Realita yang Dihadapi Karakter Disney Apabila Berada di Jakarta – Terminal Mojok

Realita yang Dihadapi Karakter Disney Apabila Berada di Jakarta

Artikel

Sejak dulu, film-film kartun buatan Disney merupakan karya favorit di jagad perfilman dunia. Ini karena kualitas dari grafik, jalan cerita yang dibuat menarik di setiap film, dan karakter Disney yang lucu dapat memikat penonton dari seluruh kalangan baik anak-anak hingga dewasa.

Sudah puluhan judul film kartun yang dikeluarkan oleh Disney, kebanyakan mengambil latar belakang tempat di luar negeri atau fiksi. Sebagai contoh, sekuel film Cars mengambil latar belakang di beberapa kota negara di dunia, seperti Los Angeles, Paris, Tokyo, dan London. Hingga sekuel film Frozen yang mengambil latar belakang tempat fiksi bernama Kingdom Arendelle.

Namun, apa jadinya ketika film-film Disney tersebut mengambil latar belakang tempat di Jakarta? Tentu saja hal itu akan menarik. Beberapa karakter akan menghadapi realita-realita kehidupan yang unik apabila mereka ada di Jakarta.

#1 Cinderella menjadi edgy ala anak Jaksel

Dalam film, Cinderella merupakan perempuan baik dan polos yang setiap hari di-bully oleh saudara-saudaranya, dibantu sang Ibu Peri, Cinderella berubah menjadi wanita cantik jelita yang harus pulang tepat jam 12 malam saat pesta di istana sang Pangeran. Realita yang berbeda akan terjadi apabila Cinderella tinggal di Jakarta Selatan, jam 12 malam masih terlalu dini untuk pulang, karena belum kobam melaksanakan Senoparty.

#2 Nemo yang bisa saja dijual di Pasar Ikan Jatinegara

Di film Finding Nemo, karakter utama Nemo ditangkap dan dipelihara oleh penyelam yang hobi mengoleksi ikan laut hias. Ayah dari Nemo berusaha dengan keras untuk mencari anaknya bersama ikan yang bernama Dory. Apabila Nemo berada di Jakarta, sudah barang tentu ia akan dijual di Pasar Ikan Jatinegara bersama Dory dan sang Ayah seharga Rp 20 ribu, bahkan bisa lebih murah kalau kita menguasai teknik menawar ala emak-emak di pasar.

Baca Juga:  'The Mandalorian' dan Penebusan Dosa Disney atas Gagalnya Sekuel Star Wars

#3 Keberadaan Monsters, Inc tidak akan pernah ditakuti oleh anak-anak Jakarta

Ciri khas Monsters, Inc adalah menakut-nakuti anak kecil ketika ingin tidur untuk menghasilkan teriakan yang akan dijadikan sumber energi utama di kota Monstropolis. Apa jadinya ketika James Sullivan dan Mike Wazowski menakuti anak-anak di Jakarta? Saya yakin keberadaan mereka tidak akan pernah ditakuti, karena kebanyakan anak-anak di Jakarta hanya takut kalau mendapatkan teammate beban dan hilang sinyal saat main Mobile Legends atau Free Fire.

#4 Tow Mater akan kerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta

Tow Mater atau Mater merupakan mobil derek sahabat Lightning McQueen di sekuel film Cars. Hal konyol dan impian yang cenderung halu dan mustahil untuk direalisasikan selalu dilontarkan di beberapa scene filmnya. Realita berbeda akan Mater hadapi apabila ia berada di Jakarta. Tentu saja ia akan bekerja sama dengan Dishub untuk menertibkan mobil yang parkir liar di pinggir jalan. Selain itu, Mater juga akan diangkat menjadi PNS dan mendapat tunjangan seumur hidup apabila ia pensiun.

#5 Elsa akan mendirikan pabrik es batu saking menjamurnya kedai kopi di Jakarta

Dalam film Frozen, karakter utama Elsa memiliki kemampuan khusus yakni membekukan segala macam benda yang ada di dekatnya. Ia juga merupakan ratu di Kingdom Arendelle. Apabila Elsa terpaksa tinggal di Jakarta yang keras, Ia harus memutar otak untuk tetap hidup. Dengan kemampuan uniknya, sudah pasti Elsa akan membuka pabrik es batu. Hal tersebut merupakan prospek yang bagus dan dapat mengurangi angka pengangguran karena kedai kopi tempat nongkrong anak muda yang menjamur di Jakarta.

Baca Juga:  Mencari Satyameva Jayate yang Hilang di Perguruan Tinggi

#6 Andy akan terus bermain dengan Woody dan Buzz karena menjadi pengangguran

Di sekuel film Toy Story, Andy mendonasikan seluruh mainan miliknya ke keponakannya. Kejadian berbeda tentu akan dialami Andy apabila ia berada di Jakarta. Andy tidak akan pernah mendonasikan mainannya, ia akan terus bermain dengan Woody dan kawan-kawan karena ia menjadi pengangguran efek sulitnya mencari pekerjaan di Jakarta.

Begitulah realitanya apabila karakter Disney berada di Jakarta. Tentu tidak semanis ketika mereka berada kota-kota lainnya. Banyak orang bilang Jakarta itu keras, makanya banyak manusia-manusia yang rela melakukan apa saja untuk bisa hidup di Jakarta.

BACA JUGA Valentino Rossi, Legenda yang Kini Mulai Dilupakan dan tulisan Nico Anggriawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.