Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Saya Mengunjungi THR IT Mall Surabaya: Nuansanya Suram dan Hampir Kena Tipu

Arief Rahman Nur Fadhilah oleh Arief Rahman Nur Fadhilah
22 Mei 2025
A A
Pengalaman Saya Mengunjungi THR IT Mall Surabaya: Nuansanya Suram dan Hampir Kena Tipu

Pengalaman Saya Mengunjungi THR IT Mall Surabaya: Nuansanya Suram dan Hampir Kena Tipu (Dokumentasi penulis)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu saya sedang butuh untuk membeli PC baru karena tuntutan pekerjaan yang kian meningkat. Sebagai seseorang yang lahir dan besar di Surabaya, ada satu tempat yang otomatis muncul di dalam pikiran apabila menyangkut tentang pemenuhan kebutuhan atas barang elektronik. Yap, tempat tersebut adalah THR IT Mall Surabaya. 

Bagi yang belum tahu, THR IT Mall, dahulu bernama Hi Tech Mall, merupakan pusat perbelanjaan legendaris produk-produk IT pada era 2000-an. Sayangnya, sejak 2010, pusat perbelanjaan ini mengalami penurunan drastis dan tinggal menyisakan segelintir pedagang saja. Apabila hanya melihat kondisi gedungnya dari luar, orang pasti akan mengira tempat ini sudah mati. Untungnya ada sebuah spanduk merah besar bertuliskan, “THR IT MALL TETAP BUKA” yang mengisyaratkan sebaliknya. 

Niat saya ingin mendatangi tempat ini sebetulnya bukan karena ingin melakukan transaksi jual beli. Melainkan sekadar untuk bernostalgia dan melakukan survey sedikit terkait komponen PC. Sebuah keputusan yang ternyata akan sangat saya sesali nantinya. 

THR IT Mall tampak suram dari luar dan dalam

Malam itu saya datang ke THR IT Mall Surabaya ditemani dua orang teman yang sengaja diajak karena keahlian mereka di dunia rakit-merakit PC. Sejak berada di parkiran, kami mendapat kesan bahwa gedung ini tidak berpenghuni dan tidak terawat. Dapat dilihat dari cat dinding yang sudah banyak mengelupas, kaca jendela kusam, hingga rerumputan yang tumbuh liar dari celah-celah jalan berpaving.

Melangkah masuk melalui pintu samping mall, kami disuguhkan pemandangan sebuah poster iklan smartphone yang tertempel memenuhi sebidang kaca jendela besar bertuliskan “Oppo Neo 7”. Smartphone lawas keluaran tahun 2015, tepat 10 tahun lalu. Menebalkan kesan tidak terawatnya mall ini.

Di dalam, kondisi THR IT Mall Surabaya tampak sangat suram. Nuansanya seperti di film-film horor. Lorongnya gelap dan kotor. Hanya tampak beberapa sumber cahaya dan kebanyakan berasal dari beberapa kios pedagang yang jaraknya saling berjauhan. Sesampainya di atrium utama, tampak jelas bahwa gedung lima lantai ini hanya menyisakan satu lantai saja yang masih beroperasi yaitu lantai dua. Sisanya dibiarkan gelap tanpa ada satupun pencahayaan. Sungguh pengalaman ngemall yang tidak lazim. 

Sudah kehilangan ciri khasnya

Sejauh pengamatan dan hasil perbincangan dengan beberapa pedagang di sana, toko yang tersisa kebanyakan hanya menjajakan laptop dan aksesoris pendukungnya. Sudah tidak tampak lagi toko-toko yang menjual smartphone, kamera, hingga PC rakitan yang menjadi salah satu daya tarik dan ciri khas mall ini. Dulu, lorong-lorong penuh dengan toko kecil yang memajang berbagai model PC rakitan baru hingga bekas dengan harga yang bervariasi. Ada yang tampak lusuh tak terawat dan ada pula yang tampak nyaris baru.

Banyak pelajar dan mahasiswa sekadar mampir untuk melihat-lihat PC rakitan baru dan bekas yang nangkring di etalase toko. Melakukan aksi mendang-mending guna mencari tahu PC paling layak untuk dibeli. 

Baca Juga:

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

Walaupun seringnya tidak ada transaksi yang dilakukan, justru dari sana tercipta pengalaman tersendiri. Diskusi kecil dengan penjaga toko, membandingkan spesifikasi antar rakitan, hingga mencatat harga sambil berharap akan turun pada kunjungan berikutnya. Hal-hal kecil inilah yang membuat pengalaman mengunjungi THR IT Mall Surabaya terasa berkesan dan penuh makna. 

Harga yang kelewat mahal

Puas melihat-lihat, kami kembali fokus kepada tujuan utama yaitu melakukan survey harga komponen PC. Pilihan kami tertuju pada sebuah toko di dekat pintu masuk utama THR IT Mall Surabaya. Tampak dari luar, mereka sepertinya hanya menjual laptop saja. Namun saat ditanya, mereka juga menyediakan PC rakitan yang dapat menyesuaikan dengan pesanan pelanggan. 

Tanpa basa-basi, penjaga toko langsung menanyakan budget dan spesifikasi yang saya inginkan. Dari sini rasa ketidaknyamanan mulai muncul. Seketika setelah menyebutkan spesifikasi incaran saya, mereka langsung protes. Katanya, kombinasi tersebut tidak akan kompatibel dan menyarankan untuk beli beberapa komponen seri baru yang lebih mahal. Mendengar ucapan tersebut, sontak kami kaget dan saling melirik satu sama lain. Kami tahu betul bahwa spesifikasi itu seharusnya bisa berjalan dengan lancar.

Mereka bersikukuh bahwa mustahil mendapatkan spesifikasi tersebut dengan rentang budget saya. Beberapa kali mereka juga berusaha meyakinkan saya untuk menurunkan spesifikasinya demi menyesuaikan anggaran. Saya gigih menolak, yakin bahwa spesifikasi dan budget yang saya ajukan sudah masuk akal. 

Menyaksikan semua ini, salah satu kawan saya memberikan isyarat untuk segera pergi dan beralih survey ke toko berikutnya. Namun, penjaga toko di THR IT Mall Surabaya tidak membiarkan kami pergi. Setelah beberapa upaya gagal untuk kabur, mereka akhirnya memberikan daftar spesifikasi incaran saya dengan harga sesuai budget. Herannya nih, kalau memang sejak awal spesifikasi tersebut masuk dalam budget, kenapa tidak sejak awal diberikan?

Merasa sudah tidak beres, saya buru-buru pamit dan segera menjauh pergi. Baru saja melangkah beberapa meter, mereka mengejar saya keluar. Memaksa saya membayar DP sambil bersikeras bahwa penawaran itu sudah paling murah. Justru sikap itu semakin meyakinkan saya kalau memang ada yang tidak beres.

Keputusan kami ternyata terbukti benar. Persis setelah kejadian itu, kami bertiga mengunjungi salah satu toko komputer di Mall Maspion Square dan langsung mendapatkan harga jauh lebih murah. selisih tujuh ratus lima puluh ribu dibandingkan tempat sebelumnya. 

Bisakah kejayaan THR IT Mall kembali?

Meskipun pengalaman di THR IT Mall cukup mengecewakan, saya tetap bersyukur karena masih bisa bernostalgia di sana. Yah setidaknya pulang membawa pengalaman serta pelajaran bahwa dalam berbelanja, jangan sampai menurunkan kewaspadaan. Sebagai warga Surabaya, besar harapan suatu saat mall ini dapat kembali ke masa jayanya. Tidak dikenang sebagai gedung tua berisikan pedagang yang suka memainkan harga, tetapi sebagai surganya IT di Surabaya.

Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Royal Plaza Surabaya Makin Mewah, Nggak Cocok Jadi Mal Sejuta Umat Lagi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2025 oleh

Tags: mall di surabayaSurabayaTHR IT Mall Surabaya
Arief Rahman Nur Fadhilah

Arief Rahman Nur Fadhilah

Sedang menempuh S2 Psikologi Unair sembari merantau di Medan. Penikmat sunyi yang diam-diam takut ditinggal sendiri

ArtikelTerkait

3 Ciri Bebek Goreng Surabaya yang Enak Terminal Mojok

3 Ciri Bebek Goreng Surabaya yang Enak

2 Januari 2022
Warga Surabaya Dikasih Shuttle Bus Gratis Menuju GBT Selama Piala Dunia U-17 Bukannya Bersyukur Malah Sambat. Aneh Pol!

Warga Surabaya Dikasih Shuttle Bus Gratis ke GBT Selama Piala Dunia U-17 Bukannya Bersyukur Malah Sambat. Aneh Pol!

9 November 2023
Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil Mojok.co

Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil 

6 Januari 2024
KA SuPas, Juru Selamat bagi Pelaju Pasuruan-Surabaya seperti Saya

KA SuPas, Juru Selamat bagi Pelaju Pasuruan-Surabaya seperti Saya

4 Maret 2025
agribisnis menthek kafe tengah sawah KKN wabah corona pemandangan pagi sawah mojok

Tiga Tipe Alternatif KKN UINSA yang Tidak Sebatas Kuliah Kerja Maya

13 Juni 2020
Melewati Lampu Merah Pegirian Surabaya Rasanya seperti Pindah Alam, Keindahan Surabaya Langsung Berubah Jadi Suram

Melewati Lampu Merah Pegirian Surabaya Rasanya seperti Pindah Alam, Keindahan Surabaya Langsung Berubah Jadi Suram

28 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.