Reality Show ‘Uang Kaget’ dan Seksisme yang Mengitarinya

Artikel

Acara Uang Kaget yang dibawakan Ibnu Jamil dengan time keeper Soraya Rasyid dan Angel menjadi buah bibir yang menjengkelkan di jagat maya. Bagaimana tidak, acara reality show yang ditampikan di Global TV itu kan seharusnya membuat penonton jadi berempati dan menyadari bahwa masih banyak orang kesulitan di negeri ini, tapi acara itu justru malah menimbulkan ujaran-ujaran seksis terhadap wanita time keeper acara tersebut.

Di Facebook dan Twitter, banyak video kompilasi yang memunculkan adegan-adegan yang tak diperlukan dan mengundang ujaran seksis. Saya nggak ngerti, kenapa bisa adegan nggak senonoh model gitu bisa lolos sensor? Udah tahu orang Indonesia itu otak bokepnya bisa merespons dengan cepat kalau ada adegan yang mengerucut ke hal-hal mesum dikit.

Misalnya ada adegan Soraya Rasyid minta digendong ke peserta uang kagetnya, netizen malah ramai-ramai fokus ke muka bapak-bapak yang gendong Soraya. Atau ada juga adegan lain yang justru objek Uang Kaget-nya yang nawarin time keepernya untuk digendong, menempatkan wanita seolah makhluk lemah yang ada di bawah laki-laki.

“Capek nggak? Mau saya gendong?” tanya si objek Uang Kaget. Setelah itu netizen ramai-ramai meng-close-up muka penggendongnya yang tersenyum jemawa, menerka muka orang itu keenakan karena bisa gendong perempuan.

Menonton adegan demikian jelas menyebalkan. Mau itu settingan atau natural, sudah seharusnya adegan kayak gitu nggak usah ditampilkan. Selain nggak penting, juga nggak bikin orang jadi empati dan dapat esensi acara TV bagi-bagi rezeki itu.

Selain itu, ada juga adegan Soraya Rasyid yang tak kalah nggak pentingnya. Misalnya saat ia mengatakan di tengah jalan, “Aduh, celana saya ini melorot, Pak, piye, Pak?” sambil lari dan memegangi pinggangnya. Bodoh banget, nggak usah ngomong, Cuk! Lu berhenti dulu, terus benerin celananya ngapa sih, masak mau dibenerin sama bapaknya? Terus disiarkan juga itu lewat televisi? Acara reality show macam apa ini.

Baca Juga:  Sulitnya Menjadi Orang yang Nggak Enakan

Belum cukup sampai sana, ada juga adegan yang ditampilkan saat berbelanja kebutuhan dapur, terus mereka beli pengocok telur. Tiba-tiba si Time Keeper nyosor bilang, “Ini nih kocokan, Bapak suka dikocok nggak?”

Kita tahu ke mana ngerujuknya pertanyaan Time Keeper itu. Mirisnya lagi, adegan tersebut nggak dicut dan justru ditampilkan di layar televisi. Padahal, apa penting dan nyambungnya adegan itu dengan acara Uang Kaget? Kan nggak ada.

Puncaknya, netizen malah sampai menemukan video mesum yang mukanya mirip Soraya Rasyid, dihubung-hubungkan dengan dia, dan kemudian viral di Twitter. Kan, gila! Betapa mengerikannya televisi dan netizen Indonesia, melecehkan wanita dan menjadikannya barang dagangan di media sosial.

Saya tentu sepakat bahwa saat seksisme terjadi itu nggak boleh malah nyalahin korban. Kenapa korban kelakuannya gini, kelakuannya gitu. Tapi, mbok ya nggak seenaknya gitu juga berkelakuan di televisi. Penyelenggara acara dan KPI mana nih, tumben nggak selektif menyensor hal-hal demikian.

Acara-acara televisi kayak ginilah yang bikin males nyalain TV. Nggak jela. Acara yang seharusnya dibikin mengharukan, malah jadi ajang lucu-lucuan cuma karena rating. Esensi acaranya jadi hilang. Padahal, acara Uang Kaget sudah ada sejak 2004 sejak masih dibawakan Helmy Yahya. Dulu acara ini menjadi acara yang ditunggu-tunggu dan menumbuhkan rasa peduli bagi penonton. Eh, sekarang kok jadi ajang pamer seksisme.

BACA JUGA Tonight Show dan Rating Televisi yang Menggerogotinya dan tulisan Tazkia Royyan Hikmatiar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
32


Komentar

Comments are closed.