Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Pergaulan dan Keisengan yang Kebablasan: Dari Menjilat Es Krim, Durian, Hingga Meludahi Minuman Soda di Pusat Perbelanjaan

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
27 Juli 2019
A A
keisengan

keisengan

Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu masih aktif melihat karya orang lain di Pinterest, sudah biasa rasanya saya melihat tulisan stop making stupid people famous dengan segala bentuk kreativitas dari tiap kreator atau senimannya. Jauh sebelum melihat quote tersebut melalui aplikasi pinterest, saya sudah melihatnya melalui akun Twitter banksy—seorang seniman misterius asal Inggris—yang dikenal selalu memposting karya grafiti pada akun media sosialnya.

Pikir saya kala melihat tulisan tersebut, “quote-nya kok keren, ya. Relate sama kehidupan sekarang”. Kemudian saya pun berpikir memang sudah semestinya demikian, buat apa sih orang yang dianggap serta bertingkah konyol dan membuat keisengan dalam berperilaku viral di internet juga media sosial?

Sudah pasti keisengan itu akan memberikan dampak negatif bagi yang melihat, khususnya remaja atau mereka yang terbilang masih labil dan dalam masa peralihan menuju dewasa. Singkat cerita, mejadikan mereka sebagai inspirasi dalam berperilaku kurang baik.

Namun entah kenapa, seseorang yang dianggap konyol dalam berperilaku di internet seringkali viral dan karya apa yang dibuat menjadi trending di platform masing-masing. Tidak sedikit dari mereka bahkan memiliki subscriber ratusan ribu hingga jutaan. Jika memang nyatanya demikian, apakah sesuatu yang seperti itu lebih diminati dibanding yang sungguh-sungguh memberi edukasi?

Tentu hal itu perlu menjadi perhatian bersama. Kemudian, sepertinya quote “stop making stupid people famous” menjadi tidak relevan atau tidak berlaku. Realitanya, justru berbalik—kini stupid people justru lebih cepat tenar dan tidak sedikit diantara mereka yang mendapatkan uang lebih banyak dari konten yang diciptakan.

Mungkin itu kenapa Deddy Corbuzier menyapa para viewers-nya dengan sebutan “smart people”. Bisa jadi itu semacam doa dan harapan untuk kita semua dalam memilah informasi atau sesuatu yang dipantau di media sosial—yang baik dipertahankan juga dibudayakan, yang kurang baik dipilah.

Baru-baru ini, ada cerita tentang perilaku yang dianggap bodoh oleh sebagian masyarakat juga warganet. Beberapa mahasiswi asal Makassar dengan penuh keisengan dan tanpa berdosa menjilat buah durian dalam kemasan yang berada di rak display di suatu minimarket. Selain itu, mengutip dari detik.com mereka menjatuhkan tisu dan beberapa snack ke lantai.

Celakanya, mereka meng-upload kebodohan tersebut ke media sosial yang kemudian sudah pasti menjadi wewenang dan kuasa untuk membuat viral ada pada jemari warganet. Dan alur cerita setelahnya mudah ditebak, info tersebut trending untuk beberapa saat. Walau saat ini kabarnya sudah mengerucut, karena selamatnya, mereka—para Mahasiswa—mengakui kesalahan dan meminta maaf. Juga akan bertanggungjawab, mengganti kerugian minimarket.

Baca Juga:

Sisi Lain Meludah Sembarangan yang Perlu Disadari Pengendara Motor. Tolong Baca Baik-baik biar Nggak Terus-terusan Goblok!

Pengalaman Mengunjungi Lapas Anak: Hidup Memang Tak Adil dan Tak Akan Pernah Adil

Lebih lanjut, mereka berjanji tidak akan mengulang kesalahan yang sama di kemudian hari. Biarpun salah, aksi mereka dalam meminta maaf dan bertanggungjawab patut diapresiasi. Namun, di sisi lain hal itu juga menegaskan kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang saat ini: melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri atau orang lain, lalu membuat klarifikasi sampai dengan meminta maaf.

Padahal, jika berpikir panjang dan memikirkan akan resiko yang akan diterima, perilaku yang tidak ada manfaatnya sama sekali tersebut bisa diminimalisir—lebih baik tidak dilakukan sama sekali.

Hal tersebut sebelumnya juga dilakukan oleh salah satu remaja di kawasan Texas, Amerika Serikat. Mengutip dari Kompas.com, menjadi viral karena sebelumnya merekam aksi keisengan yang dilakukannya dengan menjilat es krim sebelum akhirnya dikembalikan lagi ke dalam freezer. Bahkan jika terbukti bersalah, wanita ini terancam mendapatkan hukuman 20 tahun penjara.

Ketika saya melakukan penelusuran terkait info yang sama di internet, langsung ada kabar terkini dari laman Kompas.com perihal dua orang remaja yang meludahi minuman bersoda di suatu supermarket lalu langsung dikembalikan ke lemari pendingin di kawasan Indianapolis, Amerika Serikat. Belum diketahui juga apakah nanti akan ada video klarifikasi atau tidak dari yang berangkutan—si penjilat es krim dan yang meludahi minuman soda. Eh, gimana?

Entah apa yang dipikirkan oleh para remaja di zaman sekarang. Menjadi viral sih sah-sah saja, namun tolong ditinjau kembali apa yang dilakukan dan bagaimana dampaknya terhadap diri sendiri terkait masa depan. Atau jangan-jangan memang tidak mau memikirkan tentang masa depan?

Agar mereka yang melakukan hal konyol tidak merajalela dan tidak merasa senang karena kontennya tidak ada yang memberi respon, bagaimana kalau secara perlahan kita mulai menerapkan quote “stop making stupid people famous”? Walau harus diakui, perilaku menyimpang yang mereka lakukan ini cukup menarik untuk dihujat.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: kebelet viralkenakalan remajameludahimenjilat makananvideo klarifikasi
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Purwokerto Mulai Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang (Unsplash)

Purwokerto yang Sejuk dan Tenteram Mulai Menjelma Menjadi Kota yang Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang

5 November 2023
Krisis Eksistensial

Untuk Siapapun yang Sedang Mengalami Krisis Eksistensial: Please Seek Help!

1 Oktober 2019
Memahami Perasaan Anak Ayam Warna-warni yang Dijual di Pasar terminal mojok.co

Pemberian Anak Ayam Pada Pelajar di Bandung: Terobosan Cerdas yang Nggak Dimiliki Kepala Daerah Lainnya!

22 Oktober 2019
bk

Aku Masuk Ruang BK, Maka Aku Nakal

13 Agustus 2019
klarifikasi

Panduan Bikin Klarifikasi Ketika Blunder Ala Influencer

19 Mei 2020
posisi duduk

Posisi Duduk Saat Belajar di Kelas dan Segala Mitosnya

5 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.