Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Pesan Tersirat Pertemuan Jokowi dan Prabowo dan Nasib Para Pendukungnya

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
15 Juli 2019
A A
jokowi dan prabowo

jokowi dan prabowo

Share on FacebookShare on Twitter

Rakyat Indonesia boleh jadi sudah jenuh dengan perselisihan dan debat tak berkesudahan dari para politisi. Adu argumen yang terus ada. Kita bisa melihatnya dengan bebas di media sosial maupun di televisi. Tidak ada yang mau mengalah. Semua orang merasa benar. Saling memaki dan membenci. Membawa-bawa nama rakyat. Padahal rakyat sudah muak. Mereka hanya berbicara diatas kepentingan masing-masing. Perhatikan saja. Polanya selalu sama. Hari ini bilang begini, besok bilang begitu. Hari ini posting ini, besoknya sudah dihapus. Betul-betul membosankan.

Perselisihan ini terjadi karena masyarakat terbelah menjadi dua kubu selama masa-masa pemilihan presiden. Mereka suka menyebut diri mreka sebagai cebong dan kampret. Kita akui saja, selain karena perbedaan pilihan, perselisihan antatra masyarakat juga karena politisi yang tidak mampu mendinginkan suasana. Bahkan ada beberapa oknum yang terkesan mengadu domba.

ADVERTISEMENT

Tidak bisa dibantah, pesta demokrasi tahun ini memang yang paling menguras tenaga. Saling membenci hanya karena sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting. Kita saja terlalu bodoh baper menyikapi politik secara berlebihan.

Kemarin, 13 Juli Prabowo dan juga Jokowi bertemu di stasiun MRT Lebak Bulus. Sepertinya pertemuan ini juga sebagai jawaban atas keinginan masyarakat yang menginginkan kedua tokoh ini bertemu. Berharap bisa mendinginkan suasana yang sudah terlalu panas.

Sebenarnya, ada pesan tersirat yang ingin disampaikan Jokowi dan juga Prabowo dari pertemuan itu. Pesan yang mungkin tidak banyak orang yang tau. Atau mungkin juga tidak ada yang tau.

Pesan ini mungkin hanyalah hasil cocokologi. Tapi memangnya kenapa kalau hanya cocokologi. Masyarakat kita suka dengan pesan-pesan misterius seperti ini. Apalagi kalau ada segitiganya. Selama cocokologi yang dihasilkan itu tidak membuat perselisihan, saya rasa sah-sah saja. Bisa saja memang ada pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Pertama, Jokowi dan Prabowo bertemu di tempat umum. Mereka bertemu di tempat netral, stasiun MRT Lebak Bulus. Bukan di kediaman Jokowi maupun Prabowo. Ini bisa menjadi indikasi kalau pertemuan ini adalah pertemuan yang tidak ditutup-tutupi. Pertemuan yang memang demi kepentingan semua orang. Supaya tidak ada lagi yang saling membenci.

Kedua, Jokowi dan Prabowo menaiki moda transposrtasi MRT secara bersama. MRT yang bergerak bisa saja sebagai pertanda kalau mulai sekarang mereka ingin berjalan bersama. Beriringan dan saling dukung membangun negeri. Menentukan arah yang terbaik bagi negeri ini. Itu pesan yang ingin disampaikan.

Baca Juga:

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

Ketiga, Jokowi dan Prabowo sama-sama pakai baju putih. Tidak seperti biasanya, kemarin Prabowo terlihat mengenakan kemeja putih. Warna yang selama masa pemilu menjadi warna brand dari Jokowi.

Ini bisa menjadi tanda bahwa mereka sekarang ini satu warna. Tidak ada lagi perbedaan. Cukuplah ribut-ribut yang kemarin itu. Sekarang saatnya kita berdiri di atas tujuan yang sama. Memajukan Indonesia.

Semua pesan itu mungkin terkesan dipaksakan. Tapi siapa yang tau memang itu tujuannya. Selama itu baik, tidak ada salahnya untuk percaya.

Prabowo sudah menerima kemenangan Jokowi di pemilu kemarin. Dia sudah memberikan selamat kepada Jokowi. Prabowo juga berkomitmen membantu Jokowi dalam menjalankan pemerintahan lima tahun kedepan.

Kalau kita perhatikan dari pertemuan kemarin, Jokowi dan juga Prabowo terlihat sangat akrab. Tidak ada jejak-jejak perbedaan selama masa pemilu. Seperti dua sahabat lama yang kembali bertemu. Mereka berpelukan, berbincang dan tertawa bersama.

Jokowi dan Prabowo sudah bertemu, tapi bagaimana dengan pendukung keduanya. Ada dua tipe pendukung Jokowi dan Prabowo dalam menyikapi pertemuan kemarin. Terlihat jelas di media sosial dan juga portal berita.

Pertama, mengapresiasi pertemuan tersebut. Banyak yang mengapresiasi Prabowo yang bersedia bertemu dengan Jokowi. Banyak yang menilai kalau hal tersebut merupakan tindakan yang sangat ksatria dari seorang Prabowo. Inilah yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Kedua, ada yang kecewa. Pendukung Jokowi dan juga Prabowo ada yang tentu saja tidak terlalu senang dengan pertemuan tersebut. Kebanyakan memang dari pendukung Prabowo. Mereka sedih dengan pertemuan tersebut. Merasa apa yang mereka perjuangkan selama ini sia-sia. Prabowo dinilai tidak mampu menjaga perasaan pendukungnya.

Bahkan dari pihak yang selama ini betul-betul militan mendung Prabowo juga kecewa. Misalnya saja PA 212 dan juga Amin Rais. Mereka menilai pertemuan ini dilakukan tanpa sepengetahuan mereka. Akibatnya PA 212 menarik diri dari mendukung Prabowo.

Kecewa itu wajar saja. Namanya juga pendukung. Saya juga kecewa waktu Argentina kalah dari Brazil di Copa America. Apalagi pendukung yang militan macam Pak Amin Rais. Bisa-bisanya dia tidak diberi tau soal pertemuan ini. Pantas saja dia kecewa.

Mungkin mereka kurang belajar dari pengalaman. Kontestasi politik kita kan bukan hanya pada tahun ini. Sebelum-sebelumnya juga sudah ada. Di akhirnya, kita akan melihat lawan yang putar haluan menjadi kawan. Tapi tidak mungkin mereka tidak tau hal yang seperti itu. Pasti mereka lebih berpengalaman.

Politik itu fleksibel. Tergantung kepentingan rakyat partai. Jadi tidak usah kaget.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: CebongJokowiKampretPrabowostasiun mrt lebak bulus
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

Djoko Tjandra Jokowi MOJOK.CO

Adu Sakti Djoko Tjandra vs Joko Widodo

12 Juli 2020

Hikmah dan Pesan di Balik Jokowi Salah Sebut Provinsi Padang

22 Mei 2021
Pak Jokowi Lupa Menyapa, dan Kita Memang Hampir Melupakan Ma'ruf Amin maruf amin kyai wakil presiden indonesia terminal mojok.co

Pak Jokowi Lupa Menyapa dan Kita Memang Hampir Melupakan Ma’ruf Amin

18 September 2020
Burgerkill

Bangga Menjadi Fan Burgerkill di Tengah Aksi Mahasiswa

3 Oktober 2019
Betapa Tidak Pentingnya Mengingat Nama-nama Menteri Saat Ini terminal mojok.co

Betapa Tidak Pentingnya Mengingat Nama-nama Menteri Saat Ini

29 Desember 2020
kebocoran data NIK Jokowi pejabat data pejabat mojok

Cacat Pikir Solusi Pemerintah Menanggapi Kebocoran Data: Sekalipun NIK Jokowi Bocor, Tidak Akan Dipakai untuk Pinjol

5 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.