Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Reality Show ‘Uang Kaget’ dan Seksisme yang Mengitarinya

Tazkia Royyan Hikmatiar oleh Tazkia Royyan Hikmatiar
1 Juni 2020
A A
reality show uang kaget soraya rasyid uang kaget seksis rating mojok.co

reality show uang kaget soraya rasyid uang kaget seksis rating mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Acara Uang Kaget yang dibawakan Ibnu Jamil dengan time keeper Soraya Rasyid dan Angel menjadi buah bibir yang menjengkelkan di jagat maya. Bagaimana tidak, acara reality show yang ditampikan di Global TV itu kan seharusnya membuat penonton jadi berempati dan menyadari bahwa masih banyak orang kesulitan di negeri ini, tapi acara itu justru malah menimbulkan ujaran-ujaran seksis terhadap wanita time keeper acara tersebut.

Di Facebook dan Twitter, banyak video kompilasi yang memunculkan adegan-adegan yang tak diperlukan dan mengundang ujaran seksis. Saya nggak ngerti, kenapa bisa adegan nggak senonoh model gitu bisa lolos sensor? Udah tahu orang Indonesia itu otak bokepnya bisa merespons dengan cepat kalau ada adegan yang mengerucut ke hal-hal mesum dikit.

Misalnya ada adegan Soraya Rasyid minta digendong ke peserta uang kagetnya, netizen malah ramai-ramai fokus ke muka bapak-bapak yang gendong Soraya. Atau ada juga adegan lain yang justru objek Uang Kaget-nya yang nawarin time keepernya untuk digendong, menempatkan wanita seolah makhluk lemah yang ada di bawah laki-laki.

“Capek nggak? Mau saya gendong?” tanya si objek Uang Kaget. Setelah itu netizen ramai-ramai meng-close-up muka penggendongnya yang tersenyum jemawa, menerka muka orang itu keenakan karena bisa gendong perempuan.

Menonton adegan demikian jelas menyebalkan. Mau itu settingan atau natural, sudah seharusnya adegan kayak gitu nggak usah ditampilkan. Selain nggak penting, juga nggak bikin orang jadi empati dan dapat esensi acara TV bagi-bagi rezeki itu.

Selain itu, ada juga adegan Soraya Rasyid yang tak kalah nggak pentingnya. Misalnya saat ia mengatakan di tengah jalan, “Aduh, celana saya ini melorot, Pak, piye, Pak?” sambil lari dan memegangi pinggangnya. Bodoh banget, nggak usah ngomong, Cuk! Lu berhenti dulu, terus benerin celananya ngapa sih, masak mau dibenerin sama bapaknya? Terus disiarkan juga itu lewat televisi? Acara reality show macam apa ini.

Belum cukup sampai sana, ada juga adegan yang ditampilkan saat berbelanja kebutuhan dapur, terus mereka beli pengocok telur. Tiba-tiba si Time Keeper nyosor bilang, “Ini nih kocokan, Bapak suka dikocok nggak?”

Kita tahu ke mana ngerujuknya pertanyaan Time Keeper itu. Mirisnya lagi, adegan tersebut nggak dicut dan justru ditampilkan di layar televisi. Padahal, apa penting dan nyambungnya adegan itu dengan acara Uang Kaget? Kan nggak ada.

Baca Juga:

Akun “Kampus Cantik” dan “Kampus Ganteng” Adalah Sampah Sosial, Seksisme Jangan Dilanggengkan di Lingkungan Kampus!

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

Puncaknya, netizen malah sampai menemukan video mesum yang mukanya mirip Soraya Rasyid, dihubung-hubungkan dengan dia, dan kemudian viral di Twitter. Kan, gila! Betapa mengerikannya televisi dan netizen Indonesia, melecehkan wanita dan menjadikannya barang dagangan di media sosial.

Saya tentu sepakat bahwa saat seksisme terjadi itu nggak boleh malah nyalahin korban. Kenapa korban kelakuannya gini, kelakuannya gitu. Tapi, mbok ya nggak seenaknya gitu juga berkelakuan di televisi. Penyelenggara acara dan KPI mana nih, tumben nggak selektif menyensor hal-hal demikian.

Acara-acara televisi kayak ginilah yang bikin males nyalain TV. Nggak jela. Acara yang seharusnya dibikin mengharukan, malah jadi ajang lucu-lucuan cuma karena rating. Esensi acaranya jadi hilang. Padahal, acara Uang Kaget sudah ada sejak 2004 sejak masih dibawakan Helmy Yahya. Dulu acara ini menjadi acara yang ditunggu-tunggu dan menumbuhkan rasa peduli bagi penonton. Eh, sekarang kok jadi ajang pamer seksisme.

BACA JUGA Tonight Show dan Rating Televisi yang Menggerogotinya dan tulisan Tazkia Royyan Hikmatiar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2020 oleh

Tags: reality showseksismetelevisiuang kaget
Tazkia Royyan Hikmatiar

Tazkia Royyan Hikmatiar

Lahir sebagai anak kelima dari enam bersaudara, alhamdulilah lahirnya di bidan bukan sama orang pintar daerah Bandung. Setelah tahu bahwa kata ternyata bisa membuat dia bahagia, akhirnya saya memutuskan untuk mendalami sastra di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Sempat mengikuti banyak komunitas kepenulisan, namun sekarang lebih fokus bekerja untuk keabadian di Pers Mahasiswa Poros UAD. Saya bisa dihubungi lewat WA di 088216427712

ArtikelTerkait

Uang Kaget: Eksploitasi Orang Miskin Berkedok Memberi Bantuan

Uang Kaget: Eksploitasi Orang Miskin Berkedok Memberi Bantuan

22 Mei 2022
Bedah Rumah dan Uang Kaget, Atraksi Kemiskinan di Layar Kaca Terminal Mojok

Bedah Rumah dan Uang Kaget, Atraksi Kemiskinan di Layar Kaca

21 Januari 2023
4 Peran Penting Deddy Corbuzier sebagai Juri Indonesia’s Next Top Model terminal mojok.co

4 Peran Penting Deddy Corbuzier sebagai Juri Indonesia’s Next Top Model

3 Februari 2021
3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

24 November 2024
Katakan Cinta: Reality Show yang Bikin Saya Ngimpi Pengin Ditembak terminal mojok.co

Katakan Cinta: Reality Show yang Bikin Saya Ngimpi Pengin Ditembak

8 Agustus 2021
Memahami #BoikotIndosiar dari Sisi Lain

Memahami #BoikotIndosiar dari Sisi Lain

20 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pustakawan, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Kerjanya Enak dan Banyak Untungnya

7 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.