Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Pangeran Sado, Putra Mahkota Joseon Penderita Gangguan Bipolar yang Wafat di Peti Beras

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
21 November 2021
A A
Pangeran Sado Putra Mahkota Joseon Penderita Gangguan Bipolar yang Wafat di Peti Beras terminal mojok (1)
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam drama Korea terbaru, The Red Sleeve, sosok Pangeran Sado muncul di episode kedua penayangannya.

Kini hadir lagi satu drama Korea kolosal yang baru saja tayang, yakni The Red Sleeve. Drama yang menjadi ajang comeback Lee Jun Ho 2PM pasca-rampung wajib militer ini memakai tokoh-tokoh nyata yang pernah hidup di Dinasti Joseon. Meski tim produksi memasang klaim bahwa The Red Sleeve juga mungkin mengandung cerita fiktif di awal dramanya, cukup banyak kesamaan antara riwayat sejarah dengan cerita di dalam drama ini.

ADVERTISEMENT

Secara garis besar, The Red Sleeve mengisahkan perjalanan cinta Yi San, yang di masa depan akan menduduki takhta dan bergelar Raja Jeongjo, dengan seorang dayang istana bernama Sung Deok Im. Kisah kedua insan ini memang impresif, tapi bagi penggemar drama kolosal yang juga memiliki minat pada sejarah aslinya, cerita Pangeran Sado nggak kalah menarik.

Pangeran Sado, ayah dari Yi San, sempat muncul di The Red Sleeve, tepatnya di episode kedua. Digambarkan bahwa Pangeran Sado menganggap bahwa putra tertuanya, Yi San, dilahirkan hanya untuk menyingkirkannya. Pangeran Sado juga membanting barang-barang di ruangannya dan melemparkannya ke wajah Yi San, menyebabkan luka di wajah bocah itu. Bagi penonton The Red Sleeve yang belum mengenal siapa Pangeran Sado mungkin akan menganggap bahwa blio adalah orang tua yang buruk. Gimana bisa seorang ayah begitu abusif dan iri pada anaknya sendiri?

Sebenarnya, ada sebuah fakta yang mampu menjelaskan mengapa Pangeran Sado bisa semurka ini. Pangeran yang bernama asli Lee Sun ini menderita kelainan bipolar sejak remaja hingga akhir hayatnya.

Kisah Sado ini diabadikan oleh istrinya, Lady Hyegyeong, dalam “Hanjunrok” atau yang dikenal pula sebagai “Memoar Lady Hyegyeong”. Memoar Lady Hyegyeong menceritakan bahwa kematian Sado diakibatkan oleh perilaku kekerasan yang nggak terkontrol. Tindakannya ini dideskripsikan berlangsung gara-gara ekspektasi ayahnya, Raja Yeongjo, yang tinggi terhadap sikap dan kecerdasan Sado. Yeongjo yang dilahirkan oleh seorang dayang istana kelas rendah dan terus menerus disudutkan karena dianggap naik takhta berkat cara yang haram itu punya inferiority complex yang membuatnya pengin membesarkan putranya sebagai calon raja yang sempurna.

Tekanan ini membuat Sado mulai berperilaku abnormal. Menurut studi ilmiah berjudul A Psychiatric Approach to Prince Sado: A Bipolar Disorder Sufferer or a Victim of Party Strife yang dilakukan oleh Ha dan Chang serta dipublikasikan di tahun 2014, diduga bahwa gejala yang ditunjukkan oleh Sado memenuhi kriteria depresif dan mania.

Disebutkan pula dalam Memoar Lady Hyegyeong bahwa ketika gejalanya memuncak, Sado akan berganti baju sebanyak tiga puluh kali. Phobia ini, menurut Ha dan Chang, merujuk pada gejala obsesif kompulsif. Sejak usia 13 hingga akhir hayatnya, Sado menunjukkan gejala-gejala psikiatrik, di antaranya suasana hati yang tertekan, kecemasan, perilaku ingin bunuh diri, perilaku agresif, dan delusi penganiayaan.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Jin Eun Soo melalui Korea JoongAng Daily menuliskan bahwa Sado pernah membunuh orang lain selagi menderita penyakit tersebut. Kim Han Che, pelayan yang membantunya mengenakan pakaian, merupakan korban pertama Sado. Kemudian, catatan sejarah merekam bahwa lebih dari seratus orang mati di tangannya.

Oh ya, sejak kecil Sado ini lebih tertarik dan memang memiliki bakat di bidang seni. Sado yang nggak patuh pada ayahnya karena lebih menggemari seni dibandingkan belajar membuat Raja Yeongjo murka. Ditambah dengan dirinya yang memiliki penyakit mental yang memicu ketidakamanan di istana dan menjadi korban perseteruan politik antara dua fraksi membuat Sado semakin ditekan. Puncaknya pada 1762, gelar putra mahkotanya dicopot dan Sado diperintahkan untuk masuk ke dalam peti beras.

Selama delapan hari, Sado dibiarkan di dalam peti tanpa makanan dan minuman. Parahnya lagi, Sado dikurung di bawah teriknya matahari di musim panas bulan Juli. Sado akhirnya wafat pada 12 Juli 1762 dan dimakamkan di Yunggeolleung.

Meski catatan yang ditinggalkan oleh Lady Hyegyeong cukup meyakinkan untuk dijadikan sumber sejarah, rupanya biografi Sado masih belum mencapai konsensus. Pasalnya, pada masa itu ada dua partai politik yang beroposisi, yakni Noron dan Soron. Seperti yang kita ketahui bahwa sejarah tergantung pada siapa penulisnya, maka fraksi politik ini turut memengaruhi penulisan kisah Sado. Keduanya seakan mencatat kisah Sado sesuai kenyataan, tapi karena adanya bias politik, kematian Sado masih menjadi kontroversi.

Tragisnya kehidupan Sado ini sudah banyak sekali diadaptasikan menjadi drama dan film. Film yang paling terkenal adalah The Throne yang menghadirkan Yoo Ah In sebagai Pangeran Sado dan Song Kang Ho sebagai Raja Yeongjo. Ada pula drama Secret Door dengan Lee Je Hoon sebagai Pangeran Sado dan Park Eun Bin sebagai Lady Hyegyeong. Siapin tisu dulu sebelum kalian nonton karena cerita Pangeran Sado nggak pernah gagal bikin mewek. Huhuhu.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2021 oleh

Tags: bipolar disorderdinasti joseonPangeran Sadopilihan redaksiThe Red Sleeve
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

5 Kampung Bersejarah di Surabaya yang Layak Dikunjungi Terminal Mojok.co

5 Kampung Bersejarah di Surabaya yang Layak Dikunjungi

13 Maret 2022
Lord Takin, Pemancing Penuh Kharisma dan Capres yang Patut Diperhitungkan

Lord Takin, Pemancing Penuh Karisma dan Capres yang Patut Diperhitungkan

19 Desember 2022
Belajar Digital Marketing dari Blunder Txtdaripemerintah dan Puan Maharani terminal mojok.co

Belajar Digital Marketing dari Blunder Txtdaripemerintah dan Puan Maharani

8 Desember 2021
Statistik Gempa Bumi di Indonesia yang Jarang Orang Ketahui terminal mojok

Statistik Gempa Bumi di Indonesia yang Jarang Orang Ketahui

15 Desember 2021
Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri (Unsplash)

Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri

13 Juli 2023
Desa Panggungharjo Bantul, Desa Terbaik di Indonesia (Unsplash)

Mengenal Desa Panggungharjo di Bantul, Desa Terbaik di Indonesia yang Dipuji Mahfud MD Saat Debat Cawapres

22 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

17 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.