Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Peran Marthino Lio di 3 Film Akhir Tahun: Serupa tapi Tak Sama

Endrapta Ibrahim Pramudhiaz oleh Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
9 Desember 2021
A A
3 Peran Marthino Lio di Berbagai Film Akhir Tahun: Serupa tapi Tak Sama terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

November lalu, saya baru sadar ternyata saya menonton dua film Marthino Lio yang berbeda. Waktu Kadet 1947 keluar, saya tidak tahu bahwa Marthino Lio akan menjadi salah satu pemeran utama di film tersebut. Keputusan menonton murni karena saya tertarik akan trailernya yang menggelegar. Latar cerita perang di Indonesia memang selalu menjadi daya tarik bagi saya tersendiri sejak trilogi Merah Putih. 

Lalu ada Losmen Bu Broto. Dengan deretan aktor dan aktris papan atas, melewatkan film ini tentu menjadi sebuah dosa bagi saya yang ngaku-ngaku penikmat sinema Indonesia. Jadilah saya menonton Losmen Bu Broto beberapa minggu setelah penayangan perdananya. Lagi-lagi, ada Marthino Lio yang berperan sebagai Jarot, seniman ulung dari Yogyakarta yang juga kekasih Maudy Ayunda (Sri di dalam film).

Masuk ke bulan Desember, saya kembali dipertemukan oleh Marthino Lio di film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Di situ ia berperan sebagai karakter utama, Ajo Kawir. Bermain bersamanya adalah aktor kawakan Reza Rahadian dan aktris yang bermain sebagai Alya di Ada Apa Dengan Cinta, Ladya Cheryl. 

Setelah saya pikir-pikir, ternyata Marthino Lio di masing-masing film memberikan sentuhan yang berbeda, tapi dengan rasa yang sama. Ia mampu mengeksekusi tiap peran dengan sempurna. Maka dari itu, saya tertarik untuk mengulas aksinya di ketiga film tersebut secara singkat. Catatan sedikit, ada satu film Marthino Lio yang saya tidak sempat tonton, yaitu Cita Bete. Mohon dimaafkan karena saya terlewat dan jam tayangnya pun sudah habis semua. 

#1 Adji di Kadet 1947

Bambang Saptoadji atau nama pendeknya Adji, adalah seorang kadet yang sehari-harinya hanya ditugaskan untuk merakit pesawat bohongan guna mengelabui serangan Belanda. Impiannya untuk bisa menerbangkan pesawat tidak pernah kesampaian. Hingga akhirnya, ia nekat untuk kabur sebentar dari pangkalan udara Maguwo dan mencuri mesin dari pesawat Pangeran Diponegoro.

Apabila ia berhasil, Adji yakin bisa memindahkan mesin tersebut ke pesawat Pangeran Diponegoro 2 yang sudah lebih dulu terbengkalai di salah satu garasi pesawat. Adji dengan determinasinya yang tinggi merekrut rekan-rekannya untuk diam-diam pergi dari Maguwo dan melancarkan aksinya.

Adji di sini adalah orang yang sering membangkang. Ia kerap tidak menghiraukan imbauan temannya dan melakukan sesuka dia. Meski begitu, ia tetaplah seorang yang memiliki ambisi tinggi. Cita-citanya untuk bisa menjadi pilot Republik Indonesia ia raih dengan berbagai cara. Di berbagai adegan juga ditunjukkan bagaimana loyalitas Adji diuji. Ia beberapa kali disudutkan oleh pilihan yang bersinggungan dengan rekan-rekannya. Di tengah situasi tersebut, Adji tetap menunjukkan kesetiaannya terhadap kadet-kadet yang lain.

#2 Jarot di Losmen Bu Broto

Di film dengan latar keluarga ini, Marthino Lio menjadi seorang Jarot yang menjadi salah satu akar konflik dari keluarga Broto. Jarot terlibat hubungan terlarang dengan Sri, di mana Bu Broto dan anak pertamanya, Mbak Pur, tidak setuju jika Sri berpacaran dengan Jarot. Tapi apa boleh buat, Sri sudah lebih dahulu mengandung anak dari Jarot. Pertikaian antar anggota keluarga pun tak terhindarkan.

Baca Juga:

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

Sisi Lain Jasa Joki Skripsi yang Nggak Banyak Orang Tahu, dari Hukum sampai Elitenya Remuk Bukan Main!

Jarot di sini sempat dikira kabur dan lepas tanggung jawab usai diberitahu kalau Sri mengandung anaknya. Namun, semua anggapan tersebut salah. Ia memilih untuk membersihkan pikirannya sejenak dengan mencari jejak ayahnya yang sudah lama hilang. Ia takut jika gegabah mengambil keputusan, dirinya akan menjadi seperti ayahnya yang meninggalkan Jarot saat masih kecil. 

Jarot dan Adji memang secara sekilas berbanding terbalik. Yang satu ingin secara cepat dan tidak memikirkan konsekuensi apapun saat ingin mengambil mesin pesawat Pangeran Diponegoro, yang satunya memilih untuk memikirkan keputusan merawat sang anak secara matang dengan melipir sebentar. Tapi hal yang tidak jauh berbeda dari Jarot dan Adji adalah bagaimana mereka tetap berpegang teguh pada keputusannya. Tidak ada satu pun dari mereka yang lari dari tanggung jawab yang sudah mereka emban.

#3 Ajo Kawir di Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Penampilan apik dari Marthino Lio kembali tersaji. Ajo Kawir adalah seorang lelaki yang burungnya tidak bisa bangun. Hobinya berantem, balapan, dan… berantem. Pernah suatu hari ia dibawa ke PSK untuk dibantu membangunkan burungnya, tapi tetap tidak bisa. Semuanya perlahan berubah ketika ia bertemu Iteung. Perempuan yang menerima Ajo Kawir apa adanya. Burungnya belum juga terbangun, tapi setidaknya mereka saling mencintai dan akhirnya sepakat untuk menikah.

Serupa dengan Adji dan Jarot, Ajo Kawir memiliki tujuan yang jelas: membangunkan burungnya. Ia pernah mengolesi burungnya dengan cabai. Hasilnya? Tidak ngaruh apa-apa. Ajo Kawir hanya meraung-raung kesakitan semaleman. Ia memiliki ambisi kuat untuk membangunkannya. Semua cara ia coba. Bertahun-tahun mencobanya, ia akhirnya mencoba untuk berdamai dengan situasi tersebut dan menerimanya dengan legowo. Tidak begitu legowo sih, karena tiap ada orang yang meledek burungnya pasti langsung ia hajar.

Determinasi menjadi satu kata yang menyatukan Adji, Jarot, dan Ajo Kawir. Masing2 karakter memiliki tekad yang kuat untuk mencapai sesuatu. Entah itu menerbangkan pesawat, mencari sebuah jawaban, atau membangunkan burung, Marthino Lio berhasil mengeksekusinya dengan sempurna. Mereka memang tidak sama dari nama perannya, tapi serupa dalam karakterisasinya.

Sumber Gambar: Akun Instagram Palari Films

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2021 oleh

Tags: aktorLosmen Bu BrotoMarthino LioSeperti Dendam
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz

Endrapta Ibrahim Pramudhiaz

Full time mahasiswa, part time pemburu pengalaman.

ArtikelTerkait

5 Aktor dan Aktris Korea yang Sudah Lama Hiatus dan Dirindukan para Penggemar

5 Aktor dan Aktris Korea yang Sudah Lama Hiatus dan Dirindukan para Penggemar

24 Juni 2023
nussa dan rara, Alasan Serial Animasi Nussa Nggak Cocok untuk Tayangan Anak-anak di Televisi Wajah Baru Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4 Preman Pensiun 4: Sinetron Penuh Edukasi untuk Insan Pertelevisian Indonesia Rekomendasi Sinetron untuk Hibur Anies Baswedan Atas Ditundanya Formula E

Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4

26 Mei 2020
Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto” Mojok.co

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

25 Januari 2026
Lee Kwang Soo, Running Man, dan Patah Hati Para Penonton Setia yang Ditinggalkan Setelah 11 Tahun Bersama terminal mojok

Lee Kwang Soo, Running Man, dan Patah Hati Para Penonton Setia yang Ditinggalkan Setelah 11 Tahun Bersama

27 April 2021
anak teater lautan jilbab teater emha ainun nadjib drama pementasan mojok

Dulu Saya Kira Anak Teater Itu Gila, Eh Ternyata Memang Beneran Gila

13 Mei 2020
perfilman

CGI di Perfilman Indonesia yang Semakin Baik dan Patut Diapresiasi

3 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.