Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Prilly Latuconsina Jadi Dosen Praktisi UGM, Apa Itu Dosen Praktisi?

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
29 September 2022
A A
Prilly Latuconsina Jadi Dosen Praktisi UGM, Apa Itu Dosen Praktisi Terminal Mojok

Prilly Latuconsina Jadi Dosen Praktisi UGM, Apa Itu Dosen Praktisi? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabar membanggakan datang dari artis muda tanah air, Prilly Latuconsina. Di usia yang masih terbilang muda (25 tahun) Prilly didaulat menjadi dosen praktisi di UGM. Apalagi doi baru menyelesaikan studi sarjananya setahun yang lalu. Eh, tunggu dulu, memangnya bisa ya Prilly jadi dosen? Bukannya untuk jadi dosen, seseorang minimal harus sudah S2?

Jawabannya: bisa, dong.

Sekarang Kemendikbudristek yang dinakhodai Nadiem Makarim sedang gencar-gencarnya mengampanyekan Merdeka Belajar. Salah satu program yang ada di Merdeka Belajar adalah Praktisi Mengajar. Program ini secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat melalui kanal YouTube dan akun resmi Kemendikbud pada Juni 2022 lalu. Nah, melalui program inilah Prilly Latuconsina berkesempatan menjadi dosen praktisi di UGM.

Kalau gitu, apa sih dosen praktisi itu? Dosen praktisi adalah orang lapangan yang sangat berpengalaman di bidang tertentu yang diberi kesempatan untuk membagikan pengalaman dan ilmunya kepada dosen dan mahasiswa di universitas. Harapannya, mahasiswa dan dosen bisa sama-sama belajar mengenai permasalahan di dunia keprofesian berdasarkan project base learning atau minimal case study secara riil, bukan hanya berpedoman pada teori. Program ini terinspirasi dari keluhan pelaku usaha tentang rendahnya kesiapan kerja lulusan universitas. Tahu sendiri kan teori dan realita di lapangan itu kerap kali berbeda.

Untuk mendaftar menjadi praktisi mengajar, seseorang harus punya pengalaman di bidang profesinya minimal 3 tahun, masih aktif berkarya sesuai bidang kepakarannya, dan tidak terdaftar sebagai dosen. Jelas, ya, yang ditekankan oleh dosen praktisi adalah sharing pengalamannya di dunia kerja profesional, bukan teori. Maka, seseorang tidak perlu menunggu gelar magister untuk mengajar.

Sebenarnya sejak dulu kegiatan mendatangkan praktisi sebagai dosen tamu sudah sangat umum. Namun dalam program Praktisi Mengajar ini, Mas Menteri berharap keterlibatan praktisi bisa lebih ditingkatkan. Kemendikbud akan menjadi wadah untuk mempertemukan universitas dengan praktisi yang paling relevan dengan kebutuhan kampus.

Kemendikbud bahkan menjanjikan insentif untuk para praktisi sebesar 900 ribu hingga 1,4 juta rupiah per jam. Total anggaran yang disiapkan untuk insentif ini saja mencapai 140 miliar rupiah, lho. Jadi, insentif tidak akan dibebankan ke kampus. Harapannya sih biar kampus-kampus kecil bisa merasakan manfaat sharing ilmu dari praktisi terbaik tanpa mengkhawatirkan biaya dan minimnya koneksi. Tapi kabarnya, Prilly Latuconsina tidak mau mengambil honor mengajarnya, lho. Dia mendaftar sebagai relawan sekadar untuk cari pengalaman dan berbagi ilmu.

Jenis kolaborasi dalam program Praktisi Mengajar terbagi menjadi 2 jenis, yakni kolaborasi pendek dan intensif. Untuk kolaborasi pendek, dosen praktisi hanya berkewajiban mengajar 4 sampai 10 jam per semester (minimal dua kali pertemuan). Sedangkan untuk yang intensif, dosen praktisi diberi porsi mengajar 15 sampai 41 jam per semester, serta wajib terlibat aktif dalam perencanaan dan evaluasi mata kuliah bersama dosen pengampu. Melansir tanggapan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol UGM di Kompas, saya rasa Prilly hanya terlibat dalam kolaborasi pendek.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

Walaupun dosen tamu bukan barang baru dalam dunia pendidikan, keterlibatan artis menjadi daya tarik yang membuat pemberitaan ini heboh di media. Padahal kalau dirunut ke belakang, fenomena artis menjadi dosen tamu juga pernah terjadi. Misalnya saja Reza Rahadian yang pernah mengajar di Prodi Vokasi Komunikasi UI sekitar tahun 2018-2019, dan masih ada artis-artis lain yang sempat melakoni peran serupa.

Kembali ke Prilly Latuconsina, doi memang punya keberanian mendaftarkan diri sebagai relawan praktisi mengajar. Ndilalah bidang kepakaran yang ditawarkan Prilly sesuai dengan kebutuhan dalam proposal yang diajukan UGM. Rencananya Prilly akan membawakan kajian selebritas di Prodi Ilmu Komunikasi Fisipol UGM. Relevan banget kan dengan dunia Prilly? Lha wong doi sudah berkecimpung dengan dunia selebritas sejak tahun 2009 je.

Saya rasa dibandingkan profesor sekalipun, pengalaman Prilly dalam dunia hiburan tetap lebih mumpuni dan sudah sangat teruji. Apalagi latar belakang pendidikannya juga dari Ilmu Komunikasi. Bahkan doi dinobatkan sebagai lulusan terbaik dan mendapat beasiswa pascasarjana dari almamaternya. Berarti secara akademik pun Prilly sudah memenuhi kualifikasi untuk jadi dosen praktisi.

Bicara karya, kita sudah tak perlu meragukan lagi kapasitas Prilly. Berbagai judul sinetron dan film sudah dia bintangi. Beberapa judul bahkan sempat meledak di pasaran. Sudah banyak penghargaan yang dia dapat selama berkiprah di dunia hiburan. Di luar dunia keartisan pun, Prilly menjadi ikon anak muda yang produktif dan berprestasi. Sudah berkali-kali dia terpilih menjadi duta. Bisnisnya menggurita, bahkan berhasil mengakuisi klub sepak bola di usia muda. Bahkan di tempat saya KKN dulu yang termasuk daerah 3T, nama Prilly Latuconsina begitu populer di kalangan kawula muda.

Sebenarnya selain Prilly masih banyak nama artis yang lebih hebat dan lebih senior untuk menjadi dosen praktisi. Tapi, bisa jadi mereka kurang percaya diri atau kurang berminat membantu kemajuan dunia pendidikan tanah air. Lagi pula sosok Prilly yang masih muda dan berprestasi bisa menjadi motivasi tersendiri bagi para mahasiswa, bahwa sukses juga bisa diraih di masa muda dan contoh nyatanya ada di depan mereka. Dengan segala kapasitas yang dimiliki Prilly dan gap umur yang tidak terlalu jauh dengan audiensnya, saya sangat yakin Mbak Prilly bisa membuat situasi belajar di kampus lebih semarak.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jadi Dosen Itu Nggak Mudah, Apalagi Jadi Dosen yang Nggak Bisa Nulis, Remuk!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2022 oleh

Tags: Dosendosen praktisiKampuskemendikbud ristekmerdeka belajarnadiem makarimrelawanUGM
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho

Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho

22 Oktober 2023
Membayangkan Seandainya Saya Jadi Mahasiswanya Dian Sastrowardoyo

Seandainya Saya Jadi Mahasiswanya Dian Sastrowardoyo

13 Mei 2023
Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

23 Februari 2025
3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya terminal mojok.co

3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya

8 Februari 2021
Jatinangor, Disukai Sekaligus Dibenci Mahasiswa

Jatinangor, Disukai Sekaligus Dibenci Mahasiswa

5 November 2023
sisi lain nadiem makarim

Sisi Lain Nadiem Makarim

25 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.