Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Pengalaman Saya Menjalani KKN Gaib, Sendirian Ngerjain Proker, Tau-tau Selesai

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
31 Juli 2024
A A
KKN itu Pengabdian Masyarakat, Bukan Menjilat Kelurahan (Unsplash) mahasiswa KKN, KKN di kota

KKN itu Pengabdian Masyarakat, Bukan Menjilat Kelurahan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

KKN seharusnya menjadi program yang dapat melatih mahasiswa untuk mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan dan pelajari selama di kampus. Idealnya begitu, niatnya begitu, dan selama ini dijalankan dengan tujuan seperti itu. Namun, hal tersebut berbeda dengan pengalaman KKN yang saya jalani dulu semasa pandemi.

Kelompok yang sudah dibuat dan rencana ke desa yang sudah ditentukan kampus harus rela pupus begitu saja karena ada imbauan untuk melaksanakan kegiatan secara daring. Saat itu saya merasa janggal. Namanya Kuliah Kerja Nyata, tapi ini malah harus dijalankan secara tidak nyata atau dalam jaringan alias gaib, bagaimana ceritanya coba?

Tapi KKN gaib ini benar-benar nyata adanya dan harus tetap saya jalani agar bisa memperoleh gelar sarjana. Sulit.

Untuk sekadar informasi, saya menjalankan program KKN daring itu sekitar tahun 2021 yang kebetulan di Indonesia masih sedang pandemi. Semua kegiatan harus serba di rumah. Alhasil, ekspektasi untuk menjalani euforia kegiatan KKN hanya sebatas khayalan semata.

KKN gaib yang dijalani seorang diri

Selama menjalani KKN di masa pandemi ini, sebetulnya pihak kampus telah membagi mahasiswanya ke dalam beberapa kelompok. Namun, kelompok ini tidak bertujuan agar mahasiswa bisa mengerjakan tugas secara berkelompok. Fungsi kelompok hanya untuk memudahkan dosen pembimbing ketika pengumpulan tugas dari mahasiswanya saja. Nyatanya, ketika menjalani program gaib ini, mahasiswa tetap bekerja sendiri.

Jika KKN pada umumnya dilakukan di desa-desa di luar domisili, saya justru melakukannya di daerah sendiri. Saat itu, tema KKN adalah mengenai literasi. Cukup awkward sebetulnya ketika menyosialisasikan mengenai literasi kepada tetangga saya sendiri yang sebetulnya mereka tidak terlalu ketinggalan zaman. Selain itu, saya tetap harus meminta perizinan ke RT, RW, lurah untuk kegiatan yang saya lakukan di daerah sendiri. Itu pun semuanya saya lakukan sendiri.

Lebih pantas disebut Kuliah Kerja Gaib ketimbang Kuliah Kerja Nyata

KKN seharusnya menghasilkan sesuatu yang nyata bagi masyarakat selama satu semester atau 3-4 bulan. Hal tersebut berlaku bagi KKN yang saya jalani walaupun dalam masa pandemi. KKN di masa pandemi ini seharusnya menjadi momen yang krusial karena permasalahan di masyarakat begitu nyata dirasakan.

Namun, tugas mahasiswa jadi hanya sebatas mengikuti turunan dari temanya saja. Memberikan penyuluhan mengenai literasi, jenis-jenis literasi, dan pemahaman mengenai teknologi. Memang sih itu pun hal penting, tapi jujur, rasa-rasanya melakukan hal ini pada masa pandemi seperti melakukan hal gaib yang dampaknya tidak terlalu dirasakan masyarakat.

Baca Juga:

5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

Tiba-tiba selesai dan tidak memberikan kesan yang begitu berarti 

Proses selama satu semester menjalani KKN ini benar-benar tidak terasa karena memang hampir tidak ada pengalaman yang begitu berarti. Sampai pada ujungnya membuat program sebagai bentuk kerja nyatanya pun benar-benar tidak terlalu berdampak dan memang hanya sebatas formalitas semata.

Beda halnya dengan KKN yang bisa memunculkan kenangan-kenangan ataupun kesan yang mendalam, KKN gaib yang saya jalani hanya berjalan begitu saja, sebagian besar saya habiskan di rumah. Hingga tiba saatnya saya membuat artikel mengenai hasil KKN yang kebanyakannya seperti membuat cerpen, kemudian diberikan kepada dosen pembimbing, dan tiba-tiba selesai begitu saja. Benar-benar tidak memberikan kesan dan seperti tidak pernah menjalani KKN pada umumnya.

Begitulah KKN gaib yang pernah saya alami dulu. Walaupun memang hanyalah sebatas program yang diperuntukkan bagi mahasiswa sebagai ajang pembelajaran dan bukan kerja yang sesungguhnya, tapi ya, penting juga untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam bersosialisasi untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Mudah-mudahan saja tidak ada lagi yang kasusnya seperti ini lagi. Cukup saya dan angkatan korona saja yang mengalami KKN gaib di masa pandemi, kalian jangan, ini berat.

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Panduan Bikin Proker KKN yang Diharapkan Warga Desa, Nggak Perlu Muluk-Muluk Entaskan Kemiskinan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2024 oleh

Tags: coronavirusKKNKKN daringpandemi
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois

17 Mei 2020
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan

8 April 2020
kondisi dunia kerja tidak semua hrd dalam rekrutmen kerja boleh menyelenggarakan psikotes mojok.co

Prediksi Kondisi Dunia Kerja Setelah Pandemi: Mungkinkah akan Ada Perekrutan Besar-besaran?

26 April 2021
Liga 1 ditunda pilkada pandemi mojok

Keputusan Menunda Liga 1 dan Tetap Melanjutkan Pilkada Itu Sudah Sangat Tepat

30 September 2020
6 Proker KKN yang Cocok untuk Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”, Dijamin Nggak Akan Dicap Mahasiswa Sok-sokan (Mojok.co)

Proker KKN yang Cocok untuk Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”. Warga Senang, Mahasiswa Nggak Dicap Sok-sokan

5 Februari 2024
jurusan bahasa dan sastra

Jurusan Bahasa dan Sastra yang Selalu “Ditodong”, Lalu Dipinggirkan

6 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.