Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ragam Cara Jajakan Dagangan ala Pedagang Madura

Alhaditsatur Rofiqoh oleh Alhaditsatur Rofiqoh
28 Desember 2019
A A
Di Madura, Lebih Mudah Menemukan Jalan Rusak Ketimbang Penjual Sate Madura terminal mojok.co

Di Madura, Lebih Mudah Menemukan Jalan Rusak Ketimbang Penjual Sate Madura terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah berjalan tiga tahun, saya sebagai penduduk asli Madura yang tinggal di kota Surabaya. Tidak jarang setiap bulan sekali pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu pada ayah, ibu, dan sanak saudara lainnya (selain untuk melihat perkembangan anak tetangga yang dari dulu dipatau terus tapi tak kunjung mendapat perhatian). Heu heu heu….

Sebab di Madura tidak ada jalur kereta, jadi saya pilih untuk naik bus dari Surabaya ke Madura. Semenjak ada Suramadu, kapal juga sangat jarang digunakan untuk menyeberangi laut. Ditambah lagi sejak 2018 lalu, Jembatan Suramadu diresmikan sebagai jalur yang gratis dilalui oleh transportasi. Hal ini juga menjadi alternatif kantong yang ingin pulang ke Madura dengan modal yang pas-pas an.

ADVERTISEMENT

Lantaran kantong saya berbasis dompet mahasiswa, jadi saya pilih bus kelas ekonomi. Harganya terjangkau, meski fasilitasnya ya begitu-begitu saja. Untung-untungan, kalau beruntung meskipun bis ekonomi fasilitasnya tidak berbanding jauh dengan bus Patas. Jika tidak beruntung, akan mendapat bus yang memiliki AC alami, alis angin dari jendela bus.

Ditambah lagi bus ekonomi yang sesak dan menaikkan penumpang melebihi kapasitas kursi yang ada, sehingga harus ada sebagian penumpang yang berdiri. Untungnya, saya sudah punya siasat untuk semuanya. Berangkat saja pagi hari sekitar jam 7-9 di hari-hari aktif, bukan weekend.

Ada begitu banyak kejadian-kejadian yang menarik jika diperhatikan ketika menaiki sebuah bus umum. Fenomena-fenomena sosial, mulai dari bertemu dengan orang-orang Madura perantauan, melihat betapa humble-nya orang Madura ketika bertemu etnis sesama Maduranya. Hingga ketika naik bus, kamu tidak akan merasa seperti orang asing, melainkan bersama keluarga sendiri.

Ada pula pedagang asongan yang tak henti-hentinya menjajakan barang, pengamen dengan membagiakan amplop pada setiap penumpang, pengamen dengan membawa anak kecil, hingga pengamen yang ukiran alisnya saja saya kalah. Hadeh….

Yang mau saya ceritakan di sini seputar cara menjajakan dagangan ala pedagang Madura dalam bis Akas jurusan Surabaya-Madura.

Satu: Membagikan dagangan mereka pada setiap penumpang.

Meskipun tidak diminta, para pedagang jenis ini biasanya langsung membagikan barang dagangan mereka kepada setiap penumpang, mulai dari kursi depan hingga kursi belakang.

Baca Juga:

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

Surabaya Barat: kota dalam kota yang bikin warga aslinya jadi tamu

Sepanjang membagikannya, mereka hanya menyebutkan harga dan kualitas barang yang dijual. Nah, setelah semua penumpang di bis dipinjami barang dagangannya, si penjual berjalan dari kursi belakang dan mengambil barang yang “diberikan” kepada setiap penumpang. Jika ada yang tertarik, akan dibeli. Namun jika tidak, barang itu pun harus dikembalikan lagi.

Dua: Menawarkan dengan embel-embel kualitas barang secara berlebihan.

Dalam cara ini, pedagang tidak membagikan barang-barangnya kepada setiap penumpang. Akan tetapi ia menawarkan langsung barang dagangannya kepada setiap penumpang. Ditambahi dengan endorse yang tak mau kalah dengan selebgram. Misalnya, “Anggur Mbak, ini manis loh. Apalagi embaknya yang makan manis, pasti tambah manis,” dan bla.. bla….

Intinya, pedagang jenis ini menawarkan barangnya dengan penyampaian kualitas barang yang tak kalah menarik dengan iklan-iklan di TV. Supaya pembeli tertarik dengan tawarannya.

Tiga: Menjajakan pada kawula muda.

Nah, yang bagian ketiga ini yang selalu bikin hati saya ambyarrr tiap kali naik bis. Sebagian dari pedagang di bis, biasanya menawarkan barang mereka dengan embel-embel sayang anak, sayang mertua, dan lain sebagainya. Setiap kali naik bis, saya pasti didatangi oleh pedagang jenis ini. Saat penawaran pertama kali, ia menggunakan cara kedua. Karena mungkin sudah tidak ampuh, ia menggunakan cara ketiga ini.

“Eh, Nur,” nama yang biasanya menjadi primadona di Madura, pedagang itu memanggil saya dengan sebutan ‘Nur’ kadang juga ‘Maisaroh’. Lanjutnya lagi, “Eh, Nur. Marah yak belih anggor reh, gebey le olle ke mattuah.” Artinya begini, “Eh, Nur. Beli anggur ini nih, buat oleh-oleh ke mertua.”

Hati saya seketika menjerit-jerit pedih tak karuan dan merasa dunia tiba-tiba saja gelap seperti mati lampu (alay emang). Bagaimana tidak, saya yang masih jomblo ini disuruh bawa oleh-oleh buat mertua, mertua yang mana WOY! Hadehh….

Jadi untuk para jomblowan dan jomblowati yang naik bus jurusan Surabaya-Madura. Harap kuat-kuat, kuat-kuatkan hatinya biar ketika turun bis, hatinya tidak ambyarrr seperti saya ini.

BACA JUGA Hal-hal yang Janggal dari Kisah Bus Hantu Cikampek-Bandung atau tulisan Alhaditsatur Rofiqoh lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2022 oleh

Tags: BusmaduraSurabayasuramadu
Alhaditsatur Rofiqoh

Alhaditsatur Rofiqoh

Seorang guru sekolah dasar dari Madura yang menyempatkan waktu untuk menulis di sela-sela mengajar

ArtikelTerkait

Kos di Surabaya Begitu Mahal, untuk Dapat Kamar Mandi Dalam Minimal Harus Keluar 1 Juta Rupiah

Kos di Surabaya Begitu Mahal, untuk Dapat Kamar Mandi Dalam Minimal Harus Keluar 1 Juta Rupiah

19 Maret 2025
Malang di Mata Perantau: Akan Lebih Baik kalau Fasilitasnya Selengkap Surabaya Mojok.co

Malang di Mata Perantau: Akan Lebih Baik kalau Fasilitasnya Selengkap Surabaya

18 Januari 2024
Iklan Rumah di Surabaya Emang Nggak Bikin Orang Pengin Beli

Iklan Rumah di Surabaya Emang Nggak Bikin Orang Pengin Beli

26 Februari 2022
Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis madura

Tak Ada Lagi Carok di Madura, Kalau Ada yang Bilang Masih Ada, Itu Jelas Bohong!

16 September 2023
Desa Segaran Kediri, Desa Kecil di Jawa Timur dengan Potensi Besar (Unsplash)

Desa Segaran Kediri, Desa Kecil di Jawa Timur dengan Potensi Besar

25 Februari 2024
Raden Trunojoyo, Penakluk Mataram dari Sampang Madura yang Mati Dibantai Amangkurat II

Raden Trunojoyo, Penakluk Mataram dari Sampang Madura yang Mati Dibantai Amangkurat II

3 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026
Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.