Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Dear People Pleaser, Ayo Berani Bilang Tidak demi Hidup yang Lebih Tenang

Della Ayu Anggraini oleh Della Ayu Anggraini
9 November 2023
A A
Curahan Hati People Pleaser: Bilang Iya di Mulut, tapi Menolak di Dalam Hati Mojok

Curahan Hati People Pleaser: Bilang Iya di Mulut, tapi Menolak di Dalam Hati (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

People pleaser adalah sebutan untuk orang yang ingin menyenangkan semua orang. Tanda-tanda people pleaser, mereka sulit berkata tidak dan nggak enakan terhadap orang lain. Mungkin sekilas terdengar baik-baik saja, apa salahnya membuat orang lain senang kan? Namun, people pleaser seringnya mengabaikan perasaan dirinya sendiri. Demi kebahagian orang lain, mereka rela menginjak-injak dirinya sendiri. 

Dalam kepala orang-orang people pleaser, menolak atau mengatakan tidak menjadi cikal bakal berbagai hal buruk akan terjadi. Misal, dimusuhi, dianggap egois, nggak peduli, dan hal-hal negatif lainnya. Ketidakmampuan untuk menolak tidak jarang dimanfaatkan oleh orang-orang jahat untuk meluncurkan aksinya.

Berdasar pengalaman saya, lebih baik stop menjadi people pleaser deh. Dahulu saya juga sulit untuk menolak dan mengatakan tidak. Saya selalu ingin menyenangkan dan tidak mengecewakan semua pihak. Padahal, pada kenyataan itu hal yang mustahil. 

Bilang tidak atau menolak bukan berarti kalian orang jahat

Kalian bukan pahlawan super yang bisa selalu bertanggung jawab atas kesulitan dan perasaan orang lain. Kalau kalian memang tidak mau dan tidak mampu, ungkapkan yang sebenarnya. Toh, berkata tidak atau menolak bukan berarti kalian berubah menjadi orang jahat kok. 

People pleaser mungkin kebingungan kapan harus menyanggupi dan menolak? Berdasar pengalaman saya, diri sendirilah yang tahu kapan waktu yang tepat untuk menyanggupi dan menolak. Agar lebih mudah, buatlah batasan. Tentukan hal-hal apa saja yang perlu kalian bantu dari orang lain dan yang tidak perlu. 

Memang boleh menolong orang lain, tapi jangan lupa kalian harus menolong diri sendiri. Ini bukan hal yang egois, justu secara tidak langsung kaliam mengajarkan kepada orang lain untuk menghargai keberadaan orang lain, orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Ingat people pleaser, kita tidak bisa memenuhi ekspektasi semua orang

People pleaser akan semakin mudah menentukan batasan kalau menyadari bahwa tidak bisa memuaskan ekspektasi dan menyenangkan semua orang. Tidak ada kewajiban untuk melakukan itu juga sih. Perlu juga disadari bahwa orang datang dan pergi. Nah, daripada pusing-pusing memikirkan orang lain, kalian bisa mengalihkan energi itu untuk fokus pada pengembangan diri sendiri. 

Kalau memang perlu alasan yang kuat untuk menolak orang lain, isilah hari-hari kalian dengan kegiatan yang padat. Dengan begitu, kalian memiliki alasan kuat untuk menolak ajakan ataupun berkata tidak terhadap seseorang. 

Baca Juga:

Menganggap Sarjana Angkuh karena Pilih-pilih Kerjaan Itu Terlalu Dangkal, Cobalah Lihat Dulu Sistem yang Membentuk Mereka

Setelah Wisuda, Saya Memilih “Mengubur” Label Alumni UGM demi Mengejar Ketenangan Batin

Berhenti menjadi people pleaser akan membuat hidup kalian lebih baik, percayalah. Kalian akan lebih dihargai karena secara tidak langsung menanamkan validasi pada dirimu sendiri. Berhenti menjadi people pleaser berarti orang lain akan memahami bahwa kalian memiliki pandangan, pendapat, peran, keberadaan, komentar yang mesti dihargai. 

Penulis: Della Ayu Anggrain
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA The Power of No: Sebuah Panduan untuk Berhenti Jadi People Pleaser

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2023 oleh

Tags: berkata tidakekspektasimenolakpengembangan diripeople pleaser
Della Ayu Anggraini

Della Ayu Anggraini

Mahasiswa semester 5 Universitas Tidar. Tertarik pada topik-topik penting tentang psikologis dan gaya hidup gen z serta permasalahan yang sering muncul. Sering pergi naik gunung untuk mencari alasan agar tetap hidup esok hari

ArtikelTerkait

Faktanya, Kuliah S2 Bukan Berarti Bakal Lancar Dapat Kerjaan, Dunia Kerja Beneran Nggak Peduli Ijazah! lulusan s2 ugm lulusan ugm

Setelah Wisuda, Saya Memilih “Mengubur” Label Alumni UGM demi Mengejar Ketenangan Batin

26 Februari 2025
Terlalu Dini untuk Memuji Dedy Mulyadi, sebab Bulan Madu Itu Hanya Sementara

Terlalu Dini untuk Memuji Dedi Mulyadi, sebab Bulan Madu Itu Hanya Sementara

12 Februari 2025
Menjaga Jarak dengan Idola

Menjaga Jarak dengan Idola adalah Usaha Menjaga Ekspektasi

1 Oktober 2019
3 Ekspektasi Ketinggian yang Dialami Pengguna Baru iPad

3 Ekspektasi Ketinggian yang Dialami Pengguna Baru iPad

28 Desember 2022
Jogja Selalu Dianggap Manis, Padahal Ujungnya Selalu Pahit (Unsplash)

Untuk Mahasiswa Baru di Jogja, Turunkan Ekspektasi Kalian, Jogja Nggak Seindah Konten Sinematik

30 Juli 2024
The Power of No: Sebuah Panduan untuk Berhenti Jadi People Pleaser

The Power of No: Sebuah Panduan untuk Berhenti Jadi People Pleaser

26 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.