Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Menilai Kehebatan Preman dari Tato di Tubuhnya

Muhammad Ridho oleh Muhammad Ridho
23 Oktober 2023
A A
Menilai Kehebatan Preman dari Tato di Tubuhnya

Menilai Kehebatan Preman dari Tato di Tubuhnya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tato selalu dekat dengan kehidupan preman, dan kenyataannya memang kebanyakan preman memiliki tato di tubuhnya. Namun, Anda juga harus tahu bahwa tato di tubuh seorang preman belum tentu sesuai dengan mentalnya. Bisa jadi tato di tubuhnya berbentuk singa yang sedang mengaum, tapi mentalnya malah kayak anak kucing yang baru lahir.

Kali ini saya ingin menilai tato yang dimiliki seorang preman untuk melihat seberapa hebat dia. Sederhananya, bisakah tato menjadi tolok ukur kita untuk menilai tingkat kepremanan seseorang?

#1 Dominan di sekujur tubuh

Menurut ayah saya, tato yang dominan di sekujur tubuh seorang preman memang terlihat menakutkan. Namun, benarkah lukisan pada tubuh itu menunjukkan kalau dia benar-benar menakutkan? Jawabannya tentu nggak.

Jadi begini, ayah saya bercerita kalau dia punya banyak kenalan preman yang tatonya dominan di tubuh. Tapi, mereka ini bukan preman besar alias preman kecil yang beraninya di kampung sendiri.

Lho, kenapa bisa begitu? Rupanya tato banyak di sekujur tubuh mereka digunakan untuk mengintimidasi calon korban, sekaligus menutupi mental mereka yang nyatanya nggak sehebat gambar di tubuh mereka itu. Coba deh perhatikan, para preman yang tatonya dominan di sekujur tubuh biasanya beroperasi di tempat yang relatif sepi, atau bahkan di lorong rumahnya sendiri.

#2 Tatonya satu tapi menonjol

Preman yang tatonya satu tapi menonjol sebenarnya hampir mirip dengan yang kita bahas pada poin pertama. Bisa dikatakan kalau mereka ini segerombolan. Nah, sebetulnya orang-orang dengan tato kayak gini menakutkan juga, tapi jangan buru-buru takut padanya karena bisa jadi dia bukan preman beneran melainkan baru jadi calon preman.

Di pasar tempat saya berjualan daging sapi lumayan banyak orang-orang yang seperti ini. Mereka sengaja menunjukkan lengannya yang ada tatonya untuk menakut-nakuti siapa pun di area pasar. Sebenarnya saya tahu mereka cuma sok-sokan biar dianggap preman, padahal mah mereka bukan preman sama sekali!

#3 Kecil kayak nggak punya tato

Banyak preman di Palembang—yang kekuasaannya relatif luas—punya tato yang kecil sekali di bagian tubuhnya. Biasanya letaknya ada di punggung tangan, di leher, di dada, dan area-area lainnya yang kalau nggak kita perhatikan saksama ya kayak nggak ada aja.

Baca Juga:

Wonosobo Memang Kota Preman, tapi Ada Sisi Positifnya

4 Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang

Salah satu contohnya adalah Om Lekat. Beliau adalah salah seorang teman ayah saya yang cukup berkuasa di Plaju, Palembang. Nyatanya, beliau cuma punya tato seperti gambar bintang di punggung tangannya. Ukurannya pun lumayan kecil, cuma sebesar koin 500-an, lho. Tapi jangan salah, daerah kekuasaannya banyak.

Satu hal yang perlu Anda ingat, preman dengan tato seperti inilah yang seharusnya diwaspadai. Mereka nggak akan mengintimidasi Anda lewat tatonya yang banyak atau menonjol, melainkan dari tusukan sajamnya yang bikin nyawa Anda langsung terbang ke dunia lain.

#4 Nggak punya tato sama sekali

Faktanya, beberapa preman ngetop di Palembang justru nggak memiliki tato di tubuh mereka, lho. Sebut saja almarhum Om Kunok yang dulu berkuasa di seluruh penjuru Boom Baru Palembang (dari pelabuhan hingga ke jalan-jalannya).

Selain Om Kunok, ada juga Yai Adam. Wah, beliau ini benar-benar nggak punya tato di tubuhnya, tapi semua orang tahu kalau almarhum dulunya paling berkuasa di Pasar 16 Ilir Palembang. Fyi, Pasar 16 Ilir Palembang adalah pasar paling sibuk se-Sumatra Selatan.

Preman terakhir yang saya tahu nggak punya tato di tubuhnya adalah Om Hendrik. Beliau merupakan kepala preman di Terminal KM 12 Banyuasin Palembang. Meski nggak punya gambar apa pun di tubuhnya, pukulan beliau terkenal sangat mematikan, lho.

Jadi bisa disimpulkan bahwa tato bukanlah ukuran mutlak untuk menilai kepremanan seseorang. Malah orang-orang yang nggak punya gambar apa pun di tubuhnya jauh lebih preman dan menyeramkan dibanding mereka yang merajah tubuhnya. 

Penulis: Muhammad Ridho
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tato Bukan Ukuran Seseorang Jahat atau Tidak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2023 oleh

Tags: premantato
Muhammad Ridho

Muhammad Ridho

Penyuka anime.

ArtikelTerkait

outfit gentho MOJOK

Mengenal Outfit Khas Gentho, Badboy Putra Bangsa Tahun 70-80an

2 Juli 2020
boso walikan mojok

Boso Walikan Mataraman: Sandi para Kriminal yang Beralih Menjadi Sapaan Akrab

8 Juli 2020
Wonosobo Memang Kota Preman, tapi Ada Sisi Positifnya

Wonosobo Memang Kota Preman, tapi Ada Sisi Positifnya

1 Agustus 2024
4 Keresahan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang tukang parkir

4 Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang

27 Februari 2024
Menguak Tugas-tugas Preman Menjelang Pemilu: Intimidasi Berkedok Diplomasi

Menguak Tugas-tugas Preman Menjelang Pemilu: Intimidasi Berkedok Diplomasi

21 November 2023
Saya Mahasiswa Ushuluddin yang Masa Depannya Dipertaruhkan oleh Mulut Tetangga terminal mojok.co

Cadel Adalah Segel Pengekang Nafsu untuk Jadi Preman dan Kader Partai

27 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.