Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Pengalaman Saya Pakai Jilbab Lebar: Dianggap Sok Suci Sampai Paling Tahu Agama

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
16 April 2020
A A
Pengalaman Saya Pakai Jilbab Lebar: Dianggap Sok Suci sampai Paling Tahu Agama
Share on FacebookShare on Twitter

Perjalanan saya pakai jilbab seperti layaknya orang membina hubungan, alias tidak terjadi begitu saja. Kalau orang membina hubungan ada tahap pendekatan, pacaran, lamaran, lalu menikah. Maka saya mengawali perjalanan saya memakai jilbab dengan jilbab leher, sedada, sampai jilbab tangan.

Saya ingat waktu itu tahun 2012, saat pertama saya pakai jilbab. Jilbabnya masih jilbab leher. Itu tuh, yang jilbab segitiga trus dililitin di leher. Hahaha…Maju mundur dong saya saat itu. Mau keluar rasanya kok deg-degan, berasa kayak mau nyamperin calon mertua untuk pertama kali.

Kira-kira apa kata orang nanti? Saya bakal kelihatan aneh nggak, ya? itu beberapa pertanyaan yang bikin saya maju mundur dan nggak pede saat mau keluar rumah. Tapi, masa iya saya mau di dalam rumah terus? Kan saya bukan kura-kura. Apalagi saat itu saya punya bocah batita yang pasti pengin keluar rumah buat main-main sama temennya.

Maka melengganglah saya keluar rumah. Ternyata bener, saat launching perdana keluar rumah, ditanyain dong sama tetangga kepo, “Mau kondangan, Mbak?”

Hiyaaa… bener juga nih tetangga saya. Biasanya, orang yang nggak pernah pakai jilbab terus tiba-tiba pakai, itu ada 3 kemungkinan: kondangan, kondangan, atau kondangan! Ya emang kayak gitu keadaanya. Jilbab sudah kayak jadi semacam dresscode emak-emak yang tinggal di kampung. Maka nggak salah kalau tetangga saya tanya seperti itu. Saya yang biasanya pakai kaus ketat dipadu jeans selutut, khas mamah-mamah muda kekinian gitu, tiba-tiba keluar rumah dalam keadaan rapet. Siapa yang nggak bertanya-tanya?

Ganti tahun, style jilbab saya berubah. Mulai nggak nyaman kalau jilbab dililit ke leher. Turun sedikit deh, jadi nutupin dada. Dan sekarang jadi sepanjang lengan tangan. Berikutnya, bakal tambah panjang lagi sampai lutut? Who knows?

Pengalaman selama pakai jilbab lebar mengajarkan saya untuk no baper-baper. Cukup denger yang penting aja, yang nggak penting nggak usah didenger apalagi dimasukin ati. Jangan. Panjang urusan nanti. Toh, bisa bikin jerawatan juga. Mahal, Bos, obat jerawat, tuh!

Satu: Dibilang Sok Suci

Hanya karena saya melebarkan jilbab sampai sepanjang lengan tangan dan tidak bersalaman dengan lawan jenis, saya pernah dibilang sok suci. Pertama denger sih kerasa nyelekit. Tapi berikutnya, woles. Nggak apa-apa dibilang sok suci. Emang nyatanya saya ini ‘sok suci’ alias ‘sokan nyuci’ atau kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi ‘sering nyuci. Lha kalau bukan saya yang nyuci siapa lagi? Sampeyan?

Baca Juga:

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Curhatan Santri: Kami Juga Manusia, Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian

Dua: Dipanggil Ustazah

Berikutnya saat awal-awal saya pakai jilbab lebar, oleh teman yang jahil saya pernah dipanggil ‘ustazah’. Ada juga yang panggil ‘Bu Haji’. Pernah ngalamin juga, nggak? Udah, jangan dimasukin hati. Anggap aja kita lagi didoain naik haji beneran. Siapa tahu teman kita itu diem-diem lagi nabung buat bayarin kita naik haji. Ye, kan~

Namun, seiring waktu temen saya bosen juga, tuh. Terus dia berhenti sendiri. Paling ya sesekali, mungkin kalau pas dia lagi kumat jahilnya, dia nyeletuk, “Eh, ada ustazah.”

Tiga: Dianggap Paling Tahu Agama

Nah ini nih. Kadang saya suka geli sendiri kalau ada yang tanya hukum-hukum agama ke saya. Kalau pertanyaannya sederhana sebatas berapa jumlah rukun Islam atau bacaan salat sih, saya masih bisa jawab. Nah kalau pertanyaannya sudah rumit? Bingung, kan, saya jawabnya. Ya, mending nggak usah jawab juga, daripada salah jawab, hayo? Mbok tanyanya tuh sama yang beneran pinter. Saya siapa? Wong, cuma butiran debu. Pakai jilbab lebar bukan berarti saya ini sepintar Mamah Dedeh, kalii. Salah server, ah!

Kalau dipikir-pikir, iya sih. Dibanding beberapa tahun silam, penggunaan jilbab di kalangan perempuan memang meningkat tajam. Mungkin itu sebabnya ada yang menyebut penggunaan jilbab ini lebih ke arah ‘mengikuti tren’. Yang lain pada pakai jilbab, masa saya nggak? Malu ah sama calon mertua. Gitu kurang lebih.

Bisa juga karena melihat baju gamis yang modelnya bagus-bagus jadi tertarik memakai jilbab? Atau, jadi tertarik setelah denger lagu Aisyah Istri Rasulullah, Karena terinspirasi, begitu? Ya sudah nggak papa, sih. Hak mereka juga. Wong kalau dipikir-pikir, hidup kita ini seperti tulisan di badan truk: Hidup ini kita yang jalani, Tuhan yang menentukan, orang lain yang komentar.

BACA JUGA Jadi Sebenarnya yang Benar Itu Menutup Aurat atau Memakai Jilbab? dan tulisan Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 April 2020 oleh

Tags: agamajilbab lebarustazah
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

teologi

Tak Selamanya Teologi Menyebabkan Benturan Keras: Buktinya di Indonesia Teologi Malah Dijadikan Guyonan

12 September 2019
Penyesalan Seorang Pembuat Konten Hijrah terhadap Aktivitas Hijrahnya terminal mojok.co

Penyesalan Seorang Pembuat Konten Hijrah terhadap Aktivitas Hijrahnya

27 Februari 2021
Sebuah Analisis Serius: Apa Sebetulnya Agama Naruto? terminal mojok.co

Sebuah Analisis Serius: Apa Sebetulnya Agama Naruto?

7 Desember 2020
Mana yang Betul Pantekosta atau Pentakosta terminal mojok

Memperdebatkan Pentakosta dan Pantekosta: Mana yang Betul?

17 Oktober 2021
Jika Tuhan Mahakuasa, Kenapa Manusia Menderita? oleh Ulil Abshar Abdalla: Memahami Akidah Islam

Jika Tuhan Mahakuasa, Kenapa Manusia Menderita? oleh Ulil Abshar Abdalla: Sekumpulan Esai Memahami Akidah Islam

27 Agustus 2023
Mengubah Redaksi Azan dengan Seruan Jihad Itu Randomnya Minta Ampun terminal mojok.co

Mengubah Redaksi Azan dengan Seruan Jihad Itu Randomnya Minta Ampun

4 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Punya Usaha Warung di Desa Harus Siap dengan Risiko Banyak Orang Ngutang yang Entah Kapan Dibayarnya

9 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.