Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

PKWT dan PKWTT Itu Beda! Sebagai Calon Karyawan, Kamu Jangan Sampai Salah

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
22 April 2021
A A
Panduan Sederhana Membedakan PKWT dan PKWTT bagi Para Calon Karyawan terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam ruang lingkup pekerjaan di suatu perusahaan, secara profesional, ada dua jenis kontrak yang wajib para (calon) pekerja ketahui: PKWT dan PKWTT. Ada beberapa hal yang membedakan. Dua di antaranya yang paling kontras adalah dari sisi durasi kontrak dan ada atau tidaknya masa percobaan saat awal mula bekerja.

Bagi saya, kedua jenis kontrak tersebut akan proporsional jika sesuai kebutuhan masing-masing, sesuai harapan, juga kesepakatan antara perusahaan dan individu. Makanya, dalam hal ini, membaca isi kontrak kerja dengan jeli menjadi sesuatu yang harus diutamakan—apa pun jenis kontraknya.

Lantas, apa yang membedakan antara PKWT dan PKWTT? Mari kita bahas satu per satu.

PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) adalah kontrak kerja yang biasa diberikan kepada calon karyawan dengan durasi tertentu, menyesuaikan kebutuhan atau projek dari suatu perusahaan. Ada yang 3-6 bulan saja, ada yang berdurasi satu tahun, bahkan ada pula perusahaan yang langsung memberikan durasi kontrak kerja selama dua tahun.

Setelahnya, ada yang diberi opsi/penawaran perpanjangan kontrak, ada pula yang dihentikan kontraknya. Hal tersebut kembali kepada kebutuhan perusahaan dengan tetap menyesuaikan peraturan dari UU Ketenagakerjaan.

Dalam PKWT, tidak ada masa probation atau percobaan. Kalaupun ada masa training, akan sekaligus menjadi bagian dari kontrak kerja. Misalnya, sekira dua minggu sampai satu bulan untuk pendalaman SOP perusahaan yang berlaku. Itu pun, biasanya learning by doing. Sambil menjalani prosesnya aja gitu.

FYI, jika saat tanda tangan kontrak kerja kalian ditawarkan PKWT, tapi ada keterangan probation/masa percobaan, masa percobaan batal otomatis secara hukum. Jadi, pikir kembali jika kalian mendapat tawaran PKWT, tapi dicantumkan masa probation.

Dalam PKWT, ada istilah perpanjangan dan pembaruan. Sebelum memasuki periode perpanjangan, jangka waktu kontrak paling lama yang ditawarkan adalah dua tahun, dengan satu kali perpanjangan selama satu tahun. Artinya, waktu maksimal selama PKWT dan perpanjangan adalah tiga tahun.

Baca Juga:

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Sisi Gelap Kerja di Perusahaan Konstruksi yang Katanya Bergaji Besar

Proses pembaruan PKWT bisa diproses satu kali dengan durasi dua tahun, jika masa perpanjangan sudah selesai/habis masanya. Sehingga, total durasi dari awal mula PKWT, perpanjangan, hingga pembaruan adalah lima tahun.

Setidaknya itu tercantum dalam peraturan sebelum adanya Omnibus Law. Dalam UU Omnibus Law, saat ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) bagi karyawan dengan status PKWT, memungkinkan diberikan pesangon sebagaimana karyawan PKWTT saat menghadapi PHK atau kontrak berakhir. Namun, hal tersebut kembali kepada kebijakan atau kesepakatan awal antara perusahaan dan karyawan. Terkait durasi kontrak dalam PKWT, akan menyesuaikan juga kepada jenis pekerjaan. Jika bersifat harian, proyek, dan sebangsanya, akan menyesuaikan proyek yang sedang berlangsung tanpa memerhatikan format perpanjangan dan pembaruan sebelumnya.

Sedangkan untuk PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu), tidak ada batasan waktu bagi para karyawan hingga pensiun, mengundurkan diri, atau meninggal dunia terkait durasi/masa kontrak kerja.

Dalam PKWTT, diberlakukan masa probation/percobaan selama 3-6 bulan tergantung kebutuhan perusahaan. Selama masa probation, kinerja karyawan akan dievaluasi lebih lanjut oleh atasan langsung dan HRD perusahaan. Jika tidak ada kendala selama probation, status PKWTT bisa segera diproses sebagaimana mestinya.

Sewaktu terjadi PHK, karyawan berstatus PKWTT berhak atas uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja. Perhitungannya akan menyesuaikan masa kerja karyawan atau mengikuti kesepakatan awal dengan perusahaan.

Tidak ada istilah untung atau rugi dalam sistem PKWT dan PKWTT, karena sejak awal sudah melalui kesepakatan antara kedua belah pihak. Jika kalian sepakat dengan prospek yang ditentukan oleh perusahaan, pasti akan dijelaskan pada saat sebelum menandatangani PKWT atau PKWTT.

Itu sebabnya, jika memang ada poin yang belum dipahami dalam kontrak kerja, baiknya langsung ditanyakan agar bisa segera mendapat jawaban yang jelas dari HRD terkait.

Sampai dengan saat ini, sulit dimungkiri bahwa status PKWTT masih menjadi incaran banyak karyawan atau para pencari kerja. Sepengalaman saya melakukan proses wawancara, alasannya serupa: karena dianggap lebih membuat nyaman dalam bekerja tanpa harus memikirkan pemutusan hubungan kerja.

Padahal, karyawan dengan status PKWTT tetap memiliki risiko yang sama jika melakukan beberapa pelanggaran yang tergolong fatal, dianggap merugikan perusahaan, juga under perform setelah dievaluasi berkali-kali. Sehingga, PKWTT tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa seorang karyawan akan aman di suatu perusahaan.

Mau bagaimanapun, apa pun statusnya—PKWT atau PKWTT—yang akan dinilai oleh perusahaan adalah kinerja dan attitude karyawannya. Jika seorang karyawan layak dipertahankan setelah melalui serangkaian proses evaluasi, sudah sewajarnya jika diberi oportuniti yang mumpuni. Pun sebaliknya, pasti akan ada punishment tertentu jika seorang karyawan ingkar terhadap SOP perusahaan dan deskripsi pekerjaan yang diberikan.

Artikel telah disunting pada 22 April 2021 pukul 11:50.

BACA JUGA Hal-hal yang Perlu Karyawan Ketahui tentang Exit Interview Saat Mengajukan Resign dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2021 oleh

Tags: cari kerjadunia kerjaKaryawankontrak
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Kasus Holywings dan 3 Tips Menghadapi Atasan yang Cuci Tangan

Kasus Holywings dan 3 Tips Menghadapi Atasan yang Cuci Tangan

27 Juni 2022
berpenampilan menarik

Syarat Berpenampilan Menarik di Lowongan Pekerjaan Sering Kali Bikin Minder

29 Juli 2019
Anies Baswedan yang Marahnya Tepat Sasaran dan Mewakili Keresahan Para Karyawan terminal mojok

Anies Baswedan: Amarah yang Tepat Sasaran dan Mewakili Keresahan Para Karyawan

7 Juli 2021
memulai usaha

Memulai Usaha, Mulainya dari Mana?

30 Juli 2019
Jadi Pengusaha Bagus, Jadi Karyawan ya Nggak Apa-apa, wong Sama-sama "Dihajar" oleh Keadaan

Jadi Pengusaha Bagus, Jadi Karyawan ya Nggak Apa-apa, wong Sama-sama “Dihajar” oleh Keadaan

19 November 2024
Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker Mojok.co

Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker

8 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.