Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Penanganan Stunting yang Kerap Bikin Pusing: Sampai Kapan Negara Tega pada Anak-anak?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
18 November 2023
A A
Penanganan Stunting yang Kerap Bikin Pusing: Sampai Kapan Negara Tega pada Anak-anak? depok

Penanganan Stunting yang Kerap Bikin Pusing: Sampai Kapan Negara Tega pada Anak-anak? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Penanganan stunting di Depok yang dianggap problematik harusnya tak bisa dianggap enteng

Jujur saja, saya peduli setan dengan kinerja pemerintah. Pusat, daerah, saya tak peduli. Saya terlalu banyak menyaksikan dan mendengar ketidakbecusan pegawai pemerintahan selama hidup, yang bikin saya pesimis dengan masa depan. Mau apa atraksi mereka, saya tak peduli.

Oh, saya nggak asal ngomong. Sekitar 6 tahun yang lalu, saya menulis pengalaman tentang mengurus kehilangan motor. Satu contoh, bagi saya, sudah terlalu banyak. Maka dari itu, saya memilih untuk tak menaruh ekspektasi apa pun.

Tapi, saya pikir, tetap ada batas yang tak boleh dilanggar. Ibaratnya, kau boleh tak becus dalam bekerja, tapi jangan sampai tidak becus menjadi manusia. Itu, yang bikin saya tak habis pikir dengan menu penanganan stunting di Depok, yang viral belakangan.

Saya tak mau menuduh siapa yang salah. Seperti yang saya bilang, saya tak peduli. Tapi, saya ingin bertanya kepada siapa pun yang bertanggung jawab, bagaimana bisa kalian tega terhadap anak-anak?

Bagaimana bisa masih ada anak stunting di Indonesia?

Minggu depan, anak saya genap berusia dua tahun. Genap dua tahun menjadi bapak, saya belajar banyak hal. Seperti, betapa mengerikannya masa depan tanpa persiapan, belajar menahan emosi (meski masih perlu perbaikan), belajar untuk memilih mana yang jadi prioritas, dan, yang paling utama, betapa mengerikannya beban ekonomi.

Saya punya pekerjaan tetap, dan digaji dengan amat layak. Tapi bukan berarti beban ekonomi tak menjauh dari hidup. Bukan salah perusahaan saya, jelas, tapi memang hidup semengerikan ini. Dan karena itulah saya kerap berpikir: jika saya yang beruntung saja kesusahan, apalagi yang tidak beruntung? Bagaimana bapak ibu di luar sana yang tak beruntung, mencukupi gizi anaknya?

Dan di sinilah peran negara diperlukan. Bukan perlu malah, wajib berperan. Negara wajib melakukan intervensi atau berperan atau apalah istilahnya agar masa depan anak-anak terjamin dan terjaga. Toh nantinya anak-anak ini akan tumbuh menjadi warga negara yang diharapkan akan berperan besar untuk negara. Jadi, wajib betul negara menjaga agar anak-anak tidak mengalami stunting.

Baca Juga:

Depok Semarang Ruwet, tapi Masih Bisa Dimaafkan, Tidak Seperti Depok di Daerah Lain

Depok, Kecamatan di Sleman yang Paling Red Flag di Mata Orang Bantul

Jujur saja, saya sendiri bingung bagaimana bisa angka stunting di Indonesia itu bisa begitu tinggi. Padahal makanan bergizi mudah diraih di Indonesia. Benar, angka kemiskinan tinggi, yang artinya tak semudah itu orang meraih makanan bergizi. Tapi, negara bisa dengan mudah menyediakan makanan bergizi yang murah. Ya semata, semua tersedia di Indonesia.

Rasa-rasanya tak sulit deh negara menyediakan, misal, daging lele untuk anak-anak tak mampu di seluruh Indonesia. Mudah kan?

Cuma segitu?

Maka dari itu, saya tak bisa memahami bagaimana menu penanganan stunting di Depok bisa sesederhana itu. Oke, mungkin secara kandungan gizi, itu sudah cukup, whatever. Tapi melihat anggaran menu cuma 18 ribu, itu pun termasuk pajak, kemasan, distribusi, dan cuci kemasan (what?), saya hanya bisa geleng-geleng.

Entahlah, saya pikir, terserahlah kalian mengatur anggaran seperti apa, tapi tolong, masak ya untuk anak-anak cuma segitu?

Saya berharap dana untuk anak-anak justru harusnya begitu besar. Mengingat, ya mereka ini masa depan negara ini. Suatu saat nanti anak-anak tersebut bisa jadi menteri, atau presiden bahkan, atau berakhir menjadi apa yang kapitalisme sukai: karyawan (yang bisa digaji rendah). Apa pun mereka nantinya, mereka jelas jadi wajah bangsa suatu saat nanti.

Maka dari itu, mereka wajib dijauhkan dari stunting. Jakarta, Depok, seluruh Indonesia, tak boleh ada anak yang stunting.

Kita boleh gagal menjadi apa pun, kecuali menjadi manusia

Tulisan saya ini memang ke mana-mana, saya sendiri sadar. Emosi saya begitu menguasai diri, hingga lupa berpikir rasional dalam menulis. Niat saya ingin mengkritik Dinkes Depok, tapi, saya pikir, buat apa? Sejauh ini, yang saya dengar, penanganan masalah stunting tak hanya terjadi di Depok, tapi di mana saja. Cobalah kalian cari di internet, media sosial, whatever. Pasti nemu cerita serupa.

Sebelum saya menulis, saya melihat wajah putri saya yang tidur begitu damai. Gara-gara itulah saya jadi kepikiran anak-anak di Indonesia yang tak beruntung. Saya ingin semua anak bahagia seperti anak saya, tidur tanpa rasa lapar, bermain dengan ceria, dan hidup sebagaimana anak kecil pada umumnya.

Pemilu mendekat, siapa pun yang jadi pemimpin, saya tak begitu peduli. Saya ingin semua peduli satu hal: jangan lagi ada anak yang stunting. Sebisa mungkin, tekan angka stunting hingga di bawah dua digit. Silakan kalian saling sikut, tapi tolong, sepakat satu hal, upayakan agar anak-anak Indonesia tak kekurangan makan makanan bergizi. Sudah, itu saja.

Sebab, kita boleh gagal menjadi apa pun, kecuali menjadi manusia.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengenal Stunting yang Bukan Semata Soal Anak Kerdil

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 November 2023 oleh

Tags: depokkasus viralpenangananstunting
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

stasiun citayam kereta api penataran blitar mojok

Palang Rel Stasiun Citayam, Daerah Paling Macet di Depok

14 Maret 2021
Inilah Wajah Asli Citayam, Daerah yang Sedang Jadi Sorotan Seantero Indonesia

Inilah Wajah Asli Citayam, Daerah yang Sedang Jadi Sorotan Seantero Indonesia

26 Juli 2022
Berandai-andai Jika Depok Dipimpin Kaesang Pangarep

Berandai-andai Jika Depok Dipimpin Kaesang Pangarep

10 Mei 2023
Depok Jawa Barat Lebih Terkenal daripada Daerah Bernama Depok Lain karena Hal-hal Ajaibnya Mojok.co

Depok Jawa Barat Lebih Terkenal daripada Daerah Bernama Depok Lain karena Hal-Hal Ajaibnya

28 Januari 2024
Perbedaan dan Persamaan Bahasa Betawi di Jakarta dan Depok terminal mojok.co

Perbedaan dan Persamaan Bahasa Betawi di Jakarta dan Depok

1 Februari 2022
4 Nama Jalan Nyeleneh di Depok yang Bikin Warganya Sendiri Geleng-geleng Kepala Mojok.co

4 Nama Jalan Nyeleneh di Depok yang Bikin Warganya Sendiri Geleng-geleng Kepala

16 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

6 Januari 2026
Tak Ada Mie Instan yang Tetap Enak Dimakan Mentah selain Mie Sedaap Goreng

Tak Ada Mie Instan yang Tetap Enak Dimakan Mentah selain Mie Sedaap Goreng

4 Januari 2026
Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

5 Januari 2026
5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

9 Januari 2026
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.