapi tetap meaningful. Ada Cinta di SMA mampu menjawabnya. Dengan konsep musikal, Ada Cinta di SMA adalah film terbaik yang pernah digarap Haqi sebagai penulis naskah

Image

6. Aruna dan Lidahnya (2018)

Salah satu film Kuliner/Jalan-Jalan dan tentu saja Adaptasi dari Novel yang cukup memukau tahun lalu. Chemistry Oka-Dian adalah Chemistry pas yang ditampilkan Dian setelah bersama Nico

Image

7. Ave Maryam (2018)

Suster Maryam (yang dalam padangan gue sebelumnya beragama Islam) mengabdikan diri di sebuah Gereja Katholik di Semarang. Pengabdiannya mulai goyah setelah Pastor Yosef hadir. Premise kuat, Maudy Kusnaedi seharusnya layak masuk Nominasi FFI tahun ini.

Image

8. Badoet (2015)

Gue akhirnya mau menonton Film Horror Indonesia (dengan kuota terbatas) sejak 2015 setelah menonton Badoet. Scene Ratu Felisha membaca Ayat Kursi kemudian ditirukan oleh setan yang merasuki anaknya adalah bagian terbaik.

Image

9. Bid’ah Cinta (2017)

Drama percintaan dua agama itu sudah terlalu biasa di film kita. Tapi percintaan seagama namun beda mahzab ini yang tak lazim. Dan gue baru tahu kalau film ini adalah trilogi dari Nukman Hakim setelah 3 Doa 3 Cinta dan Khalifah tentang Islam Kontemporer

Image

10. Dear Nathan (2017)

Inilah film yang akhirnya buat gue percaya bahwa Jefri Nichol dan Amanda Rawless akan menjadi aset baru di dunia perfilman Indonesia. Chemistry mereka sekaligus alur cerita yang apa adanya membuat Dear Nathan masuk favorit gue, sayang sekuelnya kurang asyik.

Image

11. Dua Garis Biru (2019)

Pembelajaran penting tentang parenting dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga. Zara-Angga adalah couple sceen yang layak ditunggu kehadirannya di masa depan

Image

12. Gundala (2019)

One of the best this year! Joko Anwar memberikan angin segar bahwa sineas Indonesia bisa bikin film superhero. Bumi Langit Cinematic Universe memulainya dengan baik.

Baca Juga:  Alasan Kenapa Pelajar di Indonesia Suka Takut Nanya/Jawab Pertanyaan di Kelas

Image

13. Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

Dari semua film biopik yang ada di Indonesia, film ini ada di jajaran paling atas. Reza Rahadian, Garin Nugroho dan signaturenya membuat film ini film mahal yang sayang jika dilewatkan

Image

14. Hari Untuk Amanda (2010)

Beberapa hari jelang perkawinan, Amanda mendadak kedatangan Hari, mantan pacarnya. Seperti trip down memory lane, Hari harus siap melepas Amanda, sementara Amanda….

…..

🤷‍♂🤷‍♂🤷‍♂🤷‍♂🤷‍♂🤷‍♂

Image

15. Kapan Kawin? (2015)

Reza selalu bisa membuat lawan mainnya ada di posisi terbaik dalam acting careernya. Meski Adinia juga sudah memiliki posisi terbaik. Dan kedua aktor ini dipertemukan dalam sebuah film komedi romantis yang dibuat dengan sangat baik.

Image

16. Keluarga Cemara (2019)

Adaptasi dari Serial TV yang sempat sukses di akhir tahun 90an dan juga sukses secara jumlah penonton di tahun ini. Widuri mencuri perhatian

Image

17. Kucumbu Tubuh Indahku (2018)

Film ini menuai kontrovesi di beberapa daerah karena tema LGBT yang diusung, sebenarnya ini bulan sekedar tema LGBT, Kucumbu Tubuh Indahku adalah pencarian identitas Juno tentang dirinya dan tubuhnya. Film Panjang Terbaik FFI 2019!

Image

18. Laura & Marsha (2013)

Kita punya film tentang dua sahabat yang memiliki habit berseberangan, orang bilang bahwa sifat asli seseorang akan terlihat saat trip bersama. Laura & Marsha membuktikan omongan itu, di Eropa mereka harus berdamai pada kebetulan-kebetulan yang terjadi

Image

19. Lima (2018)

Lima cerita yang menggambarkan lima sila dalam Pancasila yang diceritakan oleh lima sutradara berbeda. Sebuah Omnibus yang memberikan arti tentang semangat Bhineka Tunggal Ika yang sudah mulai luntur.

Image

20. Love for Sale (2018)

Richard menemukan Arini, meski tanpa sadar bahwa sebenarnya Arini juga menemukan Richard. Kondisi yang tak ideal malah membuat mereka menjadi sangat ideal di mata orang lain. Film horror yang menawan.

Image

21. Lovely Man (2012)

Raihaanun dan Dony Damara beradu akting menjadi anak-ayah. Hubungan rumit mereka semakin rumir setelah Raihaanun tahu pekerjaan ayahnya sebenarnya.

Image

22. Mencari Hilal (2015)

Pak Mahmud adalah Islam konservatif, anaknya Heli adalah seorang liberal. Sebuah perjalanan penuh arti bagi mereka berdua dalam mencari Hilal.

Image

24. My Generation (2017)

Bukan My Stupid Boss yang menjadi film Upi favorit gue, tapi My Generation. Cerita tentang 4 Remaja yang memberontak, melabrak aturan demi masa depan mereka sendiri yang tak mau diatur oleh lingkungan dan orang tua. Di sinilah gue mulai suka sama Lutesha.

Image

25. Night Bus (2017)

Film Terbaik FFI 2017 yang banyak diragukan, tapi buat gue film ini punya cerita yang luar biasa bagus. Salah satu yang terbaik di 2017

Image

26. Pendekar Tongkat Emas (2014)

Pun film ini, banyak yang bilang jelek. Tapi buat gue ini awal dari film pendekar/silat yang baik. Sumba, Tara Basro dan Eva Celia

Baca Juga:  Jika Karakter Film Indonesia Masuk Kabinet Indonesia Kerja II

Image

27. Perempuan Tanah Jahanam (2019)

Melengkali Kala dan Pintu Terlarang, Impetigore mampu membawa kengerian baru dengan level yang cukup baik. Joko Anwar sudah mampu membaca penontonnya.

Image

28. Petualangan Menangkap Petir (2018)

Bukan, ini bukan prekuel Gundala meski ada Abimana. Ini tentang obesesi anak-anak yang ingin membuat film tentang Ki Ageng Sela. Leluhur yang mampu menangkap petir… Heritagenya Gundala (lah)

Image

29. Posesif (2017)

Toxic Relationship selalu punya dua sisi. Satu kita menentang, satu kita memahami jika memang keduanya saling mencinta. Kedalaman cerita yang dibuat Edwin membawa ‘kengerian’ yang sebenarnya tentang Toxic Relationship itu sendiri

Image

30. Rumah Dara (2010)

Pengembangan cerita dari Macabre yang sebelumnya rilis dalam format film Pendek. Rumah Dara adalah masterpiece Timo Bros sampai saat ini. Endingnya membuka kemungkinan sekuel.

Image

31. Salawaku (2016)

Bagi gue pribadi, di film inilah Raihaanun bermain sangat gemilang. Salah satu yang terbaik di 2016.

Image

32. Sang Penari (2011)

SUS, AKU TEYENG NGERONGGENG SUS! Mistis, dramatis membawa Prisia menggondol Citra di 2011

Image

33. Siti (2014)

Siri adalah wanita Jawa dengan keterbatasannya mengarungi hidup dengan berjualan di Pantai Parangtritis. Dia harus berjuang demi suami yang sakit-sakitan

Image

34. Surat Dari Praha (2016)

Juliee Estelle punya suara yang empuk. Tio Pakusadewo disangka Komunis. sebuah surat yang mengantarkan Larasati ke Praha untuk menemui Jaya. Laki-laki masa lalu Ibunya.

Image

35. Tampan Tailor (2013)

Banyak yang bilang film ini ‘terinspirasi’ dari Pursuit of Happyness. Tapi buat gue, lebih ngena yang ini. Nyes.

Image

36. Tanda Tanya (2011)

Berdasar kejadian yang mengenaskan. Seorang Banser merelakan hidupnya demi orang lain di malam Natal. Film bertema toleransi yang juga banyak dicekal kala itu. Sampai akhirnya terpaksa turun layar.

Image

37. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013)

Dari semua filmnya Herjunot, ini adalah film terbaik dia.

Image

38. Test Pack: You’re My Baby (2012)

Chemistry Reza kembali menggelegar, kali ini bersama Acha Septriasa. Tahun depan mereka akan ‘reunian’ di Leila Majnun

Image

39. The Raid (2012)

Gak mungkinlah gue ga masukin film fenomenal ini. Titik awal karir bagi hampir semua cast The Raid.

Image

40. Turah (2016)

TEGAL PRIDE! Kisah pilu masyarakat pinggiran Tegal yang terlupa. Turah adalah seorang laki-laki yang ingin memperbaiki hidup dan desanya. Dengan cara dia.

Image

Demikian 40 Film Indonesia terbaik Dekade ini. Yang nanya kok film A ga ada di list mas? Ya bikin sendiri aja listnya 💆‍♂ Oiya. Semua filmnya gue tonton di Bioskop pas tayang. Kecuali film 2011-2012 nontonnya di DVD waktu itu. Jadi jangan tanya kalo sekarang nonton di mana ya 😭

BACA JUGA Rekomendasi Film dengan Plot Twist Terbaik Part 1 atau tulisan Djaycoholyc lainnya. Follow Twitter Djaycoholyc.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
13


Komentar

Comments are closed.