Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Saya Tinggal di Pace, Kecamatan Paling Sunyi dan Mencekam di Nganjuk

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
4 Juli 2024
A A
Pengalaman Saya Tinggal di Pace, Kecamatan Paling Sunyi dan Mencekam di Nganjuk

Pengalaman Saya Tinggal di Pace, Kecamatan Paling Sunyi dan Mencekam di Nganjuk (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Begitu lewat waktu isya, Kecamatan Pace Nganjuk akan berubah jadi sunyi dan mencekam. Apalagi daerah ini konon dulunya sarang begal.

Ketika mendengar kata “Nganjuk”, apa kira-kira yang tebersit dalam pikiran kalian? Apakah angin yang tak henti-hentinya berembus? Daerah penghasil bawang merah terbesar se-Jawa Timur? Atau daerah yang cocok untuk frugal living?

ADVERTISEMENT

Sebagai orang yang sempat tinggal di Nganjuk, saya dengan mantap mengiyakan semua anggapan itu. Kebetulan saya sempat tinggal di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, selama setengah tahun. Di sana ada rumah bude yang kala itu sedang kosong, dan saya disuruh agar membersihkan dan menempatinya untuk sementara waktu.

Dan memang benar, embusan angin di sana memang tak mengenal waktu. Pula kalau kalian mau beli bawang merah grosiran di sana, saya jamin juga nggak akan kesulitan. Apalagi kalau mengidamkan gaya hidup hemat, saya pikir tanpa perlu bukti ilmiah pun Nganjuk adalah juaranya.

Tapi harap diingat, gambaran tentang Nganjuk juga tidak melulu itu saja. Sebab setelah saya tinggal di sana selama hampir setengah tahun, ada sedikit hal menarik dan mencekam yang harus saya terima. Hal-hal itu pula yang sempat membuat saya dilema, lalu terpaksa memutuskan untuk tidak lagi tinggal di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

Banyak warung-warung kopi ala tempo doeloe yang bikin saya bernostalgia

Sebagai orang yang gemar menulis sambil di ngopi, tentu saja hal pertama kali yang saya cari di Kecamatan Pace Nganjuk adalah warung kopi WiFi. Perihal mencari kedai kopi WiFi di daerah ini harusnya bukan sebuah masalah. Nggak mungkin lah zaman sekarang ada daerah yang tidak punya usaha warung kopi WiFi, pikir saya waktu itu.

Tapi tak disangka, mencari warung kopi yang ada WiFi-nya di Kecamatan Pace itu cukup sulit. Ya memang ada, tapi sangat jarang ditemui. Bahkan harus keluar Kecamatan Pace dulu kalau mau cari warung kopi WiFi yang benar-benar representatif buat main laptop. Yang paling banyak di sana adalah warung-warung kopi tanpa WiFi, yang temboknya berbahan gedek ala-ala tempo doeloe.

Tentu awalnya saya sedikit kecewa dengan kondisi Kecamatan Pace Nganjuk ini. Tapi seiring berjalannya waktu saya ngopi di warung-warung tempo doeloe, saya malah bersyukur. Sebab saya akhirnya bisa bernostalgia ketika dulu zaman masih bocah, sering diajak bapak untuk ikut ngopi di warung-warung bertembok gedek.

Baca Juga:

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Warung-warung kopi tempo doeloe di Kecamatan Pace ini masih terdapat radio buat backsound orang-orang nongkrong. Kebanyakan piring dan gelas yang dipakai pun masih berbahan enamel dengan corak blirik khas zaman dulu. Dan, satu hal lagi yang bikin nostalgia saya makin terasa adalah, warung kopi di sana masih menjajakan es setrup yang dulu selalu saya beli sehabis pulang sekolah SD.

Baca halaman selanjutnya: Setelah isya daerahnya sudah sepi. Warga menutup pintu rumah… 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2024 oleh

Tags: jawa timurKabupaten NganjukKecamatan Pacenganjuk
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Jember Terlalu Sibuk Karnaval Sampai Lupa Angka Stunting di Daerahnya Tertinggi Se-Jawa Timur  Mojok.co

Jember Terlalu Sibuk Karnaval Sampai Lupa Angka Stunting di Daerahnya Tertinggi Se-Jawa Timur 

8 Februari 2024
Paiton Probolinggo, Kecamatan Paling Menyedihkan di Jawa Timur (Unsplash)

Paiton Probolinggo yang Menyedihkan: Ketika Kehidupan Si Kaya dan Si Miskin Sangat Kontras dan Memprihatinkan

18 Februari 2025
Ironi Dusun Bunten, Daerah Terpencil di Bojonegoro yang Jarang Diketahui Orang dan Nyaris Tidak Pernah Dikunjungi Pejabat Daerahnya

Dusun Bunten Bojonegoro, Dusun Ironis yang Nyaris Tidak Pernah Dikunjungi Pejabat Daerahnya

4 Februari 2024
Sedihnya Tinggal di Nganjuk: Saking Nggak Ada Apa-apa, Mau Makan Makanan Kekinian Aja Harus Jastip dari Kediri

Sedihnya Tinggal di Nganjuk: Saking Nggak Ada Apa-apa, Mau Makan Makanan Kekinian Aja Harus Jastip dari Kediri

3 Februari 2024
3 Mitos Pantai Payangan Jember yang Banyak Dipercaya Orang Terminal Mojok

3 Mitos Pantai Payangan Jember yang Banyak Dipercaya Orang

23 Februari 2022
Kediri, Kota Paling Romantis tapi Tragis di Jawa Timur (Unsplash)

Kediri, Kota di Jawa Timur yang Menyimpan Kisah Cinta Paling Tragis dan Abadi dalam Sejarah

24 Januari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.