Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perpustakaan Klaten: Dulu Kurang Terurus, Sekarang Sudah Bagus

Amir Sidiq oleh Amir Sidiq
25 September 2024
A A
Perpustakaan Klaten: Dulu Kurang Terurus, Sekarang Sudah Bagus

Perpustakaan Klaten: Dulu Kurang Terurus, Sekarang Sudah Bagus (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekitar tahun 2015, saat teman datang main ke rumah, dia melihat ada salah satu buku saya yang terdapat label “Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten”. Kawan saya setengah tidak percaya kalau Kabupaten Klaten punya perpustakaan. Tidak cuma kawan saya yang ini, beberapa kawan lain juga tidak tahu kalau ada perpustakaan daerah, atau mereka tidak tahu di mana letak perpustakaan itu.

Memang sih Perpustakaan Klaten tidak berada di pinggir jalan besar. Perpustakaan ini beralamat di Jalan Lombok 2 Kanjengan Bareng, Klaten Tengah, Klaten. Jalan Lombok adalah sebuah jalan kecil di antara toko olahraga Rejeki dan toko aksesori hp Kartika yang terletak di proliman Klatos (Klaten Town Square). Di jalan kecil yang diapit dua toko tersebut, ada gapura yang sekilas mirip gapura di dusun-dusun bertuliskan “Dinas Arsip dan Perpustakaan”. Gedung perpustakaannya berada sekitar 150 m dari gapura tersebut. Jadi bisa dibilang letak gedung perpustakaan Klaten tidak begitu terlihat.

Selain letaknya yang tersembunyi di antara bangunan-bangunan rumah warga, waktu itu sekitar tahun 2015 Perpustakaan Klaten kurang terurus.  Waktu itu saya sangat kesulitan kalau mencari buku karena buku-buku di sana tidak ditata menurut nomor rak. Kebersihan ruang baca juga membuat saya mengelus dada. Masa ada puntung rokok beserta abunya yang berceceran? Ini perpustakaan lho, bukan angkringan.

Perpustakaan Klaten mulai dibenahi total

Sejak tahun 2020, Perpustakaan Klaten yang berada di bekas tempat peristirahatan raja Solo (tapi bukan si anu lho ya) ini mulai dirapikan dan dibenahi total. Saya bahkan sampai pangling kalau Perpustakaan Klaten yang dulu lebih mirip tongkrongannya bapak-bapak kini menjadi perpustakaan yang nyaman seperti perpustakaan pada umumnya.

Bangunan masih sama alias tidak dipugar. Seperti yang saya tulis di atas kalau bangunan ini peninggalan Keraton Surakarta. Jadi, bangunan yang bergaya kolonial ini masih dijaga keasliannya.

Buku-buku sudah tertata sangat rapi. Sudah ada Online Public Acces Catalog (OPAC), jadi pengunjung lebih mudah untuk mencari buku. Ruang baca bersih, letak rak, kursi baca ditata dengan baik sehingga membuat nyaman pengunjung yang ingin membaca di tempat atau sedang mengerjakan tugas. Bahkan ada inovasi pelayanan yang menurut saya adalah wujud dari keseriusan dinas perpustakaan untuk menaikkan minat baca masyarakat.

Jambu Carlin (Pinjam Buku Cara Online)

Layanan ini mulai beroprasi pada Agustus 2021. Sebuah inovasi Perpustakaan Klaten ini memiliki tujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat saat masa pandemi covid-19 dan berlanjut hingga sekarang. Jadi, masyarakat tidak perlu datang ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku. Tinggal pesan melalui nomor WA petugas perpustakaan, lalu akan diantarkan oleh petugas sampai rumah.

Tidak cuma pinjam buku saja, masyarakat juga bisa membuat kartu anggota baru melalui layanan ini. Caranya bisa teman-teman baca di sini.

Baca Juga:

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

Mbak Marsini (Mobil Buku Anak Keliling Mari Datang ke Sini)

Ini bukan nama orang, ya, melainkan sebuah layanan perpustakaan keliling berbasis atas permohonan masyarakat desa maupun sekolah. Layanan ini diinisiasi oleh Perpustakaan Klaten.

Bagi teman-teman di Klaten yang berminat memancing dan meningkatkan minat baca buku kepada masyarakat, bisa mengajukan permohonan untuk layanan ini.

Perpustakaan Klaten menjadi percontohan nasional Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA)

Perpustakaan Klaten juga punya ruang baca untuk anak yang sangat nyaman. Ada bermacam-macam buku anak, mainan dan taman bermain di sebelah gedung perpustakaan.

Saat ke perpustakaan, saya selalu mengajak anak saya. Ketika saya sedang mencari buku, anak saya bisa bermain di ruang anak tanpa membuat saya khawatir.

Sayangnya, walau sudah dibenahi sebaik itu, pengunjung perpustakaan bisa dibilang masih relatif sepi. Dalam sehari, pengunjung paling banyak itu tidak sampai 20 orang. Bahkan masih saja ada orang yang tidak tahu kalau Klaten punya perpustakaan seperti teman saya tadi.

Saya sangat berharap semoga Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Klaten lebih gencar mempromosikan layanan dan mengenalkan kepada masyarakat pentingnya membaca buku. Sehingga kelak Perpustakaan Klaten bisa dikunjungi lebih banyak orang.

Penulis: Amir Sidiq
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pasar Gedhe Klaten, Pasar Tradisional Pertama di Indonesia yang Ramah Lingkungan karena Menggunakan PLTS.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2024 oleh

Tags: kabupaten klatenklatenperpustakaan daerahperpustakaan klaten
Amir Sidiq

Amir Sidiq

Pedagang kaki lima dan pengemudi ojek daring. Penulis skrip komik amatir yang memiliki ketertarikan pada isu-isu desa, pertanian, dan pangan lokal.

ArtikelTerkait

3 Rekomendasi Kafe di Klaten yang Ramah Introvert, Cocok untuk Menyendiri Mojok.co

3 Rekomendasi Kafe di Klaten yang Ramah Introvert, Cocok untuk Menyendiri

12 Januari 2024
Desa Melikan Klaten, Sentra Penghasil Gerabah Putaran Miring Pertama di Dunia  

Desa Melikan Klaten, Sentra Penghasil Gerabah Putaran Miring Pertama di Dunia

29 Juni 2024
Candi Plaosan Lor Klaten MOJOK.CO

Dirgahayu Klaten, Inilah 5 ‘Produk’ Terbaik Klaten Selain Ibu Bupatinya yang Hobi Viral

28 Juli 2020
Menerka Alasan Klaten Nggak Punya Bioskop

Menerka Alasan Klaten Nggak Punya Bioskop

8 Juni 2022
Antara Persis, PSIM, dan PSS: Identitas Ganda Orang Kabupaten Klaten Pilih Tim Sepak Bola terminal mojok.co

Antara Persis, PSIM, dan PSS: Identitas Ganda Orang Kabupaten Klaten Pilih Tim Sepak Bola

9 Januari 2021
Ilustrasi Klaten Kabupaten 1001 Air Mata, eh Mata Air (Unsplash)

Klaten: Kabupaten 1001 Air Mata, eh Mata Air

20 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.