Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Proteina, Alternatif Makanan Tinggi Protein buat Sobat Vegetarian dan yang Pengin Bangun Massa Otot

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
1 Desember 2022
A A
Proteina, Alternatif Makanan Tinggi Protein buat Sobat Vegetarian

Proteina, Alternatif Makanan Tinggi Protein buat Sobat Vegetarian (Dokumentasi Pribadi Erma Kumala Dewi)

Share on FacebookShare on Twitter

Namun tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk protein hewani. Protein hewani mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi, sedangkan protein nabati justru mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Apalagi harga protein nabati cenderung lebih ekonomis daripada produk hewani.

Jadi, alangkah baiknya kalau konsumsi protein hewani dan nabati bisa seimbang agar memberikan hasil yang maksimal untuk tubuh. Karena segala hal yang berlebihan itu tidak baik.

Sekilas rasa Proteina dan cara pemanfaatannya

Mungkin banyak yang belum familier dengan merek Proteina, tapi saya rasa secara tidak sadar sudah banyak yang mencicipinya. Pernah makan toping bulat-bulat pada Pop Mie atau Mie Sedaap Cup? Nah, seperti itulah rasa dan tekstur Proteina. Kenyal, berserat, dan rasa kedelai.

Proteina kering perlu direndam dengan air bersih dahulu sekitar 5-15 menit sampai mengembang. Setelah empuk dan mengembang, remas-remas hingga agak mengering, lalu bilas dengan air. Ulangi pemerasan dan pembilasan ini setidaknya 2 kali. Setelah itu, barulah Proteina siap diolah menjadi berbagai masakan. Proteina bisa diolah menjadi banyak kreasi masakan layaknya daging ayam dan sapi. Di website resmi Proteina ada beberapa resep olahan Proteina. Siapa tau ada yang cocok dengan selera.

Beberapa orang merasa Proteina bercita rasa hambar dan kurang enak. Tapi, rasa hambar Proteina bisa disiasati dengan membumbuinya dengan banyak rempah-rempah, sehingga rasanya akan menjadi sedap. Kemarin saya mencoba menumisnya. Saya beri bumbu standar bawang-bawangan, cabai rawit, saus tiram, kecap manis, garam, dan lada. Rasanya sudah enak. Jika ingin diolah minim bumbu, coba rendam Proteina dengan air garam, minimal bakalan ada rasa asin-asinnya. Tapi semua kembali ke selera masing-masing, ya.

Kalau ada pedagang mi ayam yang menjual dagangannya dengan harga miring namun topingnya melimpah, jangan keburu suuzan dulu, ya. Bisa jadi pedagang tersebut menggunakan campuran Proteina pada toping ayamnya. Jadi, jangan keburu mencurigai si pedagang memakai ayam tiren atau daging aneh-aneh lainnya. Menggunakan campuran Proteina bukan hal yang buruk, dibanding pakai daging aneh-aneh. Lagi pula Proteina juga bergizi, halal, dan cuma dijadiin campuran. Toh masih ada ayam benerannya. Perlu diingat, tidak semua pedagang mi ayam pakai trik ini. Bisa jadi mereka juga mengambil untung yang kecil.

Variasi produk

Proteina tersedia dalam berbagai varian. Ada Proteina L (15-25 mm), LS (6-8 mm), LX (6-10 mm), MK (4-6 mm). Keempatnya punya rasa yang sama, hanya berbeda ukuran dan bentuknya. Tujuan penggunaannya juga beda-beda. Misalnya, untuk membuat sate dan bakso tentunya kita perlu ukuran daging lebih besar, nggak mungkin dong pakai daging cincang kecil-kecil seperti toping mi ayam? Makanya untuk sate dan bakso bisa menggunakan Proteina L.

Ada juga Proteina slice yang mirip slice beef dan Proteina Plus yang kandungan proteinnya lebih tinggi dengan rasa kedelai yang lebih samar. Kalau mau versi lauk instan siap masak, ada Protemil yang tersedia dalam varian rasa original, opor, dan balado.

Baca Juga:

5 Makanan Alfamart yang Cocok untuk Diet: Teman Setia Pejuang Berat Badan Tanpa Drama Berlebihan

Sebagai Tempat Makan, Warung Penyetan Lebih Worth It daripada Warmindo, Jauh Lebih Segar dan Enak!

Proteina bisa dijadikan alternatif sumber makanan tinggi protein berbasis vegan. Sangat sesuai untuk memenuhi kebutuhan protein penghayat gaya hidup vegetarian maupun orang yang punya kolesterol tinggi. Pun bisa jadi alternatif sumber protein untuk orang-orang yang mau body building tapi dompetnya lagi cekak. Tidak harus selalu beli telur, dada ayam, dan protein shake yang harganya mahal untuk mulai membangun massa otot.

Oh iya, Proteina juga mengenyangkan, lho, dan kenyangnya cukup tahan lama. Saya mencoba memasak ¼ bungkus dan jadinya cukup banyak untuk dinikmati seorang diri. Bahkan tidak habis dalam sekali makan. Padahal saya tidak makan pakai nasi dan baru makan 1 kali dalam hari itu. Jadi, cocok banget buat sobat diet. Tertarik untuk mencobanya?

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Panduan Singkat Sebelum Memutuskan Membeli Whey Protein.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2022 oleh

Tags: dietproteinProteinavegetarian
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Timnas Sepak Bola Indonesia Nggak Akan Juara kalau Jaga Pola Makan Aja Nggak Bisa

25 Agustus 2020
jus detoks

Pengalaman Mencoba Jus Detoks: Berakhir Sebelum Matahari Terbenam di Hari Pertama

5 September 2019
5 Menu Diet Lokal, Murah, dan Nggak Terkesan Gaya-gayaan terminal mojok.co

5 Menu Diet Lokal, Murah, dan Nggak Terkesan Gaya-gayaan

31 Januari 2021
Perempuan dengan Badan Kurus juga Jadi Korban Julid dan Cibiran Orang terminal mojok.co

Perempuan dengan Badan Kurus juga Jadi Korban Julid dan Cibiran Orang

17 Februari 2021
5 Rekomendasi Menu Warteg Populer buat Vegetarian Terminal Mojok

5 Rekomendasi Menu Warteg Populer buat Vegetarian

12 November 2022
5 Makanan Alfamart yang Cocok untuk Diet (Unsplash)

5 Makanan Alfamart yang Cocok untuk Diet: Teman Setia Pejuang Berat Badan Tanpa Drama Berlebihan

28 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.