Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Naik Bus Eka dari Banjarnegara ke Surabaya: Melihat Langsung Orang Berzikir Saat Pedal Gas Diinjak Lebih Dalam

Dhimas Raditya Lustiono oleh Dhimas Raditya Lustiono
15 Desember 2025
A A
Pengalaman Naik Bus Eka dari Banjarnegara ke Surabaya: Melihat Langsung Orang Berzikir Saat Pedal Gas Diinjak Lebih Dalam

Pengalaman Naik Bus Eka dari Banjarnegara ke Surabaya: Melihat Langsung Orang Berzikir Saat Pedal Gas Diinjak Lebih Dalam

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya mengantar istri saya mengambil serdik (Sertifikat Pendidik) di UNESA Surabaya. Oleh karena saya bermukim di Banjarnegara dan harus membawa anak saya, mau tak mau harus memakai transportasi umum. Dan opsi paling memungkinkan untuk melakoni perjalanan dari Banjarnegara ke Surabaya adalah Naik Bus.

Saya sempat terpikirkan untuk naik kereta. Tapi perjalanan menuju stasiun terdekat membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit perjalanan. Akhirnya kami tetap memilih naik bus, dan bus yang kami pilih adalah bus Eka non-ekonomi jurusan Purbalingga-Surabaya yang kami naiki dari Terminal Mandiraja.

Armada ini meninggalkan kesan tersendiri bagi saya dan keluarga. Sekaligus menjadi sebuah cerita tentang perjalanan kami, di mana akhirnya Istri saya berhasil menyelesaikan PPG, dan diharuskan mengambil sertifikat pendidik secara langsung di UNESA.

Berikut ini adalah kesan saya ketika menaiki Bus Cepat Eka Non-Ekonomi.

Bus Eka, bus cepat yang tidak cocok bagi kaum lemah iman

Kecepatan bus Eka saat melaju dari Banjarnegara hingga Solo memang standar saja, selayaknya bus pada umumnya. Tapi saat memasuki Ngawi, kecepatan bus bisa mencapai 90-110 km per jam, kecepatan bisa semakin menggila saat memasuki jalan tol. Bahkan saat perjalanan pulang, Bus Eka yang saya tumpangi dapat melaju 1 jam lebih cepat daripada estimasi Google Maps. Saya jadi curiga bahwa bus Eka ini titisan Sonic.

Kenapa saya bisa mengetahui kecepatan ini, ya karena saya duduk tepat di belakang kursi sopir, sehingga mata saya bisa dengan jelas melihat speedometer digital yang ada di dekat setir kemudi.

True story, di sebelah saya saat itu ada penumpang berusia 60 tahunan. Saat bus Melaju dengan kecepatan tinggi, beliau memegang tasbih sembari berzikir.

Kadang jahil

Maksud jahil di sini bukan berarti kru dan kondektur menjahili penumpang, tapi maksudnya adalah jahil di jalanan. Misalnya ketika menyalip kendaraan lain, Bus Eka ini seperti bocah bengal yang tidak mau ngalah.

Baca Juga:

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Saat Bus Eka menyalip dari sisi kanan jalan, seakan tidak peduli dengan kendaraan di depannya yang kebetulan berlawanan arah. Kejahilan ini terkadang membuat mobil dan sepeda motor yang berhadapan dengan arah Bus Eka terpaksa melipir hingga trotoar jalan. Tak jarang setelah aktivitas “jahil” tersebut, terdengar suara klakson panjang dari kendaraan yang berasal dari arah berlawanan.

Jika Bus Eka masuk ke dalam serial Tayo, mungkin dia akan membuat Tayo dan kawan-kawan trauma dan memilih untuk pindah profesi.

AC dingin dan pengharum yang tidak bikin mual

Saya akui, AC bus Eka non-ekonomi ini dingin dan nyaman untuk penumpang. Plus, pengharum ruangan yang ada di dalam bus ini juga tidak bikin mual. Hal ini benar-benar penting, sebab saya mengajak anak saya.

Selama 11 jam perjalanan, anak saya tidak mual dan muntah. Hal ini tentu menjadi prestasi tersendiri bagi anak saya yang sering gumoh saat menjalani perjalanan selama 1 jam naik mobil.

Kondektur bus Eka ramah

Dua kali saya naik Bus Eka dengan armada yang berbeda, saya tidak mendapatkan kesan buruk saat bertemu kondektur bus. Justru sang kondektur bisa dibilang ramah dan komunikatif dengan para penumpang.

Ketika hendak tiba di terminal pemberhentian, kondektur akan mengingatkan penumpang secara soft spoken tapi tetap tegas, sehingga tidak ada penumpang yang kelewatan dari titik tujuannya.

Toilet yang tidak ramah anak

Kalian pasti setuju dengan pernyataan saya ini: toilet bus itu tidak nyaman. Apalagi jika toilet tersebut ada di salah satu bus tercepat di dunia, bus Eka. Dan saya nggak mengada-ada, wong saya mengalaminya sendiri.

Kala itu, anak saya yang berumur 4 tahun tengah kebelet pipis, lalu saya antarlah anak saya menuju toilet bus. Nah, masalah timbul saat anak saya sudah dalam posisi jongkok, tapi bus sedang melaju begitu kencang. Goncangan di dalam toilet yang terlampau parah akhirnya membuat anak saya mengurungkan niatnya untuk buang air.

Untungnya, 20 menit kemudian, bus berhenti di sebuah rumah makan. Saya ajak anak saya sprint menuju toilet di rumah makan tersebut, lunaslah urusan buang hajat.

Pengalaman menunggangi bus Eka non-ekonomi dari Banjarnegara menuju Surabaya jadi pengalaman tak terlupakan. Ia jadi saksi kami sekeluarga menjemput serdik sembari mengucap zikir sepanjang jalan. Tapi, dengan tiket 200 ribuan dan perjalanan yang terhitung cepat, saya pikir ini masih worth it lah.

Tapi jika mental kalian lemah, sebaiknya pikir-pikir lagi. Beneran. Serius.

Penulis: Dhimas Raditya Lustiono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bus Eka Surabaya Jogja Lahir untuk “Menebus Dosa” Tragedi Maut 1981, 30 Tahun Lebih Mengaspal Tak Berkhianat Soal Waktu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2025 oleh

Tags: banjarnegarabus ekabus eka nonekonomikelas bus ekaSurabaya
Dhimas Raditya Lustiono

Dhimas Raditya Lustiono

Membawa keahlian komunikasi dari dunia penyiaran ke dalam ruang perawatan. Sebagai mantan penyiar radio yang kini menjadi perawat,

ArtikelTerkait

UKT Unesa Makin Mencekik, Camaba Wajib Waspada (Unsplash)

Camaba Unesa Harus Waspada Soal Kenaikan UKT, Katanya Kampus Calon Pendidik, tapi Biayanya Makin Mencekik

15 Mei 2024
Stasiun Purwokerto, Kini Stasiun Terbaik di Sekitar Banyumas (Rio Adhitya Cesart via Wikimedia Commons)

Stasiun Purwokerto Setelah Renovasi Kini Punya Parkiran Lebih Luas dan Fasilitas Tambahan Membuat Pengunjung Puas

14 April 2024
Desa Segaran Kediri, Desa Kecil di Jawa Timur dengan Potensi Besar (Unsplash)

Desa Segaran Kediri, Desa Kecil di Jawa Timur dengan Potensi Besar

25 Februari 2024
Surat Cinta untuk Wali Kota Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata Terminal Mojok

Surat Cinta untuk Wali Kota: Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata

2 November 2022
Jalan Wonosobo-Banjarnegara Lebih Cocok Jadi Wahana Uji Nyali daripada Jalur Antarkabupaten Mojok.co

Jalan Wonosobo-Banjarnegara Lebih Cocok Jadi Wahana Uji Nyali daripada Jalur Antarkabupaten

23 Februari 2024
Derita Tinggal di Bungurasih, Daerah Perbatasan Sidoarjo dan Surabaya yang Penuh Masalah

Derita Tinggal di Bungurasih, Daerah Perbatasan Sidoarjo dan Surabaya yang Penuh Masalah

11 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.