Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Panjang Menuju Film Legal: Perjuangan Orang Pelosok Kalimantan untuk Sekadar Nonton Film

Muhammad Bayu Andhini oleh Muhammad Bayu Andhini
28 Juli 2023
A A
Siasat Nonton Bioskop 5 Alasan Jam Terakhir Adalah Golden Hour (Unsplash.com) kalimantan

Siasat Nonton Bioskop 5 Alasan Jam Terakhir Adalah Golden Hour (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perjuangan orang Kalimantan pelosok macam saya untuk nonton film legal di bioskop itu nggak kaleng-kaleng. Orang kota besar nggak akan ngarti dah

Sebagai orang yang tinggal di area kecamatan yang minim fasilitas, ada satu kemewahan kota besar yang saya rasa adalah hak semua orang tidak peduli apa status kotanya. Hak yang saya maksud adalah untuk menikmati sinema legal dengan aman dan nyaman. Ya siapa yang tidak mau memiliki akses untuk menonton film bagus setiap harinya. Ya nggak juga tiap hari sih, gaji mepet UMR ya tahu diri aja, cukup kalau ada film yang bagus-bagus aja.

Sayangnya, di Kalimantan, tepatnya di daerah saya tinggal, bioskop hanya ada di kota besar. Jaringan bioskop nasional yang sudah terkenal nyaman, letaknya ratusan kilometer dari rumah. Perlu waktu 6-7 jam berkendara. Namun, saat ini sudah ada jaringan bioskop nasional yang lebih murah tiketnya dan letaknya nggak jauh banget dari rumah. Gaskan nggak nih?

Letaknya hanya 2 jam dari rumah

Ini jebakan sih. Benar bahwa berjarak 2 jam, tapi perlu naik kapal feri lagi. Hal inilah yang selalu kami (movie enthusiast lokal) keluhkan, kenapa ada bioskop tapi letaknya di pulau sebelah???

Dari rumah ke pelabuhan perlu waktu 30-40 menit berkendara, dilanjut naik kapal menyeberangi selat selama 30-40 menit juga. Kemudian lanjut dari pelabuhan seberang ke lokasi bioskop di pusat kota yang lamanya juga 40 menit berkendara. Sudah habis berapa lama hanya untuk satu kali perjalanan? 2 jam lah ya, menit lebihnya saja lagi kurang tambah. Belum lagi kalau hujan, hedeh.

Biaya harian

Karena kita perlu naik kapal feri, maka akan ada tambahan biaya tiket kapal selain biaya bensin motor. Anehnya pergi boncengan akan lebih murah jika dibandingkan naik motor sendirian. Belum lagi biaya beli jajanan di atas kapal. Apalagi kalau perlu makan siang yang dikarenakan jam tayang film yang sesudah siang hari. Ya paling nggak 100 ribu rupiah lah ya ongkosnya.

Harga tiket bundling air minum

Setelah tiba di bioskop dan antre tiket, pengunjung akan membayar harga tiket 35 ribu ditambah harga air minum yang digetok harga 7 ribu rupiah per buah. Mau menolak tapi nggak bisa. Terpaksa diiyakan, ya mau gimana, sudah keputusan manajemen yang saya pikir pasti akal-akalan saja agar tempat ini punya penghasilan tambahan atau biar ada angka cantik penjualan kalau laporan ke pusat.

Terlepas dari keluhan di atas, sejujurnya ya saya sangat bersyukur sekali bahwa bioskop bisa dijangkau lebih mudah. Siapa yang menyangka di pulau sebelah ada yang mau membuka bisnis ini. Berkat bioskop murah tapi nggak murah juga ini. Saya dan teman-teman bisa menonton film lokal dan luar negeri barengan dengan orang di kota besar juga. Ya itu tadi, asal mau menurunkan standar kenyamanan dan misuh dikit.

Baca Juga:

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

Itulah rasanya hidup sebagai penyuka film di Kalimantan pelosok kayak saya. Semoga saja, akses bioskop di Kalimantan segera merata dan memudahkan kami, para pencinta film, menonton film secara legal.

Penulis: Muhammad Bayu Andhini
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jangan Heran, Orang Madura Memang Harus Demo Apalagi Menyangkut Harga Tembakau

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2023 oleh

Tags: Bioskopfilm legalkalimantan
Muhammad Bayu Andhini

Muhammad Bayu Andhini

Suka jalan kalau sudah makan nasi.

ArtikelTerkait

kabut asap

Kabut Asap Merajalela: Pentingnya Aksi dan Kolaborasi Daripada Saling Menyalahkan

16 September 2019
kalimantan

Pengalaman Misterius dan Tidak Masuk Akal yang Betulan Kejadian Selama Tinggal di Kalimantan

21 Oktober 2019
3 Hal Ini Seharusnya Ada di Bukittinggi, Hidup Pasti Akan Lebih Nyaman Mojok.co

3 Hal Ini Seharusnya Ada di Bukittinggi, Hidup Pasti Akan Lebih Nyaman

6 Januari 2024
Siasat Nonton Bioskop 5 Alasan Jam Terakhir Adalah Golden Hour (Unsplash.com) kalimantan

Siasat Nonton Bioskop: 5 Alasan Jam Terakhir Adalah Golden Hour

11 Agustus 2022
Conrad, Batubara, dan Sexy Killers

Conrad, Batubara, dan Sexy Killers

17 Desember 2019
kepuhunan

Kepuhunan, Larangan Menolak Makanan di Kalimantan

9 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.