Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Terlalu Dini untuk Memuji Dedi Mulyadi, sebab Bulan Madu Itu Hanya Sementara

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
12 Februari 2025
A A
Terlalu Dini untuk Memuji Dedy Mulyadi, sebab Bulan Madu Itu Hanya Sementara

Terlalu Dini untuk Memuji Dedy Mulyadi, sebab Bulan Madu Itu Hanya Sementara

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa minggu ini, ada banyak teman saya yang optimis dengan Gubernur Jawa Barat terpilih, yakni Kang Dedi Mulyadi. Teman-teman saya tersebut banyak nge-repost potongan video Kang Dedi Mulyadi yang blusukan ke banyak tempat di Jawa Barat, mulai dari sekolahan hingga area pertambangan.

Salah satu teman saya bahkan setiap beberapa sekali membagikan link video YouTube Kang Dedi Mulyadi sambil berkata, “Maneh tonton ini coba! Gila ya, permasalahan di Jawa Barat gini banget! Udah benar-benar kotor!” sambil memuji-muji tindakan blusukan yang dilakukan Kang Dedi Mulyadi.

Jujur saya, pada Pilkada serentak yang lalu, saya pun merupakan salah satu pemilih Kang Dedi Mulyadi. Namun rasa-rasanya, pujian atas tindakan Kang Dedi Mulyadi yang blusukan ke berbagai sudut Jawa Barat itu terlalu dini deh!

Kenapa saya bilang begitu? Sekitar 14 tahun yang lalu, saya pun kagum dengan tindakan blusukan sejumlah politisi yang diperlihatkan di media. Mereka menapaki sejumlah permukiman kumuh maupun pedesaan untuk mendengarkan aspirasi warga. Saat itu saya dan jutaan masyarakat Indonesia lainnya merasa kagum karena jarang banget ngeliat politisi melakukan hal tersebut. Padahal ya itu kan emang tugas mereka?

Jangan lupakan juga momen di mana para politisi tersebut menegur anak buah mereka yang dianggap kerja nggak becus dan bermalas-malasan di kantor sampai ada acara bentak-bentakan dan lempar dokumen sebagai gestur kemarahan. Tak jarang, ditampilkan juga momen di mana para politisi tersebut berani marahin (oknum) pebisnis yang ngeyel dan nggak mau taat aturan saat menjalankan bisnisnya. Saat itu saya dan jutaan masyarakat Indonesia merasa kagum karena baru pertama kali ngeliat politisi melakukan tindakan tersebut. Padahal ya itu kan emang tugas mereka?

Tak usah saya sebut siapa politisi yang saya maksud di atas. Yang pasti, salah satu politisinya pernah masuk gorong-gorong, wqwqwq.

Bulan madu itu cuma sementara!

Saya bukannya bilang Kang Dedi Mulyadi itu jelek dalam memimpin ya. Namun saya rasa, kita jangan terlena dengan romantisme “bulan madu” yang diciptakan oleh politisi, mau sebagus apa pun romantisme yang mereka ciptakan.

Awal kepemimpinan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung, saya sempat menikmati romantisme “bulan madu” tersebut. Saya berharap beliau akan membawa Kota Bandung dan Jawa Barat menjadi lebih baik lagi. Namun hingga beliau selesai menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, kita semua tahu hasilnya, bukan?

Baca Juga:

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

Program Donasi Rp1.000 Sehari Dedi Mulyadi Adalah Bentuk Nyata Pungli Berkedok Solidaritas Sosial

Awal kepemimpinan Joko Widodo sebagai Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Republik Indonesia, saya pun sempat menikmati romantisme “bulan madu” tersebut. Saya berharap beliau dapat memimpin negara ini lebih baik dari pada pemimpin sebelumnya. Namun sepuluh tahun kepemimpinan beliau, kita semua tahu hasilnya bukan?

Dalam terms sepak bola, setiap kali Manchester United ganti pelatih pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson, pasti terlihat bagus di awal-awal kepelatihannya bukan? Mulai dari permainan yang lebih enak dilihat hingga kemenangan beruntun setelah sebelumnya tampil mengecewakan hingga dibantai tim lain. Tapi ke sananya, tetap aja The Red Devils selalu jadi bulan-bulanan warga!

Sebagai fans Manchester United, saya memutuskan untuk nggak punya ekspektasi tinggi pada Ruben Amorim, Erik ten Hag, maupun pelatih-pelatih sebelumnya. Takutnya kecewa!

Makanya, saya sendiri nggak punya ekspektasi lebih pada Kang Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat. Saya pun nggak punya ekspektasi apa-apa pada Wali Kota Bandung sekarang. Saya juga gak punya ekspektasi apa-apa pada Menteri, Anggota DPR, maupun Presiden Prabowo Subianto. Takutnya kecewa.

Tak mau berekspektasi pada Dedi Mulyadi, takut kecewa

Saya pun sadar, politisi punya peran besar dalam menentukan nasib kita semua. Nominal pajak, harga beras, kualitas pendidikan itu dipengaruhi oleh para politisi yang katanya bekerja untuk rakyat. Namun, saya memutuskan untuk nggak punya harapan tinggi biar nggak kecewa. Coba hitung, sudah berapa kali kita dikecewakan oleh politisi yang mati-matian kita dukung sebelum terpilih? Sudah berapa kali saya dikecewakan oleh pelatih Manchester United yang mengklaim akan mengembalikan kejayaan Setan Merah?

Akhirnya, saya pun jadi merasa relate dengan kutipan Ali bin Abi yang berbunyi, “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup. Dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia.”

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya mau kasih disclaimer dulu ya. Saya bukan kader partai politik manapun, saya juga bukan timses politisi manapun, dan saya pun bukan buzzer. Saya hanyalah warga Kota Bandung dan Jawa Barat biasa saja.

Selanjutnya, saya pun ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Gubernur Jawa Barat Periode 2025-2030, Kang Dedy Mulyadi dan Kang Erwan Setiawan. Semoga bisa membawa Jawa Barat lebih baik lagi. Tapi tetap, saya nggak mau pasang ekspektasi tinggi. Takutnya kecewa.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengobrak-abrik Orang Miskin ala Dedi Mulyadi, Bikin Pesta Pernikahan pun Tak Boleh

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2025 oleh

Tags: dedi mulyadiekspektasigubernur
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Cak Imin, si Paling Ngerti Aspirasi Orang Indonesia

Cak Imin, si Paling Ngerti Aspirasi Orang Indonesia

4 Februari 2023
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Perbedaan Dawuh Dalem dan Pergub: Apakah Seluruh Keputusan Gubernur Jogja Bersifat Monarkis?

6 September 2020
Bupati Sumenep Maju Jadi Wagub Jatim 2024: Benahi Dulu Sumenep, Baru Mikir yang Lain! ahmad fauzi

Personal Branding Ahmad Fauzi Begitu Berlebihan, Faktanya Tidak Sehebat Itu

17 Juli 2023
3 Ekspektasi Ketinggian yang Dialami Pengguna Baru iPad

3 Ekspektasi Ketinggian yang Dialami Pengguna Baru iPad

28 Desember 2022
Susah-susah Kuliah Demi Ijazah Sarjana, Pas Cari Kerja Malah Lebih Laku Ijazah SMA Mojok.co

Menganggap Sarjana Angkuh karena Pilih-pilih Kerjaan Itu Terlalu Dangkal, Cobalah Lihat Dulu Sistem yang Membentuk Mereka

11 Maret 2025
Faktanya, Kuliah S2 Bukan Berarti Bakal Lancar Dapat Kerjaan, Dunia Kerja Beneran Nggak Peduli Ijazah! lulusan s2 ugm lulusan ugm

Setelah Wisuda, Saya Memilih “Mengubur” Label Alumni UGM demi Mengejar Ketenangan Batin

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop Geber-Geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

Stop Geber-geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

18 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri
  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.