Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perempuan Juga Berhak Nonton Konser Musik

Ririn Erviana oleh Ririn Erviana
11 November 2019
A A
Perempuan Juga Berhak Nonton Konser Musik
Share on FacebookShare on Twitter

Sore itu, mentari bekerja dengan semestinya menelungkupkan senjanya di bagian paling jauh dari langit timur. (Halah tinggal ngomong tenggelam di barat aja susah bener sih). Masyarakat Metro sedang rindu-rindunya dengan hujan. Padahal kalau nanti turun hujan mereka malah meracau karena hujan membuatnya rindu dengan seseorang. Loh?

Alih-alih salat istisqa, Lapangan Kampus Iring Mulyo, Metro Timur sudah riuh karena keberadaan panggung konser sejak dua hari yang lalu. Konon yang akan menjadi guest star-nya adalah band semi rock pemilik vokalis perempuan. Ya apalagi kalau bukan Kotak.

Mendengar itu semua, sebenarnya saya biasa-biasa saja. Maksudnya kalau tidak menonton juga tidak masalah. Tapi ndilalah, kok ya kawan-kawan kosan geger mengajak nonton. Dan semuanya setuju. Perlu kalian ketahui penghuni kosan saya berjumlah 9 orang. Tapi, berhubung satu orang sedang pulang kampung jadi tinggal 8 orang. Termasuk saya sendiri.

Meski tidak terlalu berminat rasanya aneh juga kalau saya memilih no life dan tinggal di kosan sendiri. Sementara mereka rame-rame, jingkrak-jingkrak nonton konser.

Akhirnya, rombongan kosan cici-ciwi jomblo ini menuju tempat konser dengan berjalan kaki. Jelas, kami panen catcalling, dong. Dari yang….

“Assalamu’alaikum Ukhti…”

Sampai yang….

“Pada mau gerak jalan kemana nih…”

Baca Juga:

Balada Perempuan Penghuni Jogja Selatan, Gerak Dikit Kena Catcalling Orang Aneh, Ketenangan Itu Hanya Hoaks!

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur

Meski sudah melatih diri untuk tebal muka dan mengabaikan itu semua, tetap saja diri ini muak. Kapan laki-laki sadar kalau perempuan tidak akan pernah suka model perkenalan berbasis catcalling seperti ini? Hasshhh. Penasaran gitu loh, sebenarnya apa sih motif laki-laki catcalling itu? Pengin kenalan? Cari perhatian? Atau apa?

Kami sampai di lapangan kampus, tempat konser itu digelar tepat saat azan Isya berkumandang. Sungguh naluri kesalehan dalam diri ini meronta-ronta karena tak kuasa meninggalkan urusan akhirat hanya untuk kesenangan dunia. Astaghfirullah 1000x.

Kawan-kawan mengajak langsung ke tengah supaya nanti dapat tempat paling depan. Sementara saya sedang cemas entah memikirkan apa. Rasanya seperti setengah nyawa memutuskan untuk nonton konser ini. Ada rasa takut sebab tidak ada laki-laki di antara kami. Pikiran saya terus dihantui bagaimana jika terjadi apa-apa, karena semua dari kami adalah perempuan.

“Yang penting jangan ke tengah,” kata seseorang melalui pesan singkat saat saya mengabari sedang menonton konser.

Sebelum itu, memang ia sempat bercerita pengalaman ketika konser, banyak laki-laki yang mencari-cari kesempatan di tengah kerumunan. Kadang memang tidak terpikirkan bahwa dalam sebuah konser yang semuanya berniat senang-senang, tapi ada beberapa orang yang memanfaatkan momen itu.

Saat itu, saya langsung memastikan orang-orang yang berdiri di sekitar baik itu di samping kanan kiri atau belakang adalah perempuan juga. Tapi semua berubah ketika konser dimulai, tiba-tiba entah darimana datangnya di belakang saya sudah ada dua laki-laki. Kalau ditaksir usianya tidak jauh berbeda dengan saya, mungkin satu angkatan kuliah atau adik tingkat.

Saat lagu mulai dinyanyikan, saya sudah menunjukkan muka masam. Sepertinya salah satu di antara laki-laki di belakang ini membaca gelagat saya. Terbaca dari gerak tubuhnya, ia seperti menjaga geraknya supaya tidak menyenggol saya atau perempuan lain di sekitarnya. Syukurlah kalau dia paham kode saya ini.

Tapi sebenarnya saya masih merasa tidak aman. Saya sudah tidak menikmati konser karena rasa khawatir. Dan akhirnya kekhawatiran itu terjadi juga, saat bintang tamu utama mulai menyanyikan lagu energiknya, tiba-tiba kawannya laki-laki yang tadi di belakang saya ini jingkrak-jingkrak bar-bar sekali.

Rasanya saya pengin teriak dan memaki laki-laki yang ndesel-ndesel di antara perempuan. Ini memang konser, yang tentu saja banyak pemakluman ketika ada senggol-senggolan. Tapi siapa yang tahu kalau itu betul-betul bukan disengaja? Perempuan harus berpikir sejauh itu, karena ia patut bersuara ketika lingkungannya tidak memberi rasa aman.

Konser ini pantas dinikmati siapa saja, tidak berbatas gender. Tapi kerap kali laki-laki merasa berhak mendominasi hanya karena perempuan lebih lemah. Jadi, tidak usah ke tengah kalau tidak ingin kena senggol laki-laki. Kalau memang datang belakangan, ya terima saja jingkrak-jingkrak di belakang. Nggak perlulah terlalu bernafsu untuk maju ke barisan depan dengan cara ndesel-ndesel yang bikin orang lain nggak nyaman. Apalagi ndesel-ndesel makhluk lain yang dianggap lebih nggak punya power.

Fyi, semua orang pantas mendapatkan hak rasa aman yang sama. Dan semua akan terwujud jika orang-orang di dalam masyarakat tidak berusaha mendominasi satu sama lain.

BACA JUGA “Konser Untuk Republik” Itu Solusi Omong Kosong atau tulisan Ririn Erviana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2019 oleh

Tags: catcallingkonser musikPerempuan
Ririn Erviana

Ririn Erviana

ArtikelTerkait

perempuan ngegombal

Perempuan Juga Boleh dong Ngegombal

17 Maret 2020
4 Hal yang Sebaiknya Dipertimbangkan Perempuan sebelum Memutuskan Tinggal di Kos Campur Mojok.co

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur

8 April 2025
melissa siska juminto coo tokopedia najwa shihab founder narasi tv kesetaraan gender teknologi hari perempuan sedunia 2021 mojok.co

Kesetaraan Gender Bukan Mimpi Lagi di Hadapan Teknologi

8 Maret 2021
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan

11 Mei 2020
Perempuan dengan Badan Kurus juga Jadi Korban Julid dan Cibiran Orang terminal mojok.co

Ah Kata Siapa Perempuan Selalu Benar?

12 Desember 2019
15 Ragam Profesi Perempuan di Drama Korea, Bukti Pekerjaan Buat Perempuan Nggak Itu-itu Aja Terminal Mojok

15 Ragam Profesi Perempuan di Drama Korea, Bukti Pekerjaan Buat Perempuan Nggak Itu-itu Aja

3 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.