Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

Keysha Rizky Fadilla oleh Keysha Rizky Fadilla
7 Mei 2026
A A
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pertanyaannya, warga Jogja kalau long weekend ke mana? Ya, di rumah. Mau gimana lagi?

Bulan Mei patut diberi gelar bulan paling murah hati. Tanggal merahnya bertebaran di mana-mana dan beberapa jatuh dengan sangat baik: di akhir pekan. Long weekend yang rasanya terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Bagi banyak orang, long weekend adalah tanda untuk pergi. Tapi bagi saya dan mungkin beberapa orang lainnya yang hidup di Jogja dari pagi sampai malam setiap hari, long weekend adalah momen yang pas untuk tidak ke mana-mana atau setidaknya tidak ke pusat keramaian kota.

Entah sejak kapan, Jogja menjadi jawaban otomatis ketika ada orang bertanya “Enaknya liburan ke mana ya?”. Memang, patut kita akui kehebatan Jogja yang palugada ini, apa lu mau gua ada. Mau ke pantai, gunung, kulineran, wisata sejarah tinggal pilih karena semuanya ada di sini. Memang Jogja seperti paket lengkap.

Masalahnya, semua orang Indonesia kayaknya punya pikiran yang sama.

Kota Istimewa tiba-tiba penuh

Setiap long weekend, Jogja tiba-tiba terasa penuh. Kalau ramai memang wajar, setiap hari juga ramai dan macet, tapi saat long weekend rasanya macetnya masuk mode hardcore. Rasanya seperti mau bersaing dengan kemacetannya Jakarta. Jalan Solo, Kaliurang, Magelang, Ring Road, dan jalan tengah kota lainnya jauh lebih padat daripada biasanya. Bahkan jalan-jalan kampung kecil di dekat rumah saya pun tiba-tiba dipenuhi mobil plat luar kota yang kemungkinan besar disesatkan oleh Google Maps.

Kalau diperhatikan jalanan yang super penuh itu didominasi plat B, AD, L, H, dan banyak plat lainnya. Plat AB jelas masih ada, tapi kalau dibandingkan biasanya jumlahnya berkurang signifikan. Seolah-olah warga Jogja kompak memilih untuk minggir sejenak, tidak ikut meramaikan jalanan, dan berdiam di rumah saja.

BACA JUGA: Jogja Itu Membosankan, tapi Saya Nggak Punya Alternatif Kota Wisata Lain

Baca Juga:

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

Pindah moda pun rasanya tidak banyak membantu. Stasiun Tugu dan Lempuyangan sama-sama penuh. KRL Jogja-Solo juga jauh lebih padat dibanding hari lainnya yang juga sudah padat. Mentang-mentang mendapat kursi, bisa masuk ke gerbong saja sudah syukur karena kalau tidak siap-siap menunggu KRL berikutnya yang intervalnya bisa 30 menit hingga hampir 2 jam. Walau kadang saat libur datang, interval KRL akan dibuat lebih singkat tapi ya tetap tidak sesingkat interval kereta di Jakarta.

Lalu, warga Jogja ke mana?

Di pusat kota, kondisinya tidak jauh berbeda. Malioboro dipenuhi ribuan orang bahkan di siang hari saat matahari rasanya di atas kepala. Tempat makan hits seperti kopi klotok, sate ratu, gudeg sagan, ayam artomoro, dan banyak lainnya penuh antrean yang rasanya tidak punya ujung.

Bahkan mal yang notabenenya bukan tempat wisata karena mal di segala tempat isinya mirip, juga tidak mau kalah. Pakuwon Mall dan Ambarrukmo Plaza seperti kedatangan manusia dari seluruh Indonesia. Bahkan, saya pernah tidak mendapatkan pakiran motor (Iya motor! Bukan mobil) di Pakuwon yang memiliki parkiran motor seluas itu. Rasanya agak tidak masuk akal, tapi tetap saja terjadi. Itu saja naik motor, apalagi jika naik mobil di mal, kalau di Amplaz sepertinya udah dapat parkiran yang di rooftop samping masjid saking penuhnya.

Pertanyaannya, warga Jogja kalau long weekend ke mana? Ya, di rumah. Mau gimana lagi?

Mungkin kalian akan berpikir, orang Jogja itu terberkahi. Mereka hidup di tempat wisata. Healing adalah kegiatan sehari-hari. Bisa jadi itu benar, bisa jadi itu yang orang Jogja rasakan. Tapi coba simulasikan ini di kepala kalian: bagaimana perasaan kalian jika tiba-tiba tempat tinggal kalian diserbu jutaan orang?

Di titik ini, dengan mempertimbangkan kondisi jalanan, diam di rumah rasanya keputusan paling rasional. Bahkan bisa jadi satu-satunya cara. Ikut plesir bakal terdesak, malah berakhir tak menyenangkan.

Mungkin memang begitu cara warga Jogja menghadapi long weekend. Bukan ikut meramaikan tapi justru memberi ruang bagi para pendatang. Menunggu sampai kota ini kembali ke mode normal yang tidak terlalu padat, tidak terlalu tergesa, dan kembali menjadi Jogja yang mereka kenal sehari-hari.

Penulis: Keysha Rizky Fadilla
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Panduan Berwisata di Jogja agar Terhindar dari Pengalaman Buruk dan Kapok Kembali

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2026 oleh

Tags: Jogjaliburan di jogjalong weekendtempat wisata di jogja
Keysha Rizky Fadilla

Keysha Rizky Fadilla

ArtikelTerkait

Pengalaman Ditolong Saat Motor Mogok dan Nggak Punya Uang Menyadarkan Saya Jogja Masih Berhati Nyaman Mojok.co

Pengalaman Ditolong Saat Motor Mogok dan Nggak Punya Uang Menyadarkan Saya Jogja Masih Berhati Nyaman

19 Mei 2025
Mengukur Panjang dan Tebal Ayam Olive Fried Chicken dan Rocket Chicken: Mana sih yang Lebih Memuaskan?

Mengukur Panjang dan Tebal Ayam Olive Fried Chicken dan Rocket Chicken: Mana sih yang Lebih Memuaskan?

15 Oktober 2023
Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

26 Mei 2025
Orang Demak Culture Shock ketika Merantau ke Jogja, Ternyata Jogja Nggak Sempurna Mojok.co

Orang Demak Culture Shock ketika Merantau ke Jogja, Ternyata Jogja Nggak Sesempurna Itu

2 Mei 2024
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
3 Ide Usaha yang Laris Manis di Jogja, Cocok untuk Mahasiswa

3 Ide Usaha yang Laris Manis di Jogja, Cocok untuk Mahasiswa

4 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula Sumber "Sumatera Blackout" yang Bikin Satu Pulau Geger

Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula “Sumatera Blackout” yang Bikin Satu Pulau Geger

23 Mei 2026
Mimpi Buruk Tol Solo Jogja Bagi Warga Gamping, Sleman (Unsplash)

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

30 Mei 2026
Niat Cari Ketenangan dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Dicibir Pesepeda Lain Mojok.co

Niat Healing dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Cibiran Pesepeda Lain

27 Mei 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Seni Bertahan Hidup di Musim Kondangan: Panduan Strategis agar Dompet Tak Sekarat dan Berakhir Melarat

24 Mei 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN guru pns

Nasib Guru PNS Muda di Sekolah Boomer: Dianggap Dewa Teknologi, Berakhir Jadi Kurikulum Abadi

24 Mei 2026
4 Pasar Kalcer Jogja yang Bisa Dikunjungi Selain Pasar Ngasem Mojok.co

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

29 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.