Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Please, Jangan Jadi Pacar Yang Menyebalkan!

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
12 Mei 2019
A A
pacar menyebalkan

pacar menyebalkan

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah melihat orang punya pacar yang senang-senangnya berduaan, ketawa-ketawanya berduaan, bahagianya berduan, tapi kalau masalah bayar-membayar cuma si cowoknya atau si ceweknya doang menanggung sendirian? Saya yakin, Kisanak, pasti pernah liat pasangan jenis seperti ini. Atau malah ada di antara pembaca Terminal Mojok ini yang jadi pelaku atau korbannya? Ehee

Dalam hubungan percintaan itu seperti halnya sebuah kerjasama yang saling menguntungkan. Jangan ada salah satu pihak dirugikan atau dibebani. Semua harus ada timbal balik yang seimbang. Misal kita memberikan cinta pada pasangan kita, jadi yah sudah semestinya kita mendapat cinta juga dari pasangan kita.

Orang mau tepuk tangan saja harus pake dua tangan kok baru bisa bunyi. Apa lagi pacaran. Harus pake dua hati biar bisa klop dan pas. Kalau cuma satu hati itu namanya bukan hubungan percintaan, tapi tapi hubungan yang bertepuk sebelah tangan. (Otw play lagu Pupus by Dewa 19).

Pernah saya punya teman. Pacar teman saya ini anak kuliahan juga, anak rantau yang indekos, seorang mahasiswi yang masih mengharap setiap bulannya kiriman dari orangtuanya. Teman saya pun juga nasibnya tak jauh beda. Mahasiswa, anak indekos, dan juga tak punya penghasilan lain selain kiriman dari orangtuanya yang baik hati.

Coba bisa dibayangkan selama empat tahun semasa kuliah, tiap seminggu sekali mereka malam mingguan, si cowok yang tlaktir makan terus. Bayarin tiket nonton sekaligus beliin popcorn. Ngajak jalan-jalan sekaligus paket wisata, makan, dan oleh-oleh. Kadang saking cintanya, dia sampai rela makan cuma pake indomie selama dua minggu hanya agar bisa beliin tas Elisabeth untuk pacarnya itu.

Dan saat mereka lulus kuliah, si cewek justru nikah sama cowok lain. Mereka putus dengan sebuah kalimat klasik, “Maaf ya kita sudah gak cocok lagi!”

Sungguh, saya turut berduka cita untuk kisah yang sungguh romantis ini. Padahal jujur, saya ingin ngetawain teman saya ini, tapi kok ya gak tega. Kisah ini mah kurang lebih seperti orang yang kredit motor selama empat tahun, dia yang nyetorin tiap bulan, eh pas lunas motornya dibegal. Wkwkwkwk

Saya tak mau bilang kalau cewek itu matre dan cuma minta gratisan sama cowok. Karena pada kenyataannya, saya juga sering mendapati kok, ada cowok yang berlaku sama seperti cewek tersebut karena dia memiliki pacar anak orang berada. Jadi mungkin tulisan ini saya tulis untuk semua gender ya. Karena ini hanya oknum, tidak semua cewek dan tidak semua cowok.

Baca Juga:

5 Istilah Seputar Percintaan Gen Z yang Perlu Diketahui Generasi Lain

Kenali Apa Itu Breadcrumbing dalam Hubungan, Lebih Parah daripada Ghosting!

Menurut saya ini ya, pacaran itu juga harus punya prinsip. Harus punya kemandirian finansial. Jangan pernah membebankan kekurangan kita pada pasangan. Ingat, kalian ini kan baru pacaran, bukan hubungan serius seperti halnya pernikahan. Orang pernikahan yang sakral saja kadang bisa retak, apalagi cuma hubungan pacaran yang rentan akan kata putus. Lantas, kalau pacaran dan berakhir putus gitu emang bisa menggugat harta gono-gini? Nggak kan? Makanya, cinta boleh, bodoh jangan!

Sebagai manusia yang baik jangan mau mendapat gratisan terus menerus. Jadi kalau pasangan itu misal bayarin tiket nonton, yah kita inisiatif buat yang beli popcorn. Misal pacar beliin makan, kita yang bayar minumnya. Misal pacar suka antar jemput, yah kita yang beliin bensin atau minimal ya bayar parkir. Misal pacar ngasih iPhone 7, yah kita balas dengan beliin dia pulsa lima ribu rupiah. (Maklum manusia kismin)

Yang penting dalam hubungan itu jangan ada kata untung rugi, hutang budi, serta apa pun yang menyangkut materi. Biarkan cinta tumbuh semestinya tanpa membebani salah satu. Kalau gak punya uang yah udah, jangan paksakan. Cukup jajan es doger berdua pun romantis. Katanya cinta? Kan gak mesti di mall, kafe, atau bioskop kan ya.

Cobalah pahami keadaan pasangan juga, jangan terlalu banyak menuntut ini itu. Iya, kalau pacar kita itu jodoh kita kelak? Kalau bukan? Kita kan nanti jadi zalim sama istri atau suami masa depannya dia kan ya. Uang yang harusnya ditabung buat modal nikah, eh malah dihambur-hamburkan untuk ngasih makan jodoh orang.

Belum lagi kalau pacarnya itu sama-sama pekerja. Harusnya dia tahu, betapa susahnya cari uang. Terlebih mungkin pacarnya juga harus mengirimi uang pada keluarganya. Ingat ya, di Undang-undang negara kita itu tak ada pasal yang menyatakan bahwa pacar itu berkewajiban untuk menafkahi kita serta menuruti apa kemauan kita. Dia masih memiliki keluarga yang lebih berhak menerima uang hasil kerja kerasnya.

Tapi, tapi, tapi, semua ini gak berlaku ya kalau pacar kalian itu anak sultan atau anak raja. Malam-malam mau minta kebab yang dibeli langsung dari Turki pun nggak masalah kalau ini mah. Horang kaya mah bebas yhaaa~

Mari bahagia, tanpa menyusahkan orang lain. Jangan sampai kita temasuk bagian dari komunitas pacar menyebalkan sedunia.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: hubunganMatrePacar MenyebalkanPercintaan
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

selamat ulang tahun

Caranya Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Menentukan Seberapa Penting Engkau Bagi Seseorang

22 Mei 2019
menye-menye

Alih-Alih Jadi Pejuang Cinta, Nggombal Pakai Kalimat yang Menye-Menye Itu Menjijikkan, Mas!

27 Agustus 2019
diajak susah

Logika Terbalik Lelaki: Ingin Dapat Pasangan yang Bisa Diajak Susah

8 Agustus 2019
Kalian Marah Teman Kalian Jadian sama Mantan Pacar? Ra Mashok! pernikahan beda agama

Sapa Mantan: Beri Tahu Aku Cara Melupakan Rasa Sakit yang Kau Beri

3 Maret 2023
Agus Mulyadi, Penyebab Utama Prahara dalam Hubungan Saya

Agus Mulyadi, Penyebab Utama Prahara dalam Hubungan Saya

20 Januari 2021
patriarkis

Memilih Hidup Sendiri Ketimbang Tunduk pada Budaya Patriarkis

19 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop Geber-Geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

Stop Geber-geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

18 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.