Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Paskibraka Putri Nggak Pakai Rok Lagi, Kok Situ yang Heboh?

Iqbal AR oleh Iqbal AR
31 Juli 2019
A A
Paskibraka Putri

Paskibraka Putri

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari terakhir, pemberitaan mengenai kebijakan baru yang diterapkan pada anggota paskibraka putri cukup menarik perhatian. Kemenpora, sebagai pihak yang bertanggung jawab, memberlakukan kebijakan terbaru terkait pakaian untuk anggota paskibraka. Dalam kebijakan tersebut, anggota paskibraka putri tidak lagi memakai rok dan wajib memakai celana panjang. Penetapan kebijakan ini mendapat respons yang bermacam-macam dari masyarakat.

Kebijakan ini sebenarnya sudah sesuai dengan Perpres Nomor 71 Tahun 2018 Tentang Tata Pakaian pada Upacara Kenegaraan dan Acara Resmi. Setidaknya itu kata orang-orang di Kemenpora, meskipun dalam isi kebijakannya nggak ada yang mewajibkan untuk memakai celana panjang. Pilihannya opsional, antara memakai rok atau celana panjang. Tetapi pihak Kemenpora mengatakan bahwa untuk paskibraka, ini merupakan salah satu mekanisme penyeragaman dan memberikan kenyamanan dalam baris berbaris bagi anggota paskibraka putri.

Salah satu alasan munculnya kebijakan ini juga untuk memudahkan mereka yang berhijab. Meskipun sejak awal yang berhijab bisa pakai celana panjang, sedangkan yang tidak berhijab bisa pakai rok yang seperti biasa, pihak Kemenpora memilih untuk menyeragamkan saja dengan alasan keindahan dan menghargai mereka yang berhijab

Sontak, kabar ini menuai berbagai macam reaksi dari masyarakat. Ada yang biasa aja, tapi banyak yang nggak sepakat. Ada yang mengatakan bahwa ini kebijakan konyol dan nggak memberi pilihan pada anggota paskibraka. Ada juga yang mengatakan untuk “pecat saja yang mengusulkan kebijakan ini.”

Bahkan, ada juga yang mengaitkan kebijakan ini dengan kelompok-kelompok tertentu. Ya standar hujatan warganet, lah. Padahal, mereka juga nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan nggak tahu apa saja pertimbangan pihak Kemenpora hingga akhirnya menetapkan kebijakan ini.

Nggak hanya masyarakat yang kontra dengan kebijakan ini. Mantan anggota paskibraka putri yang sempat terkenal, Gloria Natapraja Hamel, juga mengatakan bahwa anggota paskibraka putri lebih nyaman kalau pakai rok. Gloria bilang, ada pride tersendiri ketika pakai rok dan bisa melakukan gerakan yang sama dengan pria. Tetapi, Gloria juga nggak melarang kebijakan Kemenpora.

Ya iya lah, Gloria juga siapa, kok, pakai ngelarang-ngelarang?

Tapi pertanyaan saya adalah, memangnya ada masalah, ya, kalau anggota paskibraka putri pakai celana? Maksudnya, dengan pakai celana, saat baris-berbaris gitu kan mobilitasnya lebih enak.

Baca Juga:

Saya Menyesal Pernah Ikut Paskibra karena Isinya Cuma Dibodohi Senior

Beda China dan Indonesia saat Mengambil Kebijakan

Pun, banyak teman-teman perempuan saya yang lebih milih pakai celana ketimbang pakai rok, baik teman saya yang berhijab atau yang nggak berhijab. Katanya, sih, kalau pakai celana, lebih enak riwa-riwi-nya. Kalau jalan juga lebih nyaman, nggak ada risiko keserimpet, seperti halnya orang yang pakai rok. Kalau ada angin kencang juga tetap aman pakai celana.

Karena ramainya kabar ini, urusan pakai rok atau celana juga larinya ke mana-mana. Ada yang nuduh Kemenpora tolollah, nuduh Kemenpora nggak ada kerjaanlah, bahkan ada yang nuduh Kemenpora pro-ekstrimis. Apa urusannya coba?

Mbok sudahlah, biasa aja gitu, loh. Siapa tahu, anggota paskibraka putri tahun ini malah lebih senang dan lebih nyaman kalau pakai celana. Bisa jadi, kan? Kalau misalkan paskibraka putri memang benar lebih suka pakai celana, orang yang protes-protes itu mau apa coba?

Lagian ya, perempuan pakai celana itu biasa aja. Malah, bisa jadi lebih elegan jika pakai celana. Sejak dulu, sudah banyak perempuan yang memakai celana panjang untuk kegiatan yang mobilitasnya tinggi, seperti naik kuda, pekerja kasar, hingga berperang. Pada era Perang Dunia 1, perempuan sudah memakai celana panjang untuk bekerja, menggantikan pekerjaan pria. Bahkan pada era Perang Dunia 2, perempuan yang kerja maupun yang ikut perang, semuanya pakai celana!. Jadi, kenapa perkara seragam paskibraka putri ini harus jadi heboh?.

Terus nih, ya, wacana celana panjang ini juga cukup menguntungkan, tahu. Kebijakan ini bisa membantu memangkas biaya kaos kaki. Jadi, para paskibraka putri nggak perlu lagi kaos kaki panjang selutut, cukup kaos kaki yang agak pendek. Itu kan lebih murah harganya.

Pakai celana juga jadi salah satu wujud kesetaraan. Nggak ada lagi pembeda antara pria dan wanita. Egaliter, gitu, jadi setidaknya nggak ada pemisahan gender dari segi pakaian. Plus, kalau dilihat dari segi estetik, praktik dari kebijakan ini juga akan keren-keren aja. Satu barisan nanti akan pakai celana panjang semua. Keren, kan?

Tentu saja keren, dong, asalkan celana panjangnya juga seragam. Kan nggak lucu kalau nanti celana panjangnya ternyata berbeda-beda: Ada yang kulot, celana skinny, atau malah celana cutbray!

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2022 oleh

Tags: kebijakan barukemerdekaan indonesiapaskibrakapengibar bendera
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

lomba 17-an

Memeriahkan Perayaan Kemerdekaan dengan Lomba 17-an dan Pesta Rakyat

8 Agustus 2019
Kesalahan Saat Berburu Diskon Belanja yang Menimbulkan Kecewa terminal mojok.co

Menjelang Hari Kemerdekaan: Banyak Diskon Bertebaran di Pusat Perbelanjaan

14 Agustus 2019
sumbangan tujuh belasan

Meminta Sumbangan Tujuhbelasan di Tengah Jalan: Nyari Dana atau Nyari Bahaya Sih?

11 Agustus 2019
Saya Menyesal Pernah Ikut Paskibra karena Isinya Cuma Dibodohi Senior Mojok.co

Saya Menyesal Pernah Ikut Paskibra karena Isinya Cuma Dibodohi Senior

28 Mei 2025
#EnakanDiIndonesia

Indonesia di Mata Netizen: #EnakanDiIndonesia

19 Agustus 2019
tirakatan

Merajut Persatuan Melalui Tirakatan

14 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.