Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jangan Jadi Terlalu Baik di Jakarta

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
11 Agustus 2022
A A
Jangan Jadi Terlalu Baik di Jakarta

Jangan Jadi Terlalu Baik di Jakarta (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jadi orang yang baik, itu bagus. Namun, jadi orang yang terlalu baik, tidak. Dan yang lebih buruk ketimbang itu adalah jadi orang yang terlalu baik di Jakarta.

Di Jakarta, terutama di lingkungan kerja, jadi orang yang terlalu baik akan bikin hidupmu kesusahan. Anda bisa jatuh ke lubang hitam “people pleaser”. Keluar dari lubang, takut karier kenapa-kenapa, nggak keluar kok hidup susah.

ADVERTISEMENT

Orang-orang Jakarta (tidak semua, tapi mayoritas yang saya temui) suka sekali dengan orang yang suka menolong ini. Karena bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Jahat memang kalau dibayangkan, tapi kenyataannya banyak yang seperti itu di Jakarta. Saya yakin, di kota lain pun begitu.

Memang secara tindakan, “people pleaser” ini terlihat sama dengan seseorang yang “being nice”. Letak perbedaannya hanya dapat dilihat pada motif melakukan kebaikan itu.

Dilansir dari situs James Madison University, people pleaser adalah orang-orang yang cenderung melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang lain dengan menjadi individu yang paling bisa membantu. Sikap ini hadir karena seseorang “terpaksa” atau “dipaksa” oleh lingkungannya untuk menjadi penurut, nggak enakan, pekewuh ketika menolak permintaan seseorang. Biasanya perilaku ini dilandasi karena khawatir atau takut akan konsekuensi-konsekuensi buruk yang bisa saja diterima ketika menolak. Misalnya, takut dianggap jahat, takut karena nggak disukai, takut nggak dianggap teman, atau takut karena ada tekanan atas relasi kuasa.

Sementara being nice sendiri adalah sikap baik seseorang yang secara motif memang datang dari diri sendiri. Mereka melakukan kebaikan atau menolong seseorang ya karena mereka mau dan mampu. Tidak ada intervensi apa pun dari sisi eksternal dirinya. Tindakannya pun dilandasi bukan karena kekhawatiran atau takut, tapi lebih kepada hal-hal yang sifatnya positif.

Di Jakarta, sering kali saya melihat teman-teman yang bekerja di bidang kreatif diminta membantu pekerjaan atau aktivitas yang nggak ada hubungannya dengan pekerjaan inti mereka. Bahkan untuk hal-hal sepele seperti diminta beli makanan. Nasib baik kalau duitnya diganti, ini kadang nggak diganti.

Waktu kerjanya bisa terbolak balik karena keseringan dimintai tolong, baik dari teman kerja, saudara, maupun senior. Jam kerja yang harusnya dibuat ngerjain tugas-tugas pekerjaan yang sudah deadline, eh malah dibuat bantuin ngerjain desain atau project dari orang lain sehingga kerjaannya diselesaikan saat malam hari yang harusnya dibuat istirahat.

Baca Juga:

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

Jika sikap terlalu baik karena nggak enakan, penurut, dan pekewuh ini dilakukan terus menerus, dampaknya bisa sangat buruk bagi kesehatan mental. Kita jadi selalu overthinking dengan persepsi orang, otak dan hati nggak akur karena nggak sejalan. Otak ingin kita cepat nyelesain kerjaan, menyusun target hidup, atau sekadar istirahat dalam berpikir. Tapi, dorongan hati ingin kita menolong mereka karena ketakutan akan konsekuensi-konsekuensi buruk setelahnya. Akibatnya, kehidupan kita hanya dipenuhi oleh kubangan stres, cemas, dan frustasi.

Hal-hal yang harus kita pahami bahwa, meski kehidupan sosial di Jakarta atau kota-kota besar lainnya yang terkenal kompetitif, sesekali mengatakan tidak itu bukan berarti kita adalah orang yang buruk. Kadang kata tidak itu menjadi batasan yang perlu diucapkan agar orang-orang tahu bahwa kita juga punya kehidupan yang juga sama padatnya. Selain itu membuat kita bisa lebih berdikari.

Untuk menghindari intervensi yang kuat dari orang lain, kita juga wajib punya tujuan. Karena hidup ini tentang memprioritaskan sesuatu, entah itu target, cita-cita, atau keinginan. Itu bikin kita lebih menempatkan diri sendiri sebagai prioritas dalam hidup dibandingkan orang lain.

Jakarta memang kejam, begitu juga hidup. Tanpa pijakan yang kuat, tanpa keteguhan hati yang mantap, kota ini akan menelanmu hidup-hidup. Baik boleh, terlalu baik, jangan. 

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Alasan Masuk Akal untuk Tidak Tinggal di Jakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2022 oleh

Tags: Jakartapeople pleaser
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Malang Selevel Jakarta, Sama dengan Bencana (Unsplash)

Bencana yang akan Terjadi jika Malang Dipaksa Menjadi “Selevel” dengan Jakarta

7 Januari 2024
Mentang-mentang Semarang Sebelahan sama Venus, Bukan Berarti Orang Semarang Kebal dengan Panas Heatwave yang Sedang Menyerang jakarta

Belasan Tahun Tinggal di Semarang, Saya Kira Jakarta Lebih Panas Udaranya, Ternyata Semarang Masih Lebih Panas!

6 Juli 2024
Sisi Gelap Jakarta Prostitusi di Balik Kampus Islami (Unsplash)

Sisi Gelap Kampus Islami di Jakarta: Sarang Ayam Kampus dan Prostitusi yang “Tersembunyi”

1 September 2023
Challenge Seratus Ribu untuk Makan Hemat di Jakarta Selama Seminggu!

Challenge Seratus Ribu untuk Makan Hemat di Jakarta Selama Seminggu!

9 Desember 2019
Jakarta Itu Menyebalkan dan Toxic, tapi Perantau Sulit Meninggalkannya Mojok.co

Jakarta Itu Menyebalkan dan Toxic, tapi Perantau Sulit Meninggalkannya

23 Mei 2025
Halte Walk PGC Cililitan, Contoh Nyata Integrasi Transportasi Umum dengan Pusat Perbelanjaan yang Patut Dicontoh

Halte Walk PGC Cililitan, Contoh Nyata Integrasi Transportasi Umum dengan Pusat Perbelanjaan yang Patut Dicontoh

10 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026
Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.