Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Penamaan Kampung di Jogja yang Terinspirasi dari Prajurit Keraton

Riza Rozaliani Anggana Putri oleh Riza Rozaliani Anggana Putri
10 September 2020
A A
Penamaan Kampung di Jogja yang Terinspirasi dari Prajurit Keraton terminal mojok.co

Penamaan Kampung di Jogja yang Terinspirasi dari Prajurit Keraton terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika datang ke Yogyakarta yang sering terlintas adalah Keraton dan Malioboro. Papan nama Jalan Malioboro bahkan membuat banyak orang mengantre demi berfoto. Mungkin demi sebuah bukti bahwa dia sudah pernah datang ke Jogja. Padahal di Jogja terdapat kampung dan kawasan ikonik lain yang penamaannya diambil dari nama prajurit di keraton.

Beberapa kampung ini dahulu menjadi tempat tinggal prajurit keraton. Prajurit keraton sebelumnya adalah kesatuan militer yang kini berubah menjadi pengawal kebudayaan. Sekarang siapapun bisa tinggal dan berdomisili di kampung- kampung ini, asalkan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Termasuk saya yang juga nge-kos di salah satu kampungnya.

Prajurit keraton #1 Wirobrajan

‘Wira’ berarti berani dan ‘braja’ berarti tajam keduanya kemudian membentuk nama Wirabraja yang secara filosofis diartikan sebagai prajurit yang sangat berani dan tajam panca inderanya. Prajurit ini dalam bregada biasanya memakai pakaian yang dominan berwarna merah dan memakain topi dengan ujung lancip sehingga orang sering menyebutnya prajurit Lombok Abang.

Kampung Wirobrajan merupakan kediaman abdi dalem keraton pada masanya. Saat ini masih sering terlihat beberapa abdi dalem yang tinggal dan mengenakan pakaian lurik biru gelap beserta blangkon.

Tempat- tempat di wilayah Wirobrajan yang saat ini terkenal dan menjadi sorotan adalah tempat belanja seperti Jolie dan Sakola.

Prajurit keraton #2 Patangpuluhan

Tidak jauh dari Wirobrajan, ke utara sedikit maka kalian akan menemukan daerah Patangpuluhan. Patangpuluhan ini masuk wilayah kecamatan Wirobrajan. Ibu Kota kecamatannya Wirobrajan, oleh karena itu kantor kecamatan, pasar, dan puskesmas Wirobrajan ada di Patangpuluhan.

Penamaan Patangpuluhan diambil dari nama prajurit keraton, bregada Patang Puluh. Asal-usul dari nama Patang Puluh yang berarti 40 ini masih simpang siur, yang jelas tidak ada hubungannya dengan jumlah anggota bregada, anggotanya bukan berjumlah 40. Pakaian prajurit Patang Puluh ialah lurik hitam dengan warna dasar merah.

Fakta unik lain adalah nama-nama jalan di dalam kelurahan Patangpuluhan yang diambil dari nama-nama gendhing (lagu Jawa) seperti : Pamularsih, Madubronto, Dorodasih Madumurti, Pareanom, Srikaloka, dan lain lain.

Baca Juga:

Kisah Gusti Ahmad: Ayahnya Dibunuh Selir, Takhtanya Direbut Sultan HB VI, Hidupnya Diburu Sultan HB VII

Kereta Api Jayakarta, Kereta yang Wajib Dicoba, Cocok buat Introvert yang Kebelet Traveling

Tempat- tempat terkenal yang ada di Patangpuluhan ini selain pasar dan kecamatan ada Yats Colony, hotel artsy yang menjadi incaran banyak pelancong, warung klangenan tempat makan presiden jika beliau datang ke Jogja, warung bakso, dan mie yang hampir berjejer dan berhadapan di beberapa spot rasanya juga lumayan.

Prajurit keraton #3 Bugisan

Kampung ini berasal dari bregada Bugis. Bregada Bugis awalnya berasal dari Bugis, Sulawesi, namun prajurit yang ada kini sudah tidak lagi terdiri dari orang-orang Bugis. Dalam upacara Garebeg mereka bertugas sebagai pengawal gunungan yang dibawa menuju kepatihan. Pakaian prajurit Bugis berwarna dominan hitam, dengan membawa senjata tombak Kanjeng Kiai Trisula yang bentuk ujungnya juga dinamakan Trisula.

Tempat- tempat yang ada di Bugisan di antaranya ada sekolah seni SMKI, SMM, dan SMSR. Meskipun daerahnya berdampingan dengan Kasihan, Bantul, sekolah SMKI (SMK 1 Kasihan) masih berada di Jalan Bugisan Selatan. Kuliner yang terkenal adalah Ayam Goreng Bugisan yang berada hampir seberang SMKI.

Prajurit keraton #4 Mantrijeron

Mantrijeron, berasal dari kata mantri dan jero. ‘Mantri’ berarti juru bicara, menteri, atau jabatan di atas bupati. ‘Jero’ berarti dalam. Secara filosofis, Mantrijero bermakna prajurit yang mempunyai wewenang ikut ambil bagian dalam memutuskan hal-hal di lingkungan keraton.

Tempat- tempat yang menjadi sorotan di lingkungan kecamatan Mantrijeron di antaranya PASTHY (Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta) yang berlokasi di Jalan Bantul. Ada juga kawasan Tirtodipuran, penginapan turis asing dan sentra kerajinan batik dan masjid Jogokaryan, masjid yang terkenal karena acara buka puasa gratis. 

Prajurit keraton #5 Prawirotaman

Pelancong tentu tidak akan asing dengan kawasan ini. Prawirotaman bisa dibilang kawasan bule-bule di Jogja. Ada suasana yang berbeda, di Prawirotaman ini berkesan wilayah yang arus modernitasnya sangat terlihat meskipun erat hubungannya dengan keraton.

Prawirotaman berasal dari prajurit Prawiratama. Secara filosofis Prawiratama bermakna prajurit yang pemberani dan pandai dalam setiap tindakan bahkan selalu bijak walau dalam suasana perang. Pakaian prajurit prawiratama berwarna hitam dengan dasar putih dan celana merah.

Tempat yang menjadi ciri khas Prawirotaman ini tentunya hotel-hotel dan cafe yang berjejer.. Kalau kamu mau merasakan suasana Jogja yang lain, biar berasa asing atau sekadar jalan-jalan malam, silakan datang ke kawasan ini.

Jogja memang bukan sekadar Malioboro, banyak hal lain yang bisa di eksplore. Kawasan kampung- kampung juga tidak jauh, masih berada di radius 3 km dari keraton. Selamat menikmati Yogyakarta, beserta cerita istimewa di dalamnya!

BACA JUGA Berkat Pagebluk, Jaranan Turonggo Yakso Lahir dan Berkembang di Trenggalek dan artikel Riza Rozaliani Anggana Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2020 oleh

Tags: keraton yogyakartatraveling
Riza Rozaliani Anggana Putri

Riza Rozaliani Anggana Putri

ArtikelTerkait

Sebelum Bersedia untuk Tukar Kursi Kereta, Pastikan Dulu 3 Hal Ini terminal mojok.co

Sebelum Bersedia untuk Tukar Kursi Kereta, Pastikan Dulu 3 Hal Ini

29 September 2020
Pengalaman Naik Bus ALS Medan-Malang, Manajemen Kencing Harus Baik terminal mojok.co

Pengalaman Naik Bus ALS Medan-Malang, Manajemen Kencing Harus Baik

27 Desember 2020
Bagi Saya, Lamongan Adalah Bali Versi Lite terminal mojok.co

Bagi Saya, Lamongan Adalah Bali Versi Lite

1 Januari 2021
Menjawab Tudingan Orang-orang yang Belum Pernah ke Luar Negeri Tentang Singapura yang Katanya Nggak Beda Jauh sama Indonesia terminal mojok

Menjawab Tudingan Orang-orang yang Belum Pernah ke Luar Negeri Tentang Singapura yang Katanya Nggak Beda Jauh sama Indonesia

18 Juli 2021
Enak Saja, Wisata Bandungan Itu Bukan Melulu soal Prostitusi ya! terminal mojok.co

Enak Saja, Wisata Bandungan Itu Bukan Melulu soal Prostitusi ya!

10 Maret 2021
Tanah Yerusalem Jadi Saksi Orang Jawa, Yahudi, dan Palestina Bisa Merokok Bersama hamas konflik agama terminal mojok.co

Tanah Yerusalem Jadi Saksi Orang Jawa, Yahudi, dan Palestina Bisa Merokok Bersama

17 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.