Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Perihal Cinta Kita Nggak Ke Mana-mana, Masih di FTV Aja

H.R. Nawawi oleh H.R. Nawawi
22 Juni 2019
A A
cinta ftv

cinta ftv

Share on FacebookShare on Twitter

Nggak tahu kenapa ya, FTV kok nggak ada habis-habisnya—selalu tersedia 24 jam untuk kita yang masih mau-maunya nonton TV. Padahal sudah semakin banyak pilihan channel TV. Tetap aja kalau soal cinta ya ujung-ujungnya klik channel itu, kemudian tiduran dan membayangkan cerita kita seru seperti di layar kaca. Sesekali membayangkan latar cerita mereka akan seperti hidup kita. Bikin greget gitu pokoknya.

Beberapa orang masih mewek sampai detik ini, seperti juga sudah beberapa orang yang sudah tidak berlangganan FTV tapi tetap terbawa perasaan saat baca-baca quotes di Instagram, Twitter,dan akun khotbah sosial lainya. Ups. Akun khotbah paling panjang Facebook ya—sempat lupa kalau media sosial ini juga wahana khotbah cinta.

Namun jika dilihat dan diingat, sejak saya di bangku sekolah, beberapa aktor di FTV ya itu-itu aja. Kenapa dari sebegitu membludaknya orang-orang model yang mengantri di Instagram tidak bisa mewarnai blantika film di TV. Ya itung-itung sekolah seni juga sudah banyak. Kok aktornya itu-itu aja?

“Menjadi aktor adalah tugas berat,” ujar para pemateri akting, “kalian harus mampu menjadi atau sebagai sosok tokoh dalam cerita itu.”

Sekiranya begitu omong-omangan yang memenuhi kelas-kelas akting dari jaman dulu. Dan memang soal skill satu ini tidak mudah. Tapi kan saya bicara film TV, di mana semua grade-nya terlihat lebih rendah dari layar lebar. Memang pasarnya dan target yang akan disasar oleh TV dan layar lebar bioskop itu berbeda. Tapi apa salahnya kita angkat mereka yang hanya mampu nonton TV mengenal alur cerita yang sedih, aktor-aktor baru yang ciamik, dan segala warna yang lain.

Namun patut bersyukur juga sih dengan adanya FTV yang gitu-gitu aja. Karena pada akhirnya kita muak dengan itu semua—dengan cinta dan perempuan manja yang tak tahu diuntung. Saya tidak pernah menyakiti perempuan, tapi perempuanlah yang pernah membekaskan luka dalam hati banyak pria. Semoga dengan FTV yang gitu-gitu aja, akhirnya cinta kita biasa-biasa saja seperti kata Efek Rumah Kaca.

Tapi ya saat bersyukur itu berlangsung apa ya tega kalian melihat banyak orang masih lihat FTV. Dan masih banyak juga pada nantinya orang yang membayangkan cinta itu mudah—mendapatkan cewek saat di bus, menemukan pasangan di tempat wisata, lalu bertemu di area kampus saat kuliah—arrrgh! Geram rasanya tuh, karena kalau itu-itu aja kita tidak pernah tahu tokoh film Her (2013) yang memendam cinta dan akhirnya merasa nyaman dengan tokoh elektronik lawan mainnya.

“Ya nggak bisa dibandingkan atuh, Mas,” jawab salah satu pegiat film
“Ya aku tahu—itu film layar lebar.”
“Nah itu tahu, Mas.”

Baca Juga:

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

Panduan Singkat Menjadi Setia Selama KKN agar Terhindar dari Konflik yang Tak Perlu

Sebenarnya saya ingin bilang bahwa esensinya bukan itu. Tapi bagaimana pencarian cinta yang absurd, yang abstrak, yang apapun lah pokoknya itu di FTV. Alih-alih bisa menyentuh filsafat cinta Erich Fromm. Namun bagaimana ya caranya. Kalian tahu kan—bahwa sependek apapun ceritanya cinta itu bisa membawa kemana saja dunia ini bergerak.

Kalau ada Einstein mungkin dia akan bilang bahwa penggerak dari segala benda di bumi ini adakah cinta. Tapi sayangnya dia orang sains, harus menunjujkan segala yang wujud dan dapat diperhitungkan. Meskipun dia punya konsep imajinasi, cinta lebih dari itu. Satu gaya benda ditentukan oleh rasa cinta, begitu pendeknya.

Asumsinya kalau memang begitu. Harus semua konten FTV juga bisa jungkir balikkan. Cerita sedih dan lain sebagainya atau twist ending gitu, mempermainkan persepsi penonton, bikin greget banget pokoknya. Lalu semua bergerak dalam dunia cinta yang harmoni dan tidak ada lagi kekerasan meskipun atas nama cinta. Letupan begitu yang muncul kemudian jika ceritanya dapat menarik hati.

Dan kalau pun sebagian orang membela untuk seperti itu aja FTV-nya, ya mari ke toko buku lalu beli karya Mohammad Ali Ma’ruf yang berjudul Perihal Cinta Kita Semua Pemula. Lalu menikmati segala quote yang menggelitik dan imut seimut penulisnya—eh nggak ding, takut fitnah.

Kemudian menutupnya setelah tuntas membaca, letakkan begitu saja di atas meja atau rak di kamar, dan kemudian tataplah dunia apakah ada yang berubah? Tidak ada kan? Ya jelas lah. La wong cinta dalam teks quote-quote atau film-film di TV itu guyonan saja. Tidak bisa kita harapkan lebih.

Udah, nggak usah ke mana-mana. Biar cinta kita lebih semenjanan. Ya kalau mau twist ending dan alur yang tarik ulur dan menarik bisa klik channel lain yang menayangkan sidang MK. Di situlah cinta dipertaruhkan secara tersembunyi dan membuat greget menunggu hasilnya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: asmaraCinta RemajaFTVSinetron
H.R. Nawawi

H.R. Nawawi

Jika di dunia hanya ada dua pilihan antara riang dan menangis. Saya memilih menangis. Kehampaan.

ArtikelTerkait

PDKT riset asisten riset mojok

Pentingnya Riset Sebelum Memulai Langkah PDKT

4 Agustus 2021
Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi Mojok.co

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

9 Maret 2025
Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd terminal mojok.co

Sisipan Iklan di Sinetron Indonesia Bikin Alur Cerita Jadi Nggak Nyambung

22 September 2020
Saep 'Preman Pensiun' Harus Diberi Kesempatan buat Insaf Lagi ubed jamal terminal mojok.co

Saep ‘Preman Pensiun’ Harus Diberi Kesempatan buat Insaf Lagi

19 September 2020

Para Pencari Tuhan, Sinetron Ramadan Terbaik Sepanjang Masa

27 April 2020
Menghitung Kekayaan Ustaz Kemed: Sang Pemimpin Besar Ciraos

Menghitung Kekayaan Ustaz Kemed: Sang Pemimpin Besar Ciraos

27 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.